Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengaruh Kadar Kapur, Waktu Perawatan Dan an Terhadap Kuat Dukung Tanah Lempung

Pengaruh Kadar Kapur, Waktu Perawatan Dan an Terhadap Kuat Dukung Tanah Lempung

Ratings: (0)|Views: 160 |Likes:
Uploaded from Google Docs
Uploaded from Google Docs

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Welly Pradipta bin Maryulis on Apr 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2013

pdf

text

original

 
 
Pengaruh Kadar Kapur, Waktu Perawatan dan Perendaman
..................(Qunik Wiqoyah)16
PENGARUH KADAR KAPUR, WAKTU PERAWATAN DAN PERENDAMAN TERHADAPKUAT DUKUNG TANAH LEMPUNG
Qunik Wiqoyah*
ABSTRACT
Clay soil with high plasticity index, low load capacity, and very sensitive to the change of water content istechnically not feasible for road construction base. Problem will occur if a road is constructed on such clay soil, for example, the road surface will be surged, broken and sloped down. The initial research showed that this type of soil wasfound along Tanon Sragen road, and the problem should be solved. One of the alternative solution is soil stabilisationusing limestone to know the swelling potential and change of load capacity of that clay soil. The change of load capacitycan be seen by doing California Bearing Ratio (CBR) and swelling potential test into the mixture of clay soil and limestone with limestone content 2,5% ; 5% ; 7,5% and 10%, and with treatment for 3 days and soaking for 4 days. Test result showed that adding limestone with treatment for 3 days and soaking for 4 days can increase load capacity and reduce swelling potential compared with the original clay soil.
 
Keywords
:
lempung, stabilisasi, kapur, kuat dukung
PENDAHULUAN
Faktor yang sangat penting dalam penentualtebal perkerasan yang dibutuhkan pada suatu jalanaspal (
flexible pavement 
) adalah tanah dasar. Apabilatanah dasar merupakan tanah lempung yangmempunyai kuat dukung yang rendah dan sangatsensitif terhadap perubahan kadar air, akanmenyebabkan ketidakstabilan jalan tersebut. Olehkarena itu, diperlukan perbaikan pada tanah tersebut.Perbaikan yang dilakukan diantaranya denganstabilisasi kimiawi.Tanah lempung merupakan partikel mineralyang berukuran lebih kecil dari 0,002 mm. Partikel-partikel ini merupakan sumber utama dari kohesi didalam tanah yang kohesif (Bowles, 1991).Tanah lempung merupakan tanah yangberukuran mikroskopis sampai dengan submikroskopis yang berasal dari pelapukan unsur-unsurkimiawi penyusun batuan, tanah lempung sangatkeras dalam keadaan kering dan bersifat plastis padakadar air sedang. Pada kadar air lebih tinggi lempungbersifat lengket (kohesif) dan sangat lunak (Das,1994).Sifat-sifat yang dimiliki tanah lempung adalahsebagai berikut (Hardiyatmo, 1999) :1) Ukuran butir halus, kurang dari 0,002 mm,2) Permeabilitas rendah,3) Kenaikan air kapiler tinggi,4) Bersifat sangat kohesif,5) Kadar kembang susut yang tinggi,6) Proses konsolidasi lambat.Tanah butiran halus khususnya tanahlempung akan banyak dipengaruhi oleh air. Sifatpengembangan tanah lempung yang dipadatkan akanlebih besar pada lempung yang dipadatkan padakering optimum dari pada yang dipadatkan padabasah optimum. Lempung yang dipadatkan padakering optimum relatif kekurangan air oleh karena itulempung ini mempunyai kecenderungan yang lebihbesar untuk meresap air sebagai hasilnya adalah sifatmudah mengembang (Hardiyatmo, 1999)Metode stabilisasi yang banyak digunakanadalah stabilisasi mekanis dan stabilisasi kimiawi.Stabilisasi mekanis yaitu menambah kekuatan dankuat dukung tanah dengan cara perbaikan strukturdan perbaikan sifat-sifat mekanis tanah, sedangkanstabilisasi kimiawi yaitu menambah kekuatan dankuat dukung tanah dengan jalan mengurangi ataumenghilangkan sifat-sifat teknis tanah yang kurangmenguntungkan dengan cara mencampur tanahdengan bahan kimia seperti semen, kapur atau
pozzolan.
Stabilisasi dengan semen cocok untuk tanahyang tidak kohesif, yaitu tanah berpasir atau kerikilyang mengandung sedikit tanah berbutir halus,sedangkan kapur dan
pozzolan
cocok untuk tanahkohesif (Soedarmo dan Purnomo, 1997). Kapur yangbiasa digunakan dalam stabilisasi adalah kapur hidup(
quicklime
, CaO) maupun kapur padam (
calciumhydroxide
, Ca(OH)
2
) yang merupakan produk pembakaran batu kapur.
* Qunik Wiqoyah, staf pengajar jurusan Teknik Sipil - Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.Jl. A. Yani No.1 Tromol Pos 1, Pabelan Kartasura, Surakarta 57102. E-mail : qw.ftums.@yahoo.com
 
 
dinamika TEKNIK SIPIL, Volume 6, Nomor 1, Januari 2006 : 16 - 2417Bahan dasar dari kapur adalah batu kapur.Batu kapur mengandung kalsium karbonat (CaCO
3
),dengan pemanasan (
±
980
o
C) karbon dioksidanya keluar dan tinggal kapurnya saja (CaO).Kapur hasil pembakaran apabiladitambahkan air maka mengembang dan retak-retak.Banyak panas yang keluar (seperti mendidih) selamaproses ini, hasilnya adalah kalsium hidroksidaCa(OH)
2
. Air yang dipakai untuk proses ini secarateoritis hanya 32 % berat kering kapur, tetapi karenafaktor-faktor antara lain pembakaran, jenis kapur, dansebagainya, kadang-kadang air yang diperlukan 2atau 3 kali volume kapur.
 
Susunan batu kapur terdiri dari :- Jumlah karbonat (CO
3
) : 97%- Kapur tohor (CaO) : 29,77-55,5%- Magnesium(MgO) : 21-31%- Silika(SiO
2
) : 0,14-2,41%- Alumina (Al
2
O
3
) dan Oxid Besi (Fe
2
O
3
) : 0,5%Proses kimia pembentukan kapur dapat ditulissebagai berikut (Tjokrodimuljo,1992 dalamFathani,1998) :Ca + CO
3
Ca O + CO
2
(1)
 
CaO + H
2
O Ca(OH)
2
+ panas (2)Ca(OH)
2
+ CO
2
CaCO
3
+ H
2
O (3)Kapur sebagai bahan stabilisasi, biasanyadigunakan kapur mati (
slake lime
) atau kalsiumhidroksida (Ca(OH)
2
), dan kapur hidup (
quick lime
)atau kalsium oksida (CaO). Kalsium oksida (CaO)lebih efektif pada kasus-kasus tertentu, kapur jenis inimempunyai kelemahan-kelemahan padapelaksanaanya, yaitu menyebab alat-alat mudahberkarat dan berbahanya terhadap keselamatanpekerja. Dalam pelaksanaan stabilisasi, kapur yangsering digunakan adalah kalsium hidroksida(Ca(OH)
2
), sedangkan kalsium karbonat (CaCO
3
)kurang efektif sebagai bahan stabilisasi kecualisebagai pengisi (Ingles dan Metcalf, 1992).Apabila kapur dengan mineral lempung ataudengan mineral halus lainnya atau dengan komponen
pozzolan
seperti silika hidrat (
hydrous silica
)bereaksi, maka akan membentuk suatu gel yang kuatdan keras yaitu kalsium silikat yang mengikat butir-butir atau partikel tanah (Diamond & Kinter,1965dalam Ingles dan Metcalf, 1972). Gel silika bereaksidengan segera melapisi dan mengikat partikellempung dan menutup pori-pori tanah. Mekanismereaksi ynag terjadi adalah sebagai berikut :Na
2
O.Al
2
O
3.
(SiO
2
)
4
H
2
O+CaO.H
2
ONa
2
O.H
2
O+CaO.Al
2
O
3
(SiO
2
)
4
H
2
O (4)Na
2
O.H
2
O+CaO.Al
2
O
3
(SiO
2
)
4
H
2
ONa
2
O(SiO
2
)+2SiO
2
H
2
O +CaO.Al
2
O
3
(5)Reaksi
pozzolanisasi
menghasilkan kristalCa(SiO
3
) yang bersifat mengikat butiran lempungdengan butiran lempung serta butiran lempungdengan Ca(SiO
3
). Untuk mencapai kekuatan penuhproses
pozzolanisasi
dapat terjadi dalam beberapatahun. Reaksi
 
pozzolanisasi
tersebut sebagaiberikut (Wijaya, 1994 dalam Sujatmaka 1998) :SiO
2
+ Ca (OH)
2
+ H
2
O Ca(SiO
3
) + 2H
2
O (6)
Specific gravity
tanah (G
s
) didefinisikansebagai perbandingan antara berat volume
 
butiranpadat (
γ
s
), dengan berat volume air (
γ
w
), padatemperatur 4
o
C.Besarnya
specific gravity
dapat dihitung denganpersamaan berikut :
 
G
S
=
 
ws
γ  γ  
 
(7)
 
denganG
s
:
specific gravity
,
 
γ
s
: berat volume butiran padat (kg/cm
3
),
γ
w
: berat volume air ( kg/cm
3
).Nilai-nilai
specific gravity
berbagai jenis tanah dapatdilihat pada Tabel 1.Tabel 1
specific gravity
tanah (Hardiyatmo,1999)Macam tanah
specific gravity
 KerikilPasirLanau anorganik Lanau norganik Lempunganorganik HumusGambut2,65-2,682,65-2,682,62-2,682,58-2,652,68-2,751,371,25-1,80Besarnya
specific gravity
mineral-minerallempung dapat dilihat pada Tabel 2.Tabel 2.
Specific gravity
mineral-mineral lempung(Das, 1985)Mineral
specific gravity
 Quartz (kuarsa)KaoliniteIlliteMontmorilloniteHalloysitePottasium feldsparSodium dan calcium feldsparChloriteBiotiteMuscoviteHornblendeLimoniteOlivine2,652,62,82,65-2,682,0-2,552,572,62-2,762,6-2,92,8-3,22,76-3,13,0-3,473,6-43,27-3,32Suatu hal yang penting pada tanah berbutirhalus adalah plastisitasnya. Hal ini disebabkanadanya mineral lempung dalam tanah. Plastisitasadalah kemampuan tanah menyesuaikan perubahan
 
 
Pengaruh Kadar Kapur, Waktu Perawatan dan Perendaman
..................(Qunik Wiqoyah)18bentuk pada volume konstan tanpa retak-retak atauremuk. Bergantung pada kadar air, tanah dapatberbentuk cair, plastis, semi padat, atau padat.Kedudukan fisik tanah berbutir halus pada kadar airtertentu disebut
konsistensi.
 Atterberg, 1911 (dalam Hardiyatmo, 1999),memberikan cara untuk menggambarkan batas
konsistensi
dari tanah berbutir halus denganmempertimbangkan kandungan kadar airnya. Batas-batas tersebut adalah batas cair (
liquid 
 
limit 
), batasplastis (
plastic
 
limit 
), dan batas susut (
shrinkage
 
limit 
).Menurut Atterberg, 1911 (dalamHardiyatmo, 1999) tingkat plastisitas tanah dibagidalam 4 tingkatan berdasarkan nilai indeksplastisitasnya yang ada dalam selang antara 0 % dan17 %. Batasan mengenai indeks plastisitas, sifat,macam tanah, dapat dilihat pada Tabel 3 .Tabel 3 Nilai indeks plastisitas dan macamtanah (Atterberg, 1911, dalamHardiyatmo,1999)PI Sifat Macam tanah0< 77-17>17Non plastisPlastisitas rendahPlastisitas sedangPlastisitas tinggiPasirLanauLempung berlanauLempungAngka-angka batas
Atterberg
untuk bermacam-macam mineral lempung dapat dilihatpada Tabel 4.Tabel 4 Harga-harga batas
Atterberg
untuk mineral lempung (Mitchell,1976 dalamDas,1985)Mineral BatascairBatasplastisBatassusutMontmorilloniteNontroniteIlliteKaoliniteHalloysite terhdHalloysiteAttapulgiteChloriteAllophane100- 9037 – 7260 – 12030 – 11050 – 7035 – 55160- 23044 – 47200- 25050– 10019 –2735 – 6025 - 4047 – 6030 – 45100– 12036 – 40130 - 1408,5–1,515 – 1725 – 29Kandungan mineral
montmorillonite
mempengaruhi nilai batas
konsistensi
. Semakin besarkandungan mineral
montmorillonite
semakin besarbatas cair dan indeks plastisitas serta semakin kecilnilai batas susut dan batas plastisnya(Supriyono,1993 dalam Suriadi, 2000).Karakteristik kepadatan tanah dapat dinilaidari pengujian standar laboratorium yang disebut uji
Proctor 
. Pemadatan ini menghasilkan kurva yangmerupakan hubungan antara kadar air dan beratvolume kering tanah. Kurva tersebut memperlihatkannilai kadar air optimum untuk mencapai berat volumekering terbesar atau kepadatan maksimum. Kurvahubungan antara kadar air dengan berat volumekering dapat dilihat pada Gambar 1.Derajat kepadatan tanah diukur dari beratvolume keringnya. Hubungan berat volume kering(
γ
d
) dengan berat volume basah (
γ
b
) dan kadar air (w)dinyatakan dengan persamaan :
γ
d
=
wb
+
1
γ  
(8)
 
dengan
γ
b
: berat volume tanah basah (gr/cm
3
)
γ
d
: berat volume tanah kering (gr/cm
3
),w : kadar air (%).
1.451.51.551.61.651.71.750 10 20 30
Kadar air (%)
Berat volume keringtanah (gr/cm3)
 Gambar 1. Kurve hubungan antara kadar air denganberat volume kering.Tanah dasar atau
subgrade
adalah lapisantanah setebal 50 cm – 100 cm yang merupakanpermukaan terbawah suatu konstruksi perkerasanjalan raya atau landasan pacu pesawat terbang. Tanahdasar (
subgrade
) harus mempunyai kapasitas dukungyang baik serta mampu mempertahankan perubahanvolume selama masa pelayanan walaupun terdapatperbedaan kondisi lingkungan. Tanah dasar dapatberupa tanah asli yang dapat dipadatkan jika tanahaslinya baik, tanah yang didatangkan dari tempat lainkemudian dipadatkan atau tanah yang distabilisasidengan bahan tambah (
additve
).Fungsi tanah dasar adalah menerima tekananakibat beban lalu lintas yang ada di atasnya sehinggatanah dasar harus mempunyai kapasitas dukung yangoptimal sehingga mampu menerima gaya akibat

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->