em
p
at kriteria dasar bagi
p
emerintahan yang abash dalam Islam. Pertama,
p
emerintah harusbertanggungjawab ke
p
ada
A
llah dan syariah-Nya. Kedua,
p
emerintah di
p
ercaya danbertanggungjawab ke
p
ada rakyat dengan memenuhi ke
p
ercayaan yang telah mereka berikan.Ketiga, harus ada musyawarah dengan melibatkan
p
artisi
p
asi masyarakat seluas mungkin, baik secara langsung mau
p
un tidak. Keem
p
at, harus ada keadilan dan
p
ersamaan bagi semua kalangandi hada
p
an hukum.
Histori di Masa Lalu
A
da suatu kekhawatiran, ketika Nabi Muhammad S
A
W terbaring sakit. Banyak kaummuslim yang khawatir akan timbulnya
p
er
p
ecahan dan akhirnya meminta Muhammad untuk mengangkat
p
enggantinya. Namun, Muhammad menolaknya seraya menjelaskan bahwatugasnya sebagai Nabi telah selesai. Kebijakan Muhammad S
A
W saat itu memberikan dua
p
oinyang
p
enting,
p
ertama a
p
abila Muhammad menunjuk
p
enggantinya, maka orang tersebut akanmengklaim dirinya tidak bisa berbuat salah dan akan gam
p
ang menyalahgunakan kekuasaan.Dengan demikian akan sangat sulit, kalau tidak boleh dikatakan mustahil, untuk da
p
atmenghentikannya.Kedua, sistem
p
olitik sekarang ini semakin berkembang, a
p
abila Nabi Muhammad S
A
Wtelah meneta
p
kan satu format tertentu sebelum beliau meninggal, maka akan merugikan bagimasa de
p
an generasi muslim.Para sahabat memutuskan untuk mencari tokoh yang da
p
at memim
p
in umat Islam.Suksesi ke
p
emim
p
inan
p
ada waktu itu dilakukan
p
ara sahabat dengan musyawarah (syura) dan
p
emilihan. Masyarakat Islam dengan sukarela dan tan
p
a
p
aksaan mengakui dan menyetujuiem
p
at sahabat Rasulullah, secara berurutan,
A
bu Bakar as-Siddiq, Umat bin Khattab, Usman bin
A
ffan dan
A
li bin
A
bi Thalib, menjadi Khulafa' ar-Rasyidin (
p
ara
p
engganti yang memberibimbingan). Pemilihan dan musyawarah dilakukan sesuai dengan kondisi saat itu.
Sejak saatitulah, kemudian muncul istilah syura dalam kehidu
p
an
p
olitik, sosial, dan kemasyarakatan umatIslam. Syura berarti
p
ermusyawaratan, hal bermusyawarah atau konsultasi.