Telur berbentuk oval dengan panjang 0,45-0,50 mm dan lebar 0,25-0,30 mm pipih da berwarna oranye saat baru panjangnya lebih dari 10 cm. Lama stadium telur 2- 7 hari.Larva yang baru menetas dari telur berwarna putih transparan dengan panjang sekitar 1 mm. Larva langsung menggerek ke dalam buah dan makan permukaan dalam kulit buah,daging buah, dan saluran makanan ke biji (plasenta). Pada pertumbuhan penuh panjangnya 12mm dan berwarna (pupa), larva membuat lubang keluar dari kulit buah dengan diameter 1mm. Segera setelah berada di luar buah, larva tersebut akan merayap di permukaan buahatau menjatuhkan diri dengan pertolongan benang sutera untuk mencari temapat berkepompong. Sebelum menjadi kepompong larva terlebih dahulu memintal benang suterauntuk membuat rumah kepompong (kokon).Selain melekat di permukaan buah, kepompong juga terdapat di daun hijau, daukering, batang, cabang, ranting, gulam karung, keranjang, kotak tempat bauah segar, bahakandikendaraan yang digunakan untuk mengankut hasil panen atau bahan apa saja yang dapatdigunakan oleh ulat tersebut. Kokon berbentuk ioval, berwarna kuning kotor, serta panjang13-18 mm dan lebar 6 – 7 mm. Kepompong berwarna cokelat dengan panjang 6-7 mm danlebar 1,0 – 1,5 mm. Lama stadium kepompong 5-8 hari. Perkembangan dari telur sampaimenjadi dewasa memerlukan waktu 27 – 34 hari.Gejala dan kerugian yang ditimbulkan :Penggerek buah kakao (PBK) umumnya menyerang buah kakao yang masih mudadengan panjang sekitar 8 cm. Stadium yang menimbulkan kerusakan adalah stadium larva.Larva PBK memakan daging buah dan saluran makanan yang menuju biji, tetapi tidak menyerang biji. Gejala serangan baru tampak dari luar saat buah ,masak berupa kulit buah berwarna pudar dan timbul belang berwarna kuning hijau atau kuning jingga dan terdapatlubang gerekan bekas keluar larva serta jika dikocok tidak berbunyi , jika dibelah, daging buahnya akan tampak berwarna hitam, biji-biji melekat satu sama lain dengan wana hitam,keriput, dan ringan. Akibat serangan hama ini kerugian yang ditimbulkannya bisa mencapai80% biji kakao kering.Pengendalian dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.1. Daerah Bebas PBK Daerah yang masih bebas dari serangan PBK disarankan melakukan pencegahandengan melaksanakan karantina dan monitoring PBK. Sebagai strategi penanggulangan hamaPBK secara nasional, pelaksanaan karantina sebaiknya memenuhi standar peraturan domestik dan internasional. Tindakan karantina tersebut antara lain tidak memasukkan bahan tanaman
Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Andalas3