Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PRAKTEK MONOPOLI (Hukum)

PRAKTEK MONOPOLI (Hukum)

Ratings: (0)|Views: 895 |Likes:
Published by invitejoker
tinjauan pustaka dari skripsi yang akhirnya selesai.. silahkan dinikmati.. semoga bermanfaat :)
tinjauan pustaka dari skripsi yang akhirnya selesai.. silahkan dinikmati.. semoga bermanfaat :)

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: invitejoker on Apr 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/01/2013

pdf

text

original

 
16
TINJAUAN PUSTAKAA. Monopoli1. Pengertian Monopoli
Secara etimologi, kata monopoli berasal dari bahasa Yunani, yaitu µ
monos
yang artinya satu atau sendiri, dan µ
polein
¶ yang artinya yang menjual atau penjual.Dari etimologi monopoli tersebut dapat diartikan bahwa monopoli adalah kondisi dimana hanya ada satu penjual yang menawarkan suatu barang atau jasa tertentu
2
.Monopoli dianggap bersifat buruk bagi ekonomi karena membatasi perdaganganbebas yang memperbolehkan pasar dalam menentukan harga. Karena hanya ada satupenjual yang menguasai pasar, maka penjual tersebut dapat menetapkan harga yangdiinginkannya, harga yang dapat memberikan keuntungan maksimal, tanpamempedulikan konsumen, karena penjual tersebut tahu bahwa konsumen tidak punyapilihan lain. Penjual tersebut juga dapat menyediakan produk yang mutunya lebihrendah. Hal ini juga merupakan sifat buruk monopoli karena penjual tidak memilikidorongan untuk berinovasi dan menyediakan produk yang baru dengan kualitas yanglebih baik.Dalam perkembangannya, istilah monopoli sering dipakai orang untuk menunjuk tiga titik berat yang berbeda.
Pertama
, istilah monopoli dipakai untuk menggambarkan suatu struktur pasar (keadaan korelatif permintaan dan penawaran).Roger E. Meiners memberikan definisi monopoli, yaitu: ³Struktur pasar yang mana
2
Siswanto, Arie,
Hukum Persaingan Usaha
, Jakarta: Ghalia Indonesia, 2002, hlm.18.
 
17
keluaran produksi dari suatu industri dikendalikan oleh penjual tunggal (hanya satupenjual saja) atau sekelompok penjual yang membuat keputusan bersama mengenaiproduksi dan harga´
3
. Dari pendapat tersebut, dapat dikatakan bahwa monopoli punbisa dilakukan oleh lebih dari satu penjual. Pendapat Meiners tersebut sedikit keluar dari definisi etimologis yang menjabarkan hanya satu penjual di dalam pasar monopoli.
edua
, istilah monopoli juga sering dipergunakan untuk menggambarkansuatu posisi. Yang dimaksudkan di sini adalah posisi penjual yang memilikipenguasaan dan kontrol eksklusif atas barang atau jasa tertentu.
etiga
, istilahmonopoli juga digunakan untuk menggambarkan kekuatan (
power 
) yang dipegangoleh penjual untuk menguasai penawaran, menentukan harga, serta memanipulasiharga. Dari ketiga pengertian ini, istilah monopoli sering digunakan dalamhubungannya dengan menguasai pangsa pasar yang relatif cukup besar. Dengandemikian, konsumen hanya mempunyai pilihan terbatas dengan suatu produk yangditawarkan, dengan harga melebihi dari yang ditawarkan oleh monopolis. Pasar monopoli tidak terikat pada jumlah permintaan, namun monopolis akan dapatmenjual harga pokoknya sesuai dengan kemauannya kepada konsumen ataumasyarakat. Hal ini terjadi karena monopolis memiliki penguasaan dan kontroleksklusif atas produk, serta mempunyai kekuatan (
power 
) dalam hal penguasaanpenawaran, bahkan sekaligus menentukan harga.Meskipun ada titik berat yang berbeda-beda dalam penggunaan istilah,monopoli secara umum menggambarkan fakta yang sama, yakni pemusatan kekuatan
3
 
Ib
id 
., hlm.19.
 
18
penawaran eksklusif pada pihak penjual dalam suatu pasar. Dengan bertitik tolak pada pengertian sederhana ini, orang memperhadapkan monopoli dengan persaingan.Berbeda dengan persaingan yang bersifat mendesentralisasikan kekuatan ekonomi, didalam monopoli justru terkandung pengertian adanya pemusatan kekuatan ekonomiatau sentralisasi ekonomi.R.B. Suhartono dalam ³
urnal Hukum Bisnis
´ mengatakan bahwa monopoliterbentuk jika hanya satu pelaku mempunyai kontrol ekslusif terhadap pasokanbarang atau jasa di suatu pasar, dan dengan demikian juga terhadap penentuanharganya
4
. Karena dalam pasar terdapat transaksi pembelian di samping penjualan,maka dapat dibedakan antara adanya monopoli berupa penjual tunggal danmonoposoni yang menyangkut pembeli tunggal. Sehingga menjadikan hak monopolidan aset-aset produksi semakin terpusat kepada segelintir orang, yang merupakancikal bakal lahirnya konglomerasi.. Dengan tidak adanya pesaing, monopolimerupakan pemusatan kekuatan pasar di satu pihak. Bila di samping kekuatantunggal itu ada pesaing-pesaing lain namun peranannya kurang berarti, makapasarnya bersifat monopolistis. Dalam praktiknya sebutan monopoli jugadiberlakukan bagi pelaku yang menguasai bagian terbesar pasar. Secara lebihlonggar, pengertian monopoli juga mencakup struktur pasar di mana terdapatbeberapa pelaku, namun karena peranannya yang begitu dominan, maka dari segipraktis, pemusatan kekuatan pasar sesungguhnya ada di satu pihak saja.
4
Suhasril, dan Mohammad Taufik Makarao, Hukum Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan UsahaTidak Sehat di Indonesia, 2010, Bogor: Ghalia Indonesia, hlm.28

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->