Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Contoh penghitungan Buruh Harian

Contoh penghitungan Buruh Harian

Ratings: (0)|Views: 825|Likes:
Published by rivyal

More info:

Published by: rivyal on Apr 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2013

pdf

text

original

 
Contoh penghitungan Buruh Harian :IV.1.1 Seto dengan status belum menikah. pada bulan Januari 2006 bekerjasebagai buruh harian pada PT Hanif Sejahtera. Ia bekerja selama 10 hari danmenerima upah harian sebesar Rp 110.000,00.Penghitungan PPh Pasal 21 terutang:Upah sehari Rp 110.000,00Dikurangi batas upah harian tidak dilakukan pemotongan PPh Rp 110,000,00²²²²²²± Penghasilan Kena Pajak Sehari Rp 0,00PPh Pasal 21 dipotong atas Upah sehari: Rp 0,00Sampai dengan hari ke-10, karena jumlah kumulatif upah yang diterima belummelebihi Rp 1.100.000,00, maka tidak ada PPh Pasal 21 yang dipotong.Misalkan Seto bekerja selama 11 hari, maka pada hari ke-11, setelah jumlahkumulatif upah yang diterima melebihi Rp 1.100.000,00, maka PPh Pasal 21terutang dihitung berdasarkan upah setelah dikurangi PTKP yang sebenarnya.Upah s.d hari ke-11 (Rp 110.000,00 x 11) Rp 1.210.000,00PTKP sebenarnya ( Rp 13.200.000,00 x 11 / 360) Rp 403.333,00²²²²²²²± Penghasilan Kena Pajak s.d hari ke-11 Rp 806.667,00PPh Pasal 21 terutang s.d hari ke-11Rp 806.667 x 5% Rp 40.333,00PPh Pasal 21 yang telah dipotong s.d hari ke-10 Rp 0,00²²²²²²²-PPh Pasal 21 yang harus dipotong pada hari ke-11 Rp 40.333,00Sehingga pada hari ke-11, upah bersih yang diterima Seto sebesar:Rp 110.000,00 ± Rp 40.333,00 = Rp 69.667,00Misalkan Seto bekerja selama 12 hari, maka penghitungan PPh Pasal 21 yangharus dipotong pada hari ke-12 adalah sebagai berikut:Upah s.d hari ke-12 ( Rp 110.000,00 x 12) Rp 1.320.000,00PTKP sebenarnya (Rp 13.200.000,00 x 12 /360) Rp 440.000,00²²²²²²²-Penghasilan Kena Pajak s.d hari 12 Rp 880.000,00PPh Pasal 21 terutang s.d hari ke-12Rp 880.000,00 x 5% Rp 44.000,00
 
PPh Pasal 21 telah dipotong s.d hari ke-11 Rp 40.333,00²²²²²²²± PPh Pasal 21 yang harus dipotong pada hari ke-12 Rp 3.667,00Sehingga pada hari ke-12, Seto menerima upah bersih sebesar:Rp 110.000,00 ± Rp 3.667,00 = Rp 106.333,00²-akhir kutipan² Triyani¶s Comment :Berdasarkan contoh perhitungan tsb penghasilan kena pajak yang menjadi dasar perhitungan PPh 21 utk tenaga harian lepas TIDAK DIBULATKAN.²-kutipan lagi²-IV.1.2. Abdullah (tidak menikah) pada bulan Maret 2006 bekerja padaperusahaan PT Gema Nusantara, menerima upah sebesar Rp 150.000,00 per hari.Penghitungan PPh Pasal 21Upah sehari Rp 150.000,00Upah sehari di atas Rp 110.000,00 = Rp 150.000,00 ± Rp 100.000,00 = Rp 40.000,00PPh Pasal 21 = 5% x Rp 40.000,00 = Rp 2.000,00 (harian)Pada hari kedelapan dalam bulan takwim yang bersangkutan, Abdullah telahmenerima penghasilan sebesar Rp 1.200.000,00, sehingga telah melebihi Rp1.100.000,00. Dengan demikian PPh Pasal 21 atas penghasilan Abdullah padabulan Maret 2006 dihitung sebagai berikut :Upah 8 hari kerja Rp 1.200.000,00PTKP : 8 x (Rp 13.200.000,00/360) Rp 293.333,00²²²²²²² Upah harian terutang pajak Rp 906.667,00
Pembulatan Rp 906.000,00
 PPh Pasal 21 = 5% x Rp 906.000,00 Rp 45.300,00PPh Pasal 21 yang telah dipotong7 x Rp 2.000,00 Rp 14.000,00²²²²²²± PPh Pasal 21 kurang dipotong Rp 31.300,00Jumlah sebesar Rp 31.300,00 ini dipotongkan dari upah harian sebesar Rp150.000,00 sehingga upah yang diterima Abdullah pada hari kerja kedelapanadalah Rp 150.000,00 ± Rp 31.300,00 = Rp 118.700,00Pada hari kerja ke 9 dan seterusnya dalam bulan takwim yang bersangkutan,jumlah PPh Pasal 21 per hari yang dipotong adalah :
 
Upah sehari Rp 150.000,00PTKP- untuk WP sendiri Rp 13.200.000,00 : 360 Rp 36.667,00²²²²²²± Upah harian terutang pajak adalah Rp 113.333,00
Pembulatan Rp 113.000,00
 PPh Pasal 21 terutang adalah 5% x Rp 113.000,00 = Rp 5.650,00²-akhir kutipan lagi²-Triyani¶s Comment :Dalam contoh perhitungan ke-2 untuk case yang sama (tenaga harian lepas)Penghasilan kena pajak yang menjadi dasar perhitungan PPh 21 DIBULATKANribuan kebawah.Pertanyaan :1) Berdasarkan contoh tsb diatas, bagaimana seharusnya perhitungan PPh 21untuk tenaga harian lepas, apakah penghasilan kena pajaknya DIBULATKAN dalamribuan kebawah atau TIDAK ?Jawaban Triyani (nanya sendiri jawab sendiri heheheh.. ) Berdasarkan contohperhitungan tsb diatas :1. Kalau penghasilannya s/d 110rb/hari, tetapi dalam 1 bln takwim lebih dari1,1Jt, penghasilan kena pajak-nya TIDAK DIBULATKAN.2. Kalau penghasilannya diatas 110rb/hari maka penghasilan kena pajak-nyaDIBULATKAN.Notes : Jawaban tsb adalah jawaban asal, sehingga bisa benar bisa jugasalah.. hehehehehe.Berikut ini adalah petunjuk umum untuk perhitungan PPh 21 atas tenaga harianlepas :a. Tentukan jumlah upah/uang saku harian, atau rata-rata upah/uang sakuyang diterima atau diperoleh dalam sehari:. upah/uang saku mingguan dibagi 6;. upah satuan dikalikan dengan jumlah rata-rata satuan yang dihasilkan dalam sehari;. upah borongan dibagi dengan jumlah hari yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaanborongan.b. Dalam hal upah/uang saku harian atau rata-rata upah/uang saku harian belum melebihi Rp110.000,00, dan jumlah kumulatif yang diterima atau diperoleh dalam bulan takwim yangbersangkutan belum melebihi Rp 1.100.000,00, maka tidak ada PPh Pasal 21 yang harusdipotong.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->