Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sarana Berpikir ilmiah

Sarana Berpikir ilmiah

Ratings: (0)|Views: 703 |Likes:
Published by sudartoguntoro
Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah diperlukan sarana berupa bahasa. Bahasa merupakan alat komunikasi verbal yang dipakai dalam seluruh berpikir ilmiah dimana bahasa merupakan alat berpikir dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran tersebut pada orang lain
Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah diperlukan sarana berupa bahasa. Bahasa merupakan alat komunikasi verbal yang dipakai dalam seluruh berpikir ilmiah dimana bahasa merupakan alat berpikir dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran tersebut pada orang lain

More info:

Published by: sudartoguntoro on Apr 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/09/2013

pdf

text

original

 
PENDAHULUANA.Latar belakang masalahPerbedaan utama antara manusia dan binatang terletak pada kemampuan manusia mengambil jalan melingkar dalam mencapai tujuannya. Seluruh pikiran binatang dipenuhi oleh kebutuhan yang menyebabkan mereka secara langsung mencari objek yang diinginkannya atau membuang benda yang menghalanginya. Misalnya seekor monyet yangmenjangkau sia-sia benda yang dia inginkan; sedangkan manusia yang paling primitif pun telah tahu mempergunakan bandringan, laso atau melempar dengan batu. ) Manusia sering disebut Homo Faber; makhluk yang membuat alat, kemampuan membuat alat dimungkinkan oleh pengetahuan. Berkembangnya pengetahuan juga memerlukan alat-alat.Dalam usaha kegiatan ilmiah diperlukan sarana berpikir. Tersedianya sarana tersebut memungkinkan dilakukannya penelitian ilmiah secara teratur dan cermat. Penguasaan sarana berpikir ilmiah ini merupakan suatu hal yang bersifat imperatif bagi seorang ilmuwan. Sarana ilmiah pada dasarnya merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh. Pada langkah tertentu biasanya diperlukan sarana yang tertentu pula. Salah satu sebab sarana merupakan alat yang membantu kita didalam mencapai suatu tujuan tertentu; dengan kata lainsarana ilmiah mempunyai fungsi-fungsi yang khas dalam kegiatan ilmiah secara menyeluruh.Sarana berfikir ilmiah dalam proses pendidikan kita, merupakan bidang studi tersendiri. Dalam hal ini kita harus memperhatikan dua hal. Pertama, sarana ilmiah bukan merupakan ilmu dalam pengertian bahwa sarana ilmiah itu merupakan kumpulanpengetahuan yang didapatkan berdasarkan metode ilmiah. Kedua, tujuan mempelajarisarana ilmiah adalah memungkinkan kita melakukan penelaahan ilmiah secara baik,sedangkan tujuan mempelajari ilmu dimaksudkan untuk mendapatkan pengetahuan yang memungkinkan kita untuk bisa memecahkan masalah kita sehari-hari. Dalam hal ini sarana berpikir ilmiah merupakan alat bagi cabang-cabang pengetahuan untuk mengembangkan materi pengetahuannya berdaarkan metode ilmiah. Kesimpulannya fungsisarana berpikir ilmiah adalah membantu proses metode ilmiah dan bukan merupakan ilmu itu sendiri.Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah diperlukan sarana berupa bahasa.Bahasa merupakan alat komunikasi verbal yang dipakai dalam seluruh berpikir ilmiah dimana bahasa merupakan alat berpikir dan alat komunikasi untuk menyampaikanjalan pikiran tersebut pada orang lain. Kemampuan berpikir ilmiah yang baik harus didukung oleh penguasaan sarana berpikir dengan baik pula. Karena kegiatan keilmuan tidak mencapai taraf yang memuaskan sekiranya berpikir ilmiahnya memang kurang dikuasai. Bagaimana mungkin seseorang bisa melakukan penalaran yang cermattanpa menguasai struktur bahasa yang tepat.B.Rumusan Masalah1.Bagaimana konsep bahasa sebagai sarana berfikir ilmiah ?2.Apa yang dimaksud dengan berpikir ilmiah ?3.Apakah sebenarnya bahasa ?4.Apa fungsi bahasa bagi manusia ?5.Apa kekurangan bahasa sebagai sarana berpikir ilmiah ?2C.TujuanDalam penulisan makalah ini diharapkan dapat :1.Memberikan kontribusi positif bagi mahasiswa dan pembaca pada umumnya.2.Memahami konsep bahasa sebagai sarana berpikir ilmiah3.Mengerti dan memahami pengertian, fungsi dan kekurangan bahsasa sebagai
 
sarana berpikir ilmiah3PEMBAHASANA.Konsep Bahasa sebagai sarana berpikir ilmiahKeunikan manusia sebenarnya bukanlah terletak pada kemampuan berpikirnya melainkan terletak pada kemampuannya berbahasa. Ernst Cassiret menyebut manusia sebagaiAnimal Symbolicum, yaitu makhluk yang mempergunakan simbol, yang secara generikmempunyai cakupan luas daripada Homo Sapiens yakni makhluk yang berpikir, sebabberpikirnya manusia menggunakan simbol ). Tanpa mempunyai kemampuan berbahasa maka kegiatan berpikir secara sistematis dan teratur tidak mungkin dapat dilakukan dan juga manusia tak mungkin mengembangkan kebudayaannya sebab tanpa mempunyaibahasa maka hilang pulalah kemampuan untuk meneruskan nilai-nilai budaya dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Simpul Aldous Huxley, ”Tanpa bahasa,” manusiatak berbeda dengan anjing atau monyet.” )Manusia dapat berpikir dengan baik karena dia mempunyai bahasa. Tanpa bahasa manusia tidak dapat berpikir rumit dan abstrak seperti yang kita lakukan dalam kegiatan ilmiah juga tanpa bahasa manusia tidak dapat mengkomunikasikan pengetahuankita kepada orang lain. Berpikir abstrak yang dimaksud adalah dimana obyek-obyekyang faktual di transformasikan menjadi simbol bahasa yang bersifat abstrak. Adanya simbol yang bersifat abstrak ini memungkinkan manusia untuk memikirkan sesuatu secara berlanjut. Demikian juga bahasa memberikan kemampuan untuk berpikir teratur dan sistematis yang diwujudkan lewat perbendaharaan kata-kata yang dirangkaikan oleh tata bahasa untuk mengemukakan jalan pemikiran atau ekspresi perasaan. Kedua asapek bahasa ini yakni informatif dan emotif tercermin dalam bahasa yang kita gunakan. Artinya kalau kita berbicara maka hakekatnya informasi yang kita sampaikan mengandung unsur-unsur emotif, demikian juga kalau kita menyampaikanperasaan maka ekspresi itu mengandung unsur-unsur informatif, misalnya musik dapat dianggap sebagai bentuk dari bahasa, dimana emosi terbebas dari informasi, sedangkan buku telepon memberikan kita informasi tanpa emosi”. ) Kalau kita telaahlebih lanjut, bahasa mengkomunikasikan tiga hal yakni buah pikiran, perasaan, dan sikap.B. Berpikir Ilmiah1. Pengertian Berfikir.Definisi yang paling umum dari berfikir adalah berkembangnya ide dan konsep di dalam diri seseorang (Bochenski, dalam Suriasumantri, 1983:52). Menurut Solso (19
 
98, dalam khodijah, 2006:117) berfikir adalah sebuah proses dimana representasimental baru dibentuk melalui transformasi informasi dengan interaksi yang komplek.Berdasarkan definisi di atas, berfikir adalah kemampuan pemikiran seseorang yangdapat melahirkan ide-ide dan konsep-konsep, sehingga ide dan konsep tersebut dapat dipindahkan dari satu orang ke orang lainnya guna pemecahan masalah, sehingga orang yang berfikir tersebut mendapatkan pengetahuan baru yang berguna bagi dirinya.Berfikir juga berarti berupaya secara mental untuk memahami sesuatu yang dialamiatau mencari jalan keluar dari persoalan yang sedang dihadapi. Di dalam berfikir juga termuat kegiatan saat seseorang dalam kondisi sedang meragukan sesuatu, memastikan, merancang, menghitung, mengevaluasi, membandingkan, menggolongkan, membedakan, menghubungkan, dan menafsirkan kemungkinan-kemungkinan yang ada sertamenarik kesimpulan.Berfikir ialah mengelola, memproses, dan menyusun serta mentransformasi informasi secara kognitif di dalam memori otak manusia. Berfikir sering dilakukan manusia dengan tujuan menghasilkan konsep, logika dan membuat keputusan guna memecahkan masalah. Berfikir akan menghasilkan penalaran yaitu sebuah konsep yang logisdan sistematis untuk mendapatkan kesimpulan, baik kesimpulan induktif maupun kesimpulan deduktif. Kesimpulan induktif ialah hasil pemikiran yang dimulai dari hal-hal khusus menjadi kesimpulan yang berlaku umum. Sedangkan kesimpulan deduktifialah hasil pemikiran dari yang umum hingga menuju ke hal-hal khusus.Menurut Suharnan (2005:281) Berfikir dapat diartikan sebagai proses menghasilkanreprensentasi mental yang baru melalui transformasi informasi yang melibatkan interaksi secara komplek antara atribu-atribut mental, seperti penilaian, abstraksi, penalaran, imajinasi, dan pemecahan masalah. Proses berfikir ini akan menghasilkan informasi baru.Taylor (dalam Suharnan, 2005) mendefinisikan berfikir sebagai proses penarikan kesimpulan. Berfikir dilakukan untuk menghadapi dan memahami realitas dengan menarik kesimpulan dan meneliti berbagai penjelasan dari realitas internal dan eksternal.Biasanya kegiatan berfikir dimulai ketika muncul keraguan dan pertanyaan untuk dijawab atau berhadapan dengan persoalan atau masalah yang memerlukan pemecahan.Kegiatan berfikir juga dirangsang oleh kekaguman dan keheranan dengan apa yang terjadi atau apa yang dialami. Dengan demikian kegiatan berfikir manusia selalu tersituasikan dalam kondisi konkret subjek yang bersangkutanPerbedaan dalam cara berfikir dan memcahkan masalah merupakan hal yang penting dan nyata. Perbedaan itu mungkin disebabkan oleh faktor pembawaan sejak lahir dansebagian lagi berhubungan dengan taraf kecerdasan seseorang. Namun, jelas bahwaproses kesuluruhan dari pendidikan formal dan pendidikan informal sangat mempengaruhi gaya berfikir seseorang dan mempengaruhi pula mutu pemikirannya.6Berfikir ialah memproses informasi secara kognitif guna menyusun ulang informasidari internal dan eksternal. Menurut Nyayu Khadijah (2009:130) Ada tiga pandangan dasar tentang berfikir yaitu :1.Berfikir adalah proses kognitif yang timbul dalam pikiran secara internal dan hasilnya dapat berupa perilaku.2.Berfikir merupakan proses memanipulasi pengetahuan yang ada dalam memoriotak manusia.3.Berfikir akan menghasilkan pemikiran yang dapat membantu manusia memecahkan masalah dan mencari solusi atas persoalan yang dihadapi.Screven and Paul (1996) berfikir kritis sebagai proses disiplin cerdas dari konseptualisasi penerapan, analisis, sintesis, evaluasi aktif dan berketrampilan yang dikumpulkan dari, ataudihasilkan oleh, observasi, pengalaman, refleksi, penalaran atau komunikasi sebagai penuntun menuju kepercayaan dan aksi. Berfikir kritis juga telah didefinisikan sebagai berfikir yang memiliki maksud, masuk akal dan berorientasi pada tujuan serta kecakapan untuk menganalisis informasi dan ide-ide secara logis dari berbagai macam perspektif.2.Ilmiah

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
D'dark Faith liked this
Anita Edogawa liked this
April Lya liked this
Silvoni Kango liked this
May Risa Undari liked this
Sity Maida liked this
AsmUy PreNcul liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->