Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
19Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
traksi

traksi

Ratings: (0)|Views: 3,592|Likes:
Published by ney_nie

More info:

Published by: ney_nie on Apr 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/08/2013

pdf

text

original

 
PendahuluanSaat ini, penyakit muskuloskeletal telah menjadi masalah yang banyak dijumpai di pusat-pusatpelayanan kesehatan di seluruh dunia. Bahkan WHO telah menetapkan dekade ini (2000-2010)menjadi Dekade Tulang dan Persendian. Penyebab fraktur terbanyak adalah karena kecelakaanlalu lintas. Kecelakaan lalu lintas ini, selain menyebabkan fraktur, menurut WHO, jugamenyebabkan kematian 1,25 juta orang setiap tahunnya, dimana sebagian besar korbannyaadalah remaja atau dewasa muda.Terdapat beberapa pengertian mengenai fraktur, sebagaimana yang dikemukakan para ahlimelalui berbagai literature. Menurut FKUI (2000), fraktur adalah rusaknya dan terputusnyakontinuitas tulang, sedangkan menurut Boenges, ME., Moorhouse, MF dan Geissler, AC (2000)fraktur adalah pemisahan atau patahnya tulang. Back dan Marassarin (1993) berpendapat bahwafraktur adalah terpisahnya kontinuitas tulang normal yang terjadi karena tekanan pada tulangyang berlebihan.TRAKSITraksi adalah tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani kerusakan ataugangguan pada tulang dan otot. Tujuan dari traksi adalah untuk menangani fraktur, dislokasimatau spasme otot dalam usaha untuk memperbaiki deformitas dan mmpercepat penyembuhan.Ada dua tipe utama dari traksi : traksi skeletal dan traksi kulit, dimana didalamnya terdapatsejumlah penanganan.Prinsip Traksi adalah menarik tahanan yang diaplikasikan pada bagian tubuh, tungkai, pelvisatau tulang belakang dan menarik tahanan yang diaplikasikan pada arah yang berlawanan yangdisebut dengan countertraksi. Tahanan dalam traksi didasari pada hokum ketiga (Footner, 1992and Dave, 1995). Traksi dapat dicapai melalui tangan sebagai traksi manual, penggunaan talimsplint, dan berat sebagaimana pada traksi kulit serta melalui pin, wire, dan tongs yangdimasukkan kedalam tulang sebagai traksi skeletal (Taylor, 1987 and Osmond, 1999).Penggunaan traksi telah dimulai 3000 tahun yang lalu. Suku Aztec dan mesir menggunakantraksi manual dan membuat splint dari cabang pohon (Styrcula, 1994 a and Osmond, 1990) danHippocrates (350 BC) menulis tentang traksi manual dan tahanan ekstensi dan ekstensi yangberlawanan (Styrcula, 1994 a: 71). Pada tahun 1340 ahli bedah Perancis bernama Guy deChauliac menulis tentang traksi isotonic dengan berat yang ditahan pada kaki tempat tidur pasien, tetapi akibat pertimbangan praktek hal ini dilakukan hingga tahun 1829 ketika traksiberkesinambungan diaplikasikan secara luas (Peltier, 1968: 1603). Sekitar tahun 1848 JosiahCrosby seorang klinisi amerika merupakan orang yang pertama mempromosikan danmenunjukkan traksi kulit yang lebih efektif tidak hanya sebagai terapi dari fraktur melainkanjuga untuk menanani deformitas panggul (Peltier, 1968: 1609). Hal ini meripakan aplikasi yangmembuat perhatian Gurdon Buck yang pada tahun 1861 melalui pengetahuannya terhadap kerjaCrosby mempunyai traksi kulit yang dinamakan nama dirinya sendiri. Hal ini tidak dilakukanhingga pada tahun 1921 seorang ahli bedah Australia Hamilton Russel meluaskan konsep traksiBuck dengan menggunakan doktrin Pott’s (1780) bahwa fraktur tungkai harus ditempatkan padaposisi pada otot yang relaksm dinamakan fleksi panggul dan lutut, dengan mengembangkantraksi Hamilton Russel (Peltier, 1968: 1612). 26 tahun sebelumnya, pada bulan desember 1895,seorang professor German bernama Röntgen mempublikasikan observasinya dengan ‘tipe baruX-Ray’ dimana dimulai era baru dalam penelitian fraktur (Peltier, 1968:1613). Denganmenggunakan X-Ray untuk menilai terapi fraktur, dunia ortopedi berhadapan dengan kenyataan
 
dimana terapi traksi Buck tidak memuaskan 100% pada semua kasus dan tahun 1907 FritzSteinmann secara sukses mengembangkan traksi skeletal dengan menggunakan pin yangdimasukkan kedalam kondylus femur. (Peltier, 1968: 1615).Traksi telah menjadi sebuah ketetapan dalam management ortopedi hingga 1940 ketika fiksasiinternal menggunakan nail, pin dan plate menjadi praktek yang sering. Pengembangan iniberpasangan dengan kurangnya pembedahan fraktur dengan kebutuhan ekonomi untuk perawatan rumah sakit yang lebihPenggunaan Traksi telah didokumentasikan melalui banyak literature : traksi digunakan untuk mempromosikan istirahat/imobilisasi, dimana membuat keurusan tulang dan jaringan lunak menyembuh (Taylor, 1987; Dave 1995 and Redemann, 2002). Hal ini menolong untuk mengistirahatkan inflamasi yang ada dan mengurangi nyeri (Taylor, 1987; Dave, 1995 andOsmond, 1999). Osmond (1999) Menyatakan bahwa hal ini mengurangi subluksasi ataudislokasi dari sendi dan Styrcula (1994a) serta Rosen, Chen, Hiebert dan Koval (2001)memberikan kredit dalam penggunaan traksi dengan reduksi tahanan yang dibutuhkan ketikamelakukanreduksi fraktur selama pembedahan. Akhirnya, traksi juga dikatakan untuk membantupergerakan dan latihan (Dave, 1995 and Redemann, 2002).Mekanisme traksi meliputi tidak hanya dorongan traksi sebenarnya tetapi juga tahanan yangdikenal sebagai kontertraksi, dorongan pada arah yang berlawanan, diperlukan untuk keefektifantraksi, kontertraksi mencegah pasien dari jatuh dalam arah dorongan traksi. Tanpa hal itu,spasme otot tidak dapat menjadi lebih baik dan semua keuntungan traksi hanya menjadi lewatsaja. Ada dua tipe dari mekanik untuk traksi, dimana menggunakan Kontertraksi dalam dua carayang berbeda. Yang pertama dikenal dengan traksi keseimbangan, juga dikenal sebagai traksiluncur atau berlari. Disini traksi diaplikasikan melalui kulit pasien atau dnegan metode skeletal.Berat dan katrol digunakan untuk mengaplikasikan tahanan langsung sementara berat tubuhpasien dalam kombinasi dengan elevasi dari dorongan tempat tidur traksi untuk menyediakankontertraksinya (Taylor, 1987, Styrcula, 1994a; Dave, 1995 and Osmond, 1999). Traksi Buck akan menjadi contoh dari ha ini. Yang kedua dinamakan traksi fixed dan kontertraksidimasukkan diantaran 2 point cocok yang tidak membutuhkan berat atau elevasi tempat tidur untuk mencapai traksi dan kontertraksi. Splibt Thomas merupakan contoh dari system traksi ini.(Taylor, 1987, Styrcula, 1994a; Dave, 1995 and Osmond, 1999).Komponen Mekanis dari system traksi, katrol (pulley), tahanan vector dan friksi, terkait denganbeberapa factor : cara dimana kontertraksi diaplikasikan dan sudut, arah, serta jumlah tahanantraksi yang diaplikasikan (Taylor, 1987: 3). Sudut dan arah dorongan traksi bergantung padaposisi katrol dan jumlah efek katrol sama dengan jumlah dorongan yang diaplikasikan. Ketikadua katrol segaris pada berat traksi yang sama maka disebut dengan ‘block and tackle effect”hamper menggandakan jumlah dari tahanan dorongan. Tahanan vector diciptakan denganmengaplikasikan tahanan traksi pada dua yang berebda tetapi tidak berlawanan terhadap sisitubuh yang sama. Hasil ini menghasilkan tahanan ganda untuk dorongan traksi yang actual.(Taylor, 1987 and Styrcula, 1994a).Friksi selalu ada dalam setiap system traksi. Friksi memberikan resistansi terhadap dorongantraksi mala mengurangi tahanan traksi. Hal ini diperlukan untuk meminimalisir kapanpun danbagaimanapun kemungkinan nantinya. (Taylor, 1987 and Styrcula, 1994a).
 
Kita dapat mnggunakan traksi : (1) untuk mendorong tulang fraktur kedalam tempat memulai,atau (2) untuk menjaga mereka immobile sedang hingga mereka bersatu, atau, (3) untuk melakukan kedua hal tersebut, satunya diikuti dengan yang lain. Untuk mengaplikasikan traksidengan sempurna, kita harus menemukan jalan untuk mendapatkan tulang pasien yang fraktur dengan aman, untuk beberapa minggu jika diperlukan. Ada dua cara untuk melakukan haltersebut : (1) memberi pengikat ke kulit (traksi kulit). (2) dapat menggunakan Steinmann pin, aDenham pin, atau Kirschner wire melalui tulangnya (traksi tulang). Tali kemudian digunakanuntuk mengikat pengikatnya, pin atau wire, ditaruh melalui katrol, dan dicocokkan dengan berat.Berat tersebut dapat mendorong pasien keluar dari tempat tidurnya, sehingga kita biasanyamembutuhkan traksi yang berlawanan dengan meninggikan kaki dari tempat tidurnya. Salah satudari tujuan utama dari traksi adalah memperbolehkan pasien untuk melatih ototnya danmenggerakkan sedinya, jadi pastikan bahwa pasien melakukan hal ini. Traksi membutuhkanwaktu untuk diaplikasikan dan diatur, tetapi hal ini dapat dengan mudah datur dengan asisten.Traksi kebanyakan berguna pada kaki. Dilengan hal ini masih kurang nyaman, tidak meyakinkan, sulit untuk dijaga, dan frustasi untuk pasien. Untuk kesemua alasan ini, traksilengan hanya digunakan dalam keadaan pengecualian yang lebih jauh. Mengelaborasikan Jenisdari traksi, seperti Hamilton dan Russel untuk kaki, membutuhkan peralatan yang tidak semuanya punya. Jadi, hanya dibahas alat-alat sederhana yang digunakan dimakalah ini.Klasifikasi Traksi didasari pada penahan tubuh yang dicapai :1. Traksi Manual menunjukkan tahanan dorongan yang diaplikasikan terhadap seseorang dibagian tubuh yang terkena melalui tangan mereka. Dorongan ini harus constant dan gentle.Traksi manual digunakan untuk mengurangi fraktur sederhana sebelum aplikasi plesrer atauselama pembedahan. Hal ini juga digunakan selama pemasangan traksi dan jika ada kebutuhansecara temporal melepaskan berat traksi (Taylor, 1987; Styrcula, 1994a and Osmond, 1999).2. Traksi Sekeletal menunjukkan tahanan dorongan yang diaplikasikan langsung ke sekeletonmelalui pin, wire atau baut yang telah dimasukkan kedalam tulang (Taylor, 1987; Styrcula,1994a dan Osmond, 1999). Untuk melakukan ini berat yang besar dapat digunakan. Traksiskeletal digunakan untuk fraktur yang tidak stabil, untuk mengontrol rotasi dimana berat lebihbesar dari 25 kg dibutuhkan dan fraktur membutuhkan traksi jangka panjang (Styrcula, 1994aand Osmond, 1999).3. Akhirnya traksi kulit menunjukkan dimana dorongan tahanan diaplikasikan kepada bagiantubuh yang terkena melalui jaringan lunak (Taylor, 1987; Styrcula, 1994a and Osmond, 1999).Hal ini bisa dilakukan dalam cara yang bervariasi : ekstensi adhesive dan non adhesive kulit,splint, sling, sling pelvis, dan halter cervical (Taylor, 1987; Styrcula, 1994a and Osmond, 1999).Dikarenakan traksi kulit diaplikasikan kekulit kurang aman, batasi kekuatan tahanan traksi.Dengan kata lain sejumlah berat dapat digunakan (Taylor, 1987; Styrcula, 1994a and Osmond,1999). Berat harus tidak melebihi (3-4 kg) (Taylor, 1987; Osmond, 1999 dan Redemann, 2002).Traksi kulit digunakan untuk periode yang pendek dan lebih sering untuk manajemen temporer fraktur femur dan dislokasi serta untuk mengurangi spasme otot dan nyeri sebelum pembedahan(Taylor, 1987; Styrcula, 1994a and Dave, 1995).Traksi Kulit versus Traksi TulangKulit hanya bisa dapat menahan sekitar 5 kg traksi pada orang dewasa. Jika lebih dari ini tahananyang dibutuhkan untuk mendapatkan dalam menjaga reduksi, traksi tulang mungkin diperlukan.Hindari traksi tulang pada anak-anak- plate pertumbuhan dapat dengan mudah hancur dengan pintulang.

Activity (19)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Andrizal Syahaja liked this
ietha_x5521 liked this
rezaariyanda liked this
rezaariyanda liked this
Diah Adja liked this
Syexa Naru liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->