Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Filosofi Pendidikan

Filosofi Pendidikan

Ratings: (0)|Views: 447 |Likes:
Published by sudartoguntoro
Filosofi pendidikan merupakan foundasi yang dibentuk untuk menjadi dasar dari pendidikan itu sendiri. Pendidikan akan berjalan sesuai dengan dasar yang telah dipilih. Filosofi pendidikan seharusnya berpusat kepada Sang Pencipta
Filosofi pendidikan merupakan foundasi yang dibentuk untuk menjadi dasar dari pendidikan itu sendiri. Pendidikan akan berjalan sesuai dengan dasar yang telah dipilih. Filosofi pendidikan seharusnya berpusat kepada Sang Pencipta

More info:

Published by: sudartoguntoro on Apr 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

 
FILOSOFI PENDIDIKANFilosofi pendidikan merupakan foundasi yang dibentuk untuk menjadi dasar dari pendidikan itu sendiri. Pendidikan akan berjalan sesuai dengan dasar yang telah dipilih. Filosofi pendidikan seharusnya berpusat kepada Sang Pencipta. Menurut almarhum mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fuad Hassan bahwa filosofi pendidikan di Indonesia adalah yang terbaik di dunia. Mengapa bisa demikian? Karena filosofi pendidikan di Indonesia sudah berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa.Filosofi pendidikan di Indonesia sudah memiliki dasar yang sangat tepat. Dengandemikian ada filosofi pendidikan yang tidak berdasarkan kepada Tuhan.Secara garis besar, filosofi pendidikan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu filosofi pendidikan yang berdasarkan kepada Tuhan (dipandang dari worldview kekristenan) dan filosofi pendidikan sekuler. Filosofi pendidikan Kristen merupakan sumberdari seluruh dimensi filsafat pendidikan yang hanya berpusat kepada Allah. Secara ideal, seharusnya tidak ada kompensasi terhadap pendidikan diluar daripada itu, yaitu pendidikan sekuler.Pendidikan sekuler dapat diungkapkan sebagai pendidikan tanpa Allah (Godless education). Jika filosofi pendidikan Kristen berbasiskan pada kebenaran Firman Tuhan, maka pendidikan sekuler dibangun di atas paradigma ateistik maupun humanistik. Perbedaan konsep yang mutlak berbeda. Pendidikan Kristen dan humanis berasal dari titik awal yang sangat bertolak belakang. Antara kekekalan dan kesia-siaan,antara keselamatan dan kebinasaan, antara kebenaran dan kemunafikan.Manusia pada umumnya tidak menyadari adanya limited yang dimiliki oleh sesosok pribadi yang mempunyai pemikiran-pemikiran brilian. Hal ini dapat dibuktikan dengan bayaknya filosofi pendidikan yang didasarkan pada hasil pemikiran tokoh-tokohternama dibidang filsafat. Saya akan membahas empat aliran filosofi pendidikanyang pada umumnya banyak diaplikasikan pada dunia pendidikan, yaitu perenialism,essentialism, progressivism, dan rekonstruktivsm.Perenialism memiliki tujuan untuk menuntun kemampuan-kemampuan yang masih tidurmenjadi aktif atau nyata tergantung pada kesadaran tiap-tiap individu. Perenialism cenderung menekankan pengetahuannya kepada seni dan sains dengan dimensi perennial yang bersifat integral dengan sejarah manusia. Aliran ini menganggap bahwamenggunakan kembali nilai-nilai atau prinsip-prinsip umum yang telah menjadi pandangan hidup yang kuat dan kukuh pada zaman kuno dan abad pertengahan merupakanaspek yang sangat bernilai. Individu dibimbing untuk membaca materi pengetahuansecara langsung dari buku-buku sumber yang asli sekaligus teks modern. Jadi, fokusnya adalah pada perkembangan personal. Perenialism menempatkan seorang guru untuk bertugas hanya sebagai penology untuk membangkitkan potensi yang masih tersembunyi dari anak agar menjadi lebih aktif dan nyata. Perenialsm memposisikan para pemikir besar seperti Plato, Aristoteles, dan Thomas Aquinas sebagai patokandari sebuah kebenaran dalam dunia pendidikannya.Filosofi yang kedua adalah essentialism. Filosofi ini memiliki tujuan akhir mengantarkan manusia ke dalam pikiran dan alam modern yang ditandai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Konsep ini bertumpu pada nilai- nilai yang telah teruji keteguhan-ketangguhannya dan kekuatannya sepanjang masa, yaitu teknologi. Berpijak pada nilai-nilai yang memiliki kejelasan dan tahan lama yang memberikankestabilan dan nilai-nilai terpilih yang mempunyai pola yang jelas. Konsentrasipembelajarannya menitik beratkan pada materi-materi dasar tradisional seperti: membaca, menulis, sastra, bahasa asing, matematika, sejarah, sains, seni dan musik. Menekankan data fakta dengan kurikulum yang tampak bercorak modernisasi. Nilai itu tidak dapat ditandai dengan suatu konsep tunggal, karena minat, perhatiandan pengalaman seseorang menentukan adanya kualitas dari pendidikan itu sendiri.Essentialism mengambil dari pemikiran-pemikiran Georg Wilhelm Friedrich Hegel,dan George Santayana sebagai tokoh panutan.Progressivism memiliki tujuan untuk mempertinggi taraf kehidupan sosial yang sangat kompleks. Pendidikan harus terpusat pada anak dan tidak memfokuskan pada guru atau materi yang akan diajarkan. Progressivism merupakan pendidikan yang berpusat pada siswa itu sendiri. Memberi penekanan lebih besar pada kreativitas, aktivitas, belajar naturalistik, hasil belajar dunia nyata, serta tidak menghendakiadanya mata pelajaran yang diberikan terpisah, melainkan harus terintegrasi dalam unit yag sudah ditetapkan. Dasar pemikiran seperti ini sempat diterapkan di In
 
donesia melalui kurikulum KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi). Dengan kurikulumyang seperti ini diharapkan anak dapat berkembang secara fisik maupun psikis dandapat menjangkau aspek kognitif, afektif, psikomotor dan bersifat eksperimental. Para Pemikir Besar yang menjadi inspirasi dalam terciptanya progressivism adalah William James, John Dewey, dan Hans Vaihinger.Aliran filosofi yang terakhir adalah rekonstruktivism. Filosofi ini berperan untuk mengadakan pembaharuan dan pembangunan masyarakat. Pengetahuan yang dibangunnya mengacu pada pembinaan daya inetelektual dan spiritual yang sehat agar keadaan masyarakat dapat diperbaiki, pendidikan dan siswa menjadi wahana penting untukrekonstruksi. Filosofi rekonstruktivism memiliki padangan bahwa manusia berawaldari sosok yang sempurna yang semakin hari semakin rusak sehingga perlu diperbaiki dengan cara berusaha merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang bercorak modern. Kemajuan itu tergantung dari sains dan industri, agar orang mampu menyumbangkan jasanya dalam masyarakat kompetitif, kepercayaan bahwa hidup yang memadai sama dengan menghasilkan dan mengkonsumsikan barang dan jasa bagi masyarakat. Hal ini didukung oleh para pemikir besar seperti George F. Kneller, Caroline Pratt, George Count, dan Harold Rugg.Keempat filosofi pendidikan di atas merupakan filosofi yang berpusat pada manusia dan bersifat sementara. Tetapi pendidikan Kristen memiliki tujuan yang riil serta tidak sebatas dalam kehidupan yang fana, namun bersifat kekal. Jerih payah para pendidik Kristen akan menghasilkan buah-buah yang tidak dibatasi oleh ruangdan waktu. Pendidikan Kristen tidak human centered namun God centered. Memposisikan Allah sebagai otoritas tertinggi dalam menjalankan proses mendidik. Bahkan seluruh kehidupan Tuhan Yesus sendiri merupakan pengajaran yang tidak ternilai sampai saat terakhir-Nya, karena justru dalam sengsara dan kematian-Nya Ia mengajar kita tentang satu-satunya jalan keselamatan bagi manusia yang berdosa. Di atasbukit Golgota, sebagai seorang guru agung, Ia membentangkan segala pengajaran-Nya bukan hanya sebatas ilmu yang sia-sia dan sementara.Kajian KurikulumIstilah “Kurikulum” memiliki berbagai tafsiran yang dirumuskan oleh pakar-pakar dalam bidang pengembangan kurikulum sejak dulu sampai dewasa ini. Tafsiran-tafsirantersebut berbeda-beda satu dengan yang lainnya, sesuai dengan titik berat inti dan pandangan dari pakar yang bersangkutan. Istilah kurikulum berasal dari bahaslatin, yakni “Curriculae”, artinya jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari. Pada waktu itu, pengertian kurikulum ialah jangka waktu pendidikan yang harus ditempuh oleh siswa yang bertujuan untuk memperoleh ijazah. Dengan menempuh suatu kurikulum, siswa dapat memperoleh ijazah. Dalam hal ini, ijazah pada hakikatnya merupakan suatu bukti , bahwa siswa telah menempuh kurikulum yang berupa rencana pelajaran, sebagaimana halnya seorang pelari telah menempuh suatu jarak antara satu tempat ketempat lainnya dan akhirnya mencapai finish. Dengan kata lain, suatukurikulum dianggap sebagai jembatan yang sangat penting untuk mencapai titik akhir dari suatu perjalanan dan ditandai oleh perolehan suatu ijazah tertentu.[1]Di Indonesia istilah “kurikulum” boleh dikatakan baru menjadi populer sejak tahun lima puluhan, yang dipopulerkan oleh mereka yang memperoleh pendidikan di AmerikaSerikat. Kini istilah itu telah dikenal orang di luar pendidikan. Sebelumnya yang lazim digunakan adalah “rencana pelajaran” pada hakikatnya kurikulum sama sama artinya dengan rencana pelajaran.[2]Beberapa tafsiran lainnya dikemukakan sebagai berikut ini.Kurikulum memuat isi dan materi pelajaran. Kurikulum ialah sejumlah mata ajaranyang harus ditempuh dan dipelajari oleh siswa untuk memperoleh sejumlah pengetahuan. Mata ajaran (subject matter) dipandang sebagai pengalaman orang tua atau orang-orang pandai masa lampau, yang telah disusun secara sistematis dan logis. Mata ajaran tersebut mengisis materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa, sehingga memperoleh sejumlah ilmu pengetahuan yang berguna baginya.Kurikulum sebagai rencana pembelajaran. Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang disediakan untuk membelajarkan siswa. Dengan program itu para siswa melakukan berbagai kegiatan belajar, sehingga terjadi perubahan dan perkembangan tingkah laku siswa, sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran. Dengan kata la
 
in, sekolah menyediakan lingkungan bagi siswa yang memberikan kesempatan belajar. Itu sebabnya, suatu kurikulum harus disusun sedemikian rupa agar maksud tersebut dapat tercapai. Kurikulum tidak terbatas pada sejumlah mata pelajaran saja, melainkan meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa, seperti: bangunan sekolah, alat pelajaran, perlengkapan, perpustakaan, gambar-gambar, halaman sekolah, dan lain-lain; yang pada gilirannya menyediakan kemungkinanbelajar secara efektif. Semua kesempatan dan kegiatan yang akan dan perlu dilakukan oleh siswa direncanakan dalam suatu kurikulum.Kurikulum sebagai pengelaman belajar. Perumusan/pengertian kurikulum lainnya yang agak berbeda dengan pengertian-pengertian sebelumnya lebih menekankan bahwa kurikulum merupakan serangkaian pengalaman belajar. Salah satu pendukung dari pengalaman ini menyatakan sebagai berikut:“Curriculum is interpreted to mean all of the organized courses, activities, and experiences which pupils have under direction of the school, whether in the classroom or not (Romine, 1945,h. 14).”[3]Pengertian itu menunjukan, bahwa kegiatan-kegiatan kurikulum tidak terbatas dalam ruang kelas saja, melainkan mencakup juga kegiatan-kegiatan diluar kelas. Tidak ada pemisahan yang tegas antara intra dan ekstra kurikulum. Semua kegiatan yang memberikan pengalaman belajar/pendidikan bagi siswa pada hakikatnya adalah kurikulum.Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. (Undang-Undang No.20 TH. 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional).[4]Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi. (Pasal 1 Butir 6 Kemendiknas No.232/U/2000 tentang Pedoman PenyusunanKurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa).[5]Kurikulum adalah serangkaian mata ajar dan pengalaman belajar yang mempunyai tujuan tertentu, yang diajarkan dengan cara tertentu dan kemudian dilakukan evaluasi. (Badan Standardisasi Nasional SIN 19-7057-2004 tentang Kurikulum Pelatihan Hiperkes dan Keselamatan Kerja Bagi Dokter Perusahaan).[6]Dari berbagai macam pengertian kurikulum diatas kita dapat menarik garis besar pengertian kurikulum yaitu:Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatanpembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.1.2. Landasan Pengembangan KurikulumKurikulum merupakan inti dari bidang pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya kurikulum dalam pendidikan dankehidupan manusia, maka penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Penyusunan kurikulum yang tidak didasarkan pada landasan yang kuat dapat berakibat fatal terhadapkegagalan pendidikan itu sendiri. Dengan sendirinya, akan berkibat pula terhadapkegagalan proses pengembangan manusia.Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta kesenian, sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan. (Bab IX,Ps.37). Pengebangan kurikulum berlandaskan faktor-faktor sebagai berikut:1.Tujuan filsafat dan pendidikan nasional yang dijadikan sebagai dasar untuk merumuskan tujuan institusional yang pada gilirannya menjadi landasan dalam merumuskan tujuan kurikulum suatu satuan pendidikan.2.Sosial budaya dan agama yang berlaku dalam masyarakat kita.3.Perkembangan peserta didik, yang menunjuk pada karekteristik perkembangan peserta didik.4.Keadaan lingkungan, yang dalam arti luas meliputi lingkungan manusiawi (interpersonal), lingkungan kebudayaan termasuk iptek (kultural), dan lingkungan

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Elgift Putra liked this
Rere Na Yune liked this
Zain Ikhsan liked this
Rizki Akbar liked this
Tata Suharta liked this
Riswan Iwan liked this
ankholish6830 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->