Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
groin

groin

Ratings: (0)|Views: 402|Likes:
Published by hrohmulyanti

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: hrohmulyanti on Apr 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/14/2013

pdf

text

original

 
Analisa Groin Terhadap perubahan Garis Pantai
Hadian RohmulyantiAbstract
Penanganan abrasi yang sering digunakan di Indonesia adalah dengan membuatbangunan pelindung pantai salah satunya groin. Groins atau juga disebut sebagai spur breakwater dibangun sebagai bangunan perlindungan pantai yang berdiri dari garis pantaihingga surf zone, tegak lurus terhadap garis pantai. Groin dibangun pada pantai yangtererosi dengan menjebak littoral drift atau memperlambat erosi di pinggiran pantai, groinuga sering disalah artikan sebagai jetty. Permasalahan yang dibahas dalam makalah iniadalah mengevaluasi kemungkinan groin menyuplai down-drift beach serta evolusi yangterjadi di garispantai. Hal ini termasuk pengisian pada kompartemen groin dan pantai yang
Keywords
:
groin, abrasi,littoral transport,
1.
Pendahuluan
Kerusakan lingkungan akan semakin bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Contohyang sering kita jumpai di bidang kelautan yaitu masalah dan erosi abrasi pantai. Hal ini terjadihampir di seluruh wilayah di Indonesia. Berdasar inventarisasi Puslitbang Pengairan(Syamsudin & Kardana, 1997) tercatat tak kurang dari 60 lokasi pantai dan muara di 17propinsi mengalami kerusakan. Problem erosi di Indonesia telah mencapai tahapan kritis,karena banyak lahan yang hilang, prasarana jalan dan perumahan yang rusak akibat erosi.Masalah ini harus segera diatasi karena dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi makhluk hidup, tidak terkecuali manusia.Pantai yang menjadi objek penting untuk diselamatkan memiliki zona gerakan material yangmenurut Hallermeier (1978,1981) dalam (CUR, 1987) dibagi menjadi 3 yaitu1)
Littoral zone
adalah perairan antara garis pantai sampai kedalaman d1. Pada daerah initerjadi gerakan material sangat intensif dan signifikan, baik
longshore transport 
ataupun
crossshore transport 
.2)
Shoal zone
adalah perairan dari kedalaman d1 sampai kedalaman di. Pada daerah initerjadi gerakan material
cross shore transport 
yang cukup signifikan.Gelombang sudah tidakbegitu berpengaruh pada gerakan material dasar, sehingga daerah ini terjadi prosespendangkalan.3)
Offshore zone
adalahperairandarikedalaman di kearahlautdalam. Pada daerah ini gerakangelombang sudah tidakberpengaruh pada material dasar.d1 =1,75( Hs)
0,137
.
2.
1
= (2) Keterangan :d1 = kedalaman air diukurdari MSL, merupakanbatasluar 
littoral zone
di = kedalaman air diukurdari MSL, merupakanbatasluar 
shoal zone
.
 
( Hs)
0,137
= tinggigelombangsignifikandenganfrekuensiterlampaui 0,137 % (12 jam per tahun)
Gambar 1.Zonasi Profil Pantai (Hallermeier, 1978)Zona zona ini mempengaruhi perubahan garis pantai dan transport sedimen yang terjadi.Perubahan garis pantai sendiri memiliki beberapa periode waktu yaitu :
(a) evolusi geologi yang terjadi selama ratusan tahun,Evolusi geologi terjadi secara regional untuk seluruh kawasan misalnya seluruhkawasan Pulau Batam ataupun Teluk Jakarta.
(b)
evolusi jangka panjang (
long-term evolution
) yang terjadi dalam orde tahunan ataupuluhan tahun
Long-term evolution
terjadi untuk sebagian pantai di antara
headland 
(tempat yangtetap seperti batuan, bangunan pantai dan lain-lain).(c) evolusi yang terjadi dalam jangka musiman (evolusi yang terjadi pada saat arus dangelombang terbesar).Evolusi musiman terjadi pada sebagian pantai, diakibatkan misalnya oleh topan,gelombang (
major storm
). Evolusi musiman ini sifatnya merusak dan kemudianberangsur-angsur perubahan musiman ini akan kembali kepada keseimbangannya.
2. Pembahasan
Groin merupakan bangunan pelindung pantai yang biasanya dibuat tegak lurus garis pantai,dan berfungsi melindungi pantai dari gangguan kesetimbangan angkutan sedimen sejajar pantai (
longshore transport 
). Bangunan ini juga bias digunakan untuk menahan masuknyapengiriman sedimen sepanjang pantai kepelabuhan atau muara sungai.Groin hanya bisa menahan pengiriman sedimen sepanjang pantai. Groin yang ditempatkandi pantai akan menahan gerak sedimen tersebut, sehingga akan mengendap disisi sebelahhulu (terhadap arah pengiriman sedimen sepanjang pantai). Di sebelah hilir groin angkutansedimen masih tetap terjadi, sementara suplai dari sebelah hulu terhalang oleh bangunan,akibatnya daerah di hilir groin mengalami defisit sedimen sehingga pantai mengalami erosi.Keadaan tersebut menyebabkan terjadinya perubahan garis pantai yang akan terusberlangsung sampai dicapai suatu keseimbangan baru. Keseimbangan baru akan tercapaipada saat sudut yang dibentuk oleh gelombang pecah terhadap garis pantai baru adalahnol.Beberapa penelitian menunjukkan bahwa keberadaan kumpulan groin justru meningkatkanarus sirkulasi di antara dua groin dan membentuk
rip curren
yang akan mengangkutsedimen hilang ke lepas pantai. Erosi yang terjadi di daerah hilir groin juga dapatmembahayakan keamanan bangunan di sebelahnya. Dari sisi estetis adanya kribmengganggu keindahan dan kenyamanan pejalan kaki di pantai. Selain itu
groin
samasekali tidak efektif untuk mengatasi permasalah erosi yang disebabkan oleh angkutan
 
sedimen tegak lurus pantai (
cross-shore transport 
). Oleh karenanya sebelum pembangunangroin, diharuskan ada studi mengenai kondisi pantainya terlebih dahulu.
2.1
Permodelan
Model numeric perubahan garis pantai pada umumnya didasarkan pada persamaankontinuitas angkutan sedimen pantai, dan skematisasi perubahan garis pantai. Salah satuskematisasi perubahan garis pantai adalah skematisasi dengan garis lurus yang pertamakali dikemukakan oleh Pelnard-Considere (Bijker, 1968).Perubahan garis pantai akibat adanya bangunan pelindung pantai seperti groin dapatdimodelkan pada berbagai soft ware seperti genesis. Kajian model numeris menunjukkanadanya erosi di daerah downdrift bangunan.Akibat halangan bangunan, arus berbelok menuju arah laut sehingga menimbulkanperbedaan elevasi di sebelah
updrift 
bangunan. Pengaruh ini menyebabkan terbentuknyaarus olakan dari arah laut menyusur dinding kebagian kaki struktur. Di ujung bangunanterjadi penumpukan arus karena halangan struktur. Sudut dating gelombang 45 (terhadapgaris normal pantai) dan arus yang bergerak dari arah ujung bangunan menyebabkanperbedaan elevasi di bagian
downdrift 
bangunan.Perbedaan ini membangkitkan arus olakan dari laut menuju kearah garis pantai danmenyusur dinding bangunan kembali kelaut. Di
updrift 
bangunan terjadi proses sedimentasiakibat terhalangnya arus yang membawa material. Pembelokan dan mengecilnyamagnitude arus menyebabkan kecepatan jatuh partikel lebih dominan bekerja terhadappartikel sedimen dibanding transport arus.Di sebelah
updrift 
kaki bangunan terjadi sedimentasi akibat arus olakan bermagnitud kecilmembawa material sedimen yang bergerak menyusur dinding kearah darat. Di
downdrift 
bangunan terjadi penggerusan untuk mengimbangi transport sedimen yang terperangkapoleh bangunan. Penggerusan ini juga disebabkan karena adanya arus olakan yang terjadidi
downdrift 
bangunan. Hasil diagnose dengan model numeric terhadap erosi pantai akibatadanya bangunan tegak lurus pantai terlihat pada gambar 2
.
Gambar 2. Perubahan garis pantai karena adanya groin.

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Pratama Bijak liked this
Pratama Bijak liked this
Siti Saodah liked this
Dina Tarigan liked this
Siti Saodah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->