Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
9Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Format Penulisan Proposal Penelitian Kuantitatif - Moch Ahlan Munajat - Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer - Teknik Industri - Universitas Komputer Indonesia

Format Penulisan Proposal Penelitian Kuantitatif - Moch Ahlan Munajat - Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer - Teknik Industri - Universitas Komputer Indonesia

Ratings: (0)|Views: 1,765|Likes:
FORMAT PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF

1.

LATAR BELAKANG MASALAH Di dalam bagian ini dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baik

kesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang diteliti. Di dalam latar belakang masalah ini dipaparkan secara ringkas teori, hasil -hasil penelitian, kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman/pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. Dengan demikian, masalah yan
FORMAT PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF

1.

LATAR BELAKANG MASALAH Di dalam bagian ini dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baik

kesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang diteliti. Di dalam latar belakang masalah ini dipaparkan secara ringkas teori, hasil -hasil penelitian, kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman/pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. Dengan demikian, masalah yan

More info:

Published by: Muhammad Ahlan Munajat (Moch Ahlan Munajat) on Apr 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/03/2013

pdf

text

original

 
FORMAT PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF 
1.
 
LATAR
BE
LAKANG
M
ASALAH
 Di dalam bagian ini dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baikkesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang diteliti. Didalam latar belakang masalah ini dipaparkan secara ringkas teori, hasil -hasil penelitian, kesimpulanseminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman/pengamatan pribadi yang terkait erat denganpokok masalah yang diteliti. Dengan demikian, masalah yang dipilih untuk diteliti mendapatlandasan berpijak yang lebih kokoh.2.
 
RU
M
USAN
M
ASALAH
 Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan yang hendak dicarikan jawabannya. Perumusan masalah merupakan pernyataan yanglengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi danpembatasan masalah.
R
umusan masalah hendaknya disusun secara singkat, padat, jelas, dandituangkan dalam bentuk kalimat tanya.
R
umusan masalah yang baik akan menampakkan variabel-variabel yang diteliti, jenis atau sifat hubungan antara variabel -variabel tersebut, dan subjekpenelitian.
S
elain itu, rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empiris, dalam artimemungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Contoh:
A
pakahterdapat hubungan antara tingkat kecerdasanmahasiswa dengan prestasi belajar mereka dalammatakuliah 
S
tatistika Industri?.1.3.
 
TUJUAN
PE
N
E
L
I
T
I
AN
 
T
ujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian. Isi dan rumusantujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian. Perbedaannya terletak padacara merumuskannya. Masalah penelitian dirumuskan dengan menggunakan kalimat tanya,sedangkan rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan. Contoh:
T
ujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya hubungan antara tingkat kecerdasanmahasiswadengan prestasi belajar mereka dalam matakuliah 
S
tatistika Industri.4.
 
H
IPO
T
E
S
I
S
PE
N
E
L
I
T
I
AN
(jika ada)
T
idak semua penelitian kuantitatif memerlukan hipotesis penelitian. Penelitian kuantitatif yangbersifat eksploratoris dan deskriptif tidak membutuhkan hipotesis. Oleh karena itu subbab hipotesispenelitian tidak harus ada dalam skripsi, tesis, atau disertasi hasil penelitian kuantitatif.
S
ecaraprosedural hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian pustaka, karena hipotesispenelitian adalah rangkuman dari kesimpulan-kesimpulan teoretis yang diperoleh dari kajian
 
pustaka.
H
ipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secarateoretis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya.
N
amun secara teknis,hipotesis penelitian dicantumkan dalam Bab I (Bab Pendahuluan) agar hubungan antara masalahyang diteliti dan kemungkinan jawabannya menjadi lebih jelas.
A
tas dasar inilah, maka di dalamlatar belakang masalah sudah harus ada paparan tentang kajian pustaka yang relevan dalambentuknya yang ringkas.
R
umusan hipotesis hendaknya bersifat definitif atau direksional.
A
rtinya, dalam rumusa nhipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan atau perbedaan antarvariabel, melainkan telahditunjukan sifat hubungan atau keadaan perbedaan itu. Contoh:
A
da hubungan positif antaratingkat kecerdasanmahasiswa dengan prestasi belajar mereka dalam matakuliah 
S
tatistika Industri.
J
ika dirumuskan dalam bentuk perbedaan menjadi:Mahasiswa yang tingkat kecerdasannyatinggi memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi dalam mata
S
tatistika Industridibandingkandengan yang tingkat kecerdasannya sedang.
R
umusan hipotesis yang baik hendaknya:(a)
 
menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih,(b)
 
dituangkan dalam bentuk kalimat pertanyaan,(c)
 
dirumuskan secara singkat, padat, dan jelas,(d)
 
sertadapat diuji secara empiris.5.
 
K
E
GUNAAN
PE
N
E
L
I
T
I
AN
 Pada bagian ini ditunjukkan kegunaan atau pentingnya penelitian terutama bagipengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan kata lain, uraiandalam subbab kegunaan penelitian berisi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Dari uraiandalam bagian ini diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilihmemang layak untuk dilakukan.6.
 
ASU
M
S
I PE
N
E
L
I
T
I
AN
(jika diperlukan)
A
sumsi penelitian adalah anggapan-anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakanberfikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian. Misalnya, peneliti mengajukan asumsibahwa sikap seseorang dapat diukur dengan menggunakan skala sikap. Dalam hal ini ia tidakperlu membuktikan kebenaran hal yang diasumsikannya itu, tetapi dapat langsung memanfaatkanhasil pengukuran sikap yang diperolehnya.
A
sumsi dapat bersifat substantif atau metodologis.\ 
A
sumsi substantif berhubungan dengan permasalahan penelitian, sedangkan asumsi metodologisberkenaan dengan metodologi penelitian.7.
 
RUANG
 
L
I
NGKU
P D
AN
 
K
E
T
E
R
B
ATASAN
PE
N
E
L
I
T
I
AN
 
 
Y
ang dikemukakan pada bagian ruang lingkup adalah variabel-variabel yang diteliti, populasiatau subjek penelitian, dan lokasi penelitian. Dalam bagian ini dapat juga dipaparkan penjabaranvariabel menjadi subvariabel beserta indikator-indikatornya.
K
eterbatasan penelitian tidak harusada dalam skripsi, tesis, dan disertasi.
N
amun, keterbatasan seringkali diperlukan agar pembacadapat menyikapi temuan penelitian sesuai dengan kondisi yang ada.
K
eterbatasan peneliti anmenunjuk kepada suatu keadaan yang tidak bisa dihindari dalam penelitian.
K
eterbatasan yangsering dihadapi menyangkut dua hal. Pertama, keterbatasan ruang lingkup kajian yang terpaksadilakukan karena alasan-alasan prosedural, teknik penelitian, ataupun karena faktor logistik.
K
edua, keterbatasan penelitian berupa kendala yang bersumber dari adat, tradisi, etika dankepercayaan yang tidak memungkinkan bagi peneliti untuk mencari data yang diinginkan.8.
 
DEFI
N
I
S
I I
ST
I
LAH
 
ATAU
DEFI
N
I
S
I OPE
RAS
IO
NAL
 Definisi istilah atau definisi operasional diperlukan apabila diperkirakan akan timbulperbedaan pengertian atau kekurangjelasan makna seandainya penegasan istilah tidak diberikan.Istilah yang perlu diberi penegasan adalah istilah-istilah yang berhubungan dengan konsep-konseppokok yang terdapat di dalam skripsi, tesis, atau disertasi.
K
riteria bahwa suatu istilah mengandungkonsep pokok adalah jika istilah tersebut terkait erat dengan masalah yang diteliti atau variabelpenelitian. Definisi istilah disampaikan secara langsung, dalam arti tidak diuraikan asal-usulnya.Definisi istilah lebih dititikberatkan pada pengertian yang diberikan oleh peneliti.Definisi istilah dapat berbentuk definisi operasional variabel yang akan diteliti. Definisioperasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapatdiamati.
S
ecara tidak langsung definisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data yangcocok digunakan atau mengacu pada bagaimana mengukur suatui variabel. Contoh definisioperasional dari variabel ´prestasi aritmatikaµ adalah kompetensi dalam bidang aritmatika yangmeliputi menambah, mengurangi, mengalikan, membagi, dan menggunakan desimal. Penyusunandefinisi operasional perlu dilakukan karena teramatinya konsep atau konstruk yang diselidiki akanmemudahkan pengukurannya. Di samping itu, penyusunan definisi operasional memungkinkan oranglain melakukan hal yang serupa sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk diujikembali oleh orang lain.9.
 
ME
T
ODE PE
N
E
L
I
T
I
AN
 Pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bab metode penelitian paling tidak mencakupaspek-aspek berikut ini:(1)
 
R
ancangan PenelitianPenjelasan mengenai rancangan atau desain penelitian yang digunakan perlu diberikan untuksetiap jenis penelitian, terutama penelitian eksperimental.
R
ancangan penelitian diartikan sebagaistrategi mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Eva S Nurani liked this
Eva S Nurani liked this
Tyo VChatter liked this
devisolitam liked this
MiRa Novia liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->