Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
TUGASJURNAL EKONOMI MONETER
Disusun Oleh :
-
Adwin Hadi Saktiawan (109040062)
-
Adang Suryadana (109040069)
-
Apip Juniar (109040061)
-
Bayu Anggun Nugraha (109040059)
-
Wahyu Gumelar (109040060)
AKUNTANSI CTINGKAT II
FAKULTAS EKONOMIUNSWAGATI
CIREBON
 
 
Berbagai Hambatan dalam Penerapan Kebijakan Moneter
 Inflation Targeting
BAB IPENDAHULUAN
 Sebagaimana diketahui bahwa negara Indonesia sedang dilanda krisis ekonomi yangberlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. Tingginya tingkat krisis yang dialami negri kitaini diindikasikan dengan laju inflasi yang cukup tinggi. Sebagai dampak atas inflasi, terjadipenurunan tabungan, berkurangnya investasi, semakin banyak modal yang dilarikan ke luarnegeri, serta terhambatnya pertumbuhan ekonomi. Kondisi seperti ini tak bisa dibiarkanuntuk terus berlanjut dan memaksa pemerintah untuk menentukan suatu kebijakan dalammengatasinya.Kebijakan moneter dengan menerapkan target inflasi yang diambil oleh pemerintahmencerminkan arah ke sistem pasar. Artinya, orientasi pemerintah dalam mengelolaperekonomian telah bergeser ke arah makin kecilnya peran pemerintah. Tujuan pembangunanbukan lagi semata-mata pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi lebih kepada pertumbuhanekonomi yang berkelanjutan.Penerapan kebijakan moneter dengan menggunakan target inflasi (
inflation targeting
) inidiharapkan dapat menciptakan fundamental ekonomi makro yang kuat. Makalah ini akanmembahas berbagai hal yang berkaitan dengan target inflasi, yang meliputi pengertian,evolusi teori, prasyarat, karakteristik dan elemen target inflasi. Agar dapat mengetahuidengan jelas kondisi ekonomi nasional Indonesia hingga tahun 2000 ini, maka dalampembahasan juga dipaparkan tentang perkembangan ekonomi makro Indonesia.
 
BAB IIPEMBAHASAN
 
1.
 
Perkembangan Ekonomi Makro di Indonesia Sejak Tahun 1980-an.
Program pembangunan bidang ekonomi di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1970-an danmenunjukkan perkembangan yang pesat sejak tahun 1980-an. Pada masa itu pemerintahmemberikan banyak kemudahan bagi para investor yang akan berinvestasi di bidangkeuangan dan perbankan. Hingga pertengahan tahun 1990-an perekonomian Indonesiaterlihat semakin kuat dan mulai terpandang di dunia internasional. Dalam artikel ini akandibahas perkembangan ekonomi di Indonesia saat mulai berkembang tahun 1980-an hinggaterjadinya krisis moneter pada tahun 1997.
2.
 
Perkembangan Moneter Perbankan.
Krisis moneter di Indonesia telah memporak-porandakan sektor keuangan yang sebelumnyatengah berkembang pesat sejak tahun 1980-an. Dalam upaya pemulihan sektor keuanganIndonesia, telah dilakukan restrukturisasi sistem moneter sejak tahun 1998. Bentuk nyatarestrukturisasi dilakukan dengan cara menyehatkan bank dan memberikan independensikepada Bank Sentral. Meski telah menelan banyak biaya dan telah dilaksanakan lebih daritiga tahun, namun proses penyehatan sistem moneter belum menunjukkan tanda-tanda akanberakhir.
3.
 
Kebijakan Moneter
Kondisi ekonomi negara Indonesia pada masa orde baru sudah pernah memanas. Pada saat itupemerintah melakukan kebijakan moneter berupa
contractionary monetary policy
dan
viceversa
. Kebijakan tersebut cukup efektif dalam menjaga stabilisasi ekonomi dan ongkos yangharus dibayar relatif murah. Kebijakan moneter yang ditempuh saat ini berupa
open market operation
memerlukan ongkos yang mahal. Kondisi ini diperparah dengan adanya kendalayang lebih besar, yaitu pengaruh pasar keuangan internasional.
4.
 
Kebijakan Fiskal.
Berdasarkan AD/ART pemerintah negara Indonesia, sebagaimana yang dipublikasikan olehBI, untuk semester pertama tahun anggaran 2000 terlihat bahwa telah terjadi defisit anggaranyang disebabkan oleh peningkatan pengeluaran untuk subsidi dan pembayaran bunga hutang.
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more