Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perempuan di Parlemen: Perbandingan Indonesia dan Finlandia

Perempuan di Parlemen: Perbandingan Indonesia dan Finlandia

Ratings: (0)|Views: 1,403|Likes:

More info:

Published by: Riri Malikah Nasution on Apr 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/17/2013

pdf

text

original

 
1
PEREMPUAN DI PARLEMEN
Analisa Perbandingan antara Indonesia dengan Finlandia
 
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas
Pengantar Ilmu Hubungan Internasional
Dosen: Rizky DamayantiOleh:
Siti Octrina Malikah209000061PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONALFAKULTAS FALSAFAH DAN PERADABANUNIVERSITAS PARAMADINA2009
 
2
 
BAB I
PENDAHULUAN
Sejak zaman mesolitikum dimana manusia sudah tidak lagi nomaden dan mulai menetap, seringterjadi perburuan yang mengakibatkan tewasnya manusia yang satu karena manusia yang lainnyadan tanpa terkecuali kaum perempuan. Setelah itu manusia berpikir apabila semua kaumperempuan terbunuh maka spesies mereka akan habis karena tidak ada kesempatan untuk bereproduksi. Oleh karena itu kaum perempuan cenderung dilindungi di rumah untuk melahirkandan mengurus anak-anaknya. Hal ini menciptakan sistem pembagian kerja yang mencolok, kaumlaki-laki cenderung melindungi dan kaum perempuan dilindungi, kaum laki-laki berburubinatang dan kaum perempuan mengutip buah-buahan, dan tentunya dalam dunia perpolitikankaum laki-laki juga sudah lebih dahulu berkecimpung.Zaman dahulu, sudah dikenal pemilihan kepala suku yang diharuskan berjenis kelamin laki-laki,karena stigma yang berkembang di masyarakat laki-laki yang mampu menaklukkan binatanglebih tangguh dan lebih kuat untuk melindungi masyarakat sukunya daripada kaum perempuanyang hanya mampu mengurus anak dan mengutip buah-buahan. Sebenarnya bukan perempuantidak mampu, hanya saja sejak awal kaum perempuan telah tertinggal dari kaum laki-laki dalamhal kekuasaan. Termasuk dalam dunia perpolitikan, bisa dikatakan perempuan adalah pendatangbaru. Berdasar sosiologi, yang menyebabkan diskriminasi ini timbul adalah beban kerja yangdiberikan kepada perempuan itu sendiri di mana perermpuan mempunyai peran ganda.Kegiatan manusia dibagi menjadi dua lingkup, yaitu :1.
 
Lingkup publik : terkait peran serta seorang individu dalam bersosialisasi denganlingkungan dan masyarakat luas2.
 
Lingkup privat : disebut juga lingkup pribadi, terkait peran seorang individu denganpribadi dan keluarganya.
 
3
 
U
ntuk dua jenis lingkup di atas, perempuan selalu ditempatkan di lingkup privat yangdihubungkan dengan reproduksi dan pemeliharaan anak dan dalam semua lapisan masyarakatkegiatan tersebut dianggap kegiatan inferior (tidak berpengaruh banyak kepada masyarakat).Sebaiknya, kehidupan publik yang dihormati dan disanjung di mana mencakup kegiatan yanglebih luas jika dibandingkan dengan kegiatan lingkup privat, secara historis telah ditempati dandidominasi oleh kaum laki-laki dan menerapkan sebuah kekuasaan untuk menempatkanperempuan dalam kedudukan termarjinalisasi lingkup privat.Walaupun perempuan berperan penting dalam kelangsungan hidup keluarga dan masyarakat dankontribusi mereka bagi pembangunan, mereka sudah terlanjur dikucilkan dalam dunia politik danpengambilan keputusan. Di semua bangsa, faktor-faktor paling signifikan yang menghambatkemampuan perempuan untuk ikut serta dalam kehidupan publik adalah kerangka budaya darinilai-nilai kepercayaan agama, adanya pengabaian laki-laki dalam pembagian beban kerja dirumah tangga serta mengurus anak-anak. Di hamper semua bangsa, tradisi budaya dankepercayaan agama telah mengekang perempuan di lingkup privat dan memperkecilkemungkinan mereka untuk berkecimpung di dunia public.Meringankan perempuan dari sebagian beban pekerjaan rumah tangga akan memungkinkanmereka untuk terlibat lebih penuh dalam kegiatan bermasyarakat. Ketergantungan ekonomiperempuan kepada laki-laki seringkali menghalangi mereka untuk mengambil keputusan-keputusan politik yang penting dan partisipasi aktif dalam kehidupan public. Beban kerja gandamereka dan ketergantungan ekonomi, dibarengi dengan jam kerja yang lama dan tidak fleksibelbaik dalam kerja public ataupun politik telah menghalangi perempuan menjadi lebih aktif.Perlakuan stereotype, seperti yang dilakukan media, membatasi perempuan dalam kehidupanberpolitik pada isu-isu seperti lingkungan, kesehatan, dan kurang melibatkan mereka dalamtanggung jawab keuangan serta resolusi konflik di suatu pemerintahan. Di negara-negara dimana perempuan memiliki dan memegang kekuasaan kebanyakan bisa terjadi karena pengaruhbapak, suami, atau saudara laki-laki mereka yang telah memiliki
power 
lebih dahulu, bukanmurni karena terpilihnya mereka melalui pemilu.Prinsip kesetaraan perempuan dan laki-laki telah ditegaskan dalam konstitusi dan hukumsebagian besar negara di dunia dan di dalam semua instrument hukum internasional. Namun,

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Radit Wicaksono liked this
Satria Efendi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->