Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Patofisiologi diare

Patofisiologi diare

Ratings: (0)|Views: 306 |Likes:
Published by manueldion
Patofisiologi diare
Patofisiologi diare

More info:

Published by: manueldion on Apr 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/05/2014

pdf

text

original

 
Diare Patofisiologi
 
Istilah diare digunakan jika feses kehilangan konsistensi normalnya yang padat. Hal ini biasanya berhubungan dengan peningkatan beratnya (pada laki-laki>235 g/hari dan perempuan>175g/hari) dan frekuensinya (>2 perhari).Diare dapat memiliki banyak penyebab :-
Diare osmotic
: terjadi akibat asupan sejumlah makanan yang sukar diserap bahkan dalamkeadaan normal atau pada malabsorbsi. Termasuk dalam kelompok pertama adalahsorbitol(ada dalam obat bebas gula dan permen serte buah-buahan tertentu), fruktosa (jeruk,lemon, berbagai buah, madu), garam magnesium (antasida, laktasif) serta anion yang sukar diserap seperti sulfat, fosfat atau sitrat.Zat yang tidak diserap bersifat aktif secara osmotic pada usus halus sehingga menarik air kedalam lumen. Dan hal ini tergambarkan dalam beberapa percobaan. Misalnya, asupan zatyang tidak diserap sebesar 150 mmol dalam 250 mL air akan memulai sekresi air secaraosmitik di duodenum sehingga volumenya meningkat hingga 750 mL.Pada malabsorbsi karbohidrat, penurunan absorbsi Na di usus halus bagian atas menyebabkan penyerapan air menjadi berkurang . Aktivitas osmotic dari karbohidrat yang tidak diserap juga menyebabkan sekresi air. Akan tetapi, bakteri di dalam usus besar dapat memetabolismekarbohidrat yang tidak diserap hingga sekitar 80 g/hari menjadi asam organic yang bergunauntuk menghasilkan energi, yang bersama-sama dengan air akan diserap di dalam kolon.Hanya gas yang dihasilkan dalam jumlah besar yang akan memberikan bukti terjadinyamalabsorbsi karbohidrat. Namun, jika jumlah yang tidak diserap >80 g/hari atau bakteri ususdihancurkan oleh antibiotic , akan terjadi diare.-
Diare sekretorik 
: dalam pemahaman yang lebih sempit terjadi jika sekresi Cl di mukosausus halus diaktifkan. Di dalam sel mukosa , Cl secara sekunder aktif diperkaya oleh pembawa simport Na-K-2Cl basolateral dan disekeresi melalui kanal Cl di dalam lumen.Kanal ini akan lebih sering membuka ketika konsentrasi cAMP intrasel meningkat. cAMPdibentuk dalam jumlah yang lebih besar jika terdapat misal laktasif dan toksin bakteri tertentu(kolera). Toksin kolera menyebabkan diare massif (hingga 1000mL/jan) yang dapat secaracepat mengancam nyawa akibat kehilangan air, K dan HCO3.Pembentukan VIP (vasoactive intestinal peptide) yang berlebihan oleh sel tumor pulau pancreas juga menyebabkan tingginya kadar cAMP di mukosa usus sehingga mengakibatkandiare yang berlebihan dan mengancam nyawa yang biasa disebut dengan kolera pankreatik.Terdapat beberapa alasan mengapa diare terjadi setelah reaksi ileum dan sebagian kolon.Garam empedu, yang normalnya diabsorbsi di ileum, akan mempercepat aliran yang melaluikolon(absorbsi air menurun). Selain itu, garam empedu yang tidak diserap akandehidroksilasi oleh bakteri dikolon. Metabolit garam empedu yang terbentuk akanmerangsang sekresi NaCl dan H2O dikolon. Akhirnya, juga terjadi kekurangan absorbsi aktif  Na pada segmen usus yang direseksi.
 
I. PENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahDiare atau mencret didefinisikan sebagai buang air besar dengan feses yang tidak berbentuk (unformed stools) atau cair dengan frekwensi lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Secara etiologi,diare akut dapat disebabkan oleh infeksi, intoksikasi (poisoning), alergi, reaksi obat-obatan,dan juga faktor psikis (Zein, 2004). Dari penyebab diare yang terbanyak adalah diare infeksi.Diare infeksi dapat disebabkan Virus, Bakteri, dan Parasit (Umar Zein dkk, 2004).Di negara maju diperkirakan insiden sekitar 0,5-2 episode/orang/tahun sedangkan di negara berkembang lebih dari itu. Di USA dengan penduduk sekitar 200 juta diperkirakan 99 jutaepisode diare infeksi pada dewasa terjadi setiap tahunnya. WHO memperkirakan ada sekitar 4 miliar kasus diare infeksi setiap tahun dengan mortalitas 3-4 juta pertahun (Umar Zein dkk,2004).Pendekatan klinis yang sederhana dan mudah adalah pembagian diare akut berdasarkan proses patofisiologi enteric infection, yaitu membagi diare akut atas mekanisme Inflamatory, Non inflammatory, dan Penetrating (Zein, 2004). Inflamatory diarrhea akibat proses invasiondan cytotoxin di kolon dengan manifestasi sindroma Disentri dengan diare yang disertailendir dan darah. Beberapa agen infeksi yang dapat menyebabkan diare inflamasi dengandarah dan lendir adalah E. Hystolitica, Shigella, dan cacing tambang.B. Definisi MasalahSeorang petani, pria, 43 tahun, mengeluh sakit perut dan diare berlendir, kadang-kadang berdarah, selama kurang lebih 1 bulan.Hasil anamnesis : pasien cepat lelah, sering berkunang-kunang, dada berdebar, tubuh gatal,rumah berlantai tanah, jarak sumber air minum dengan tempat BAB tradisional 2 meter,tetangga mempunyai keluhan sama.Pemeriksaan fisik : pecah-pecah di tepi mulut, konjungtiva pucat, Mc Burney (-), auskultasitakikardi, bising sistolik, dan ronki basah basal paru.Pemeriksaan lab : anemia berat, eosinofilia, didapatkan telur cacing, protozoa, dan bakteri pada pemeriksaan tinja.C. TujuanLaporan tutorial ini dibuat untuk membahas diare berlendir dan berdarah karena infeksi oleh bakteri, protozoa, dan cacing.D. ManfaatDengan adanya laporan tutorial ini, diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelasmengenai diare yang disebabkan oleh infeksi sehingga dapat mendiagnosis penyakit dengancepat dan tepat sebelum timbulnya komplikasi.II. TINJAUAN PUSTAKADiare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat), kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200 g atau 200ml/24 jam. Definisi lain memakai kriteria frekuensi, yaitu buang air besar encer lebih dari 3kali per hari. Pendekatan klinis yang sederhana dan mudah adalah pembagian diare akut berdasarkan proses patofisiologi enteric infection, yaitu membagi diare akut atas mekanismeInflamatory, Non inflammatory, dan Penetrating.Inflamatory diarrhea akibat proses invasion dan cytotoxin di kolon dengan manifestasisindroma Disentri dengan diare yang disertai lendir dan darah. Biasanya gejala klinis yangmenyertai adalah keluhan abdominal seperti mulas sampai nyeri seperti kolik, mual, muntah,demam, tenesmus, serta gejala dan tanda dehidrasi. Pada pemeriksaan tinja rutin secara
 
makroskopis ditemukan lendir dan/atau darah, secara mikroskopis didapati leukosit polimorfonuklear. Non Inflamatory diarrhea dengan kelainan yang ditemukan di usus halus bagian proksimal.Proses diare adalah akibat adanya enterotoksin yang mengakibatkan diare cair denganvolume yang besar tanpa lendir dan darah, yang disebut dengan Watery diarrhea. Keluhanabdominal biasanya minimal atau tidak ada sama sekali, namun gejala dan tanda dehidrasicepat timbul, terutama pada kasus yang tidak segera mendapat cairan pengganti. Pada pemeriksaan tinja secara rutin tidak ditemukan leukosit. Mikroorganisme penyebab seperti,V.cholerae, Enterotoxigenic E.coli (ETEC), Salmonella.Penetrating diarrhea lokasi pada bagian distal usus halus. Penyakit ini disebut juga Entericfever, Chronic Septicemia, dengan gejala klinis demam disertai diare. Pada pemeriksaan tinjasecara rutin didapati leukosit mononuclear. Mikrooragnisme penyebab biasanya S.thypi,S.parathypi A,B, S.enteritidis, S.cholerasuis, Y.enterocolitidea, dan C.fetus (Zein, 2004).Beberapa agen infeksi yang dapat menyebabkan diare inflamasi antara lain dari golongan protozoa adalah Entamoeba Hystolitica, dari golongan bakteri adalah Shigella, dan darigolongan cacing adalah Necator americanus dan Ancylostoma duodenale (cacing tambang).
A.
Entamoeba hystolitica
 Entamoeba hystolitica merupakan patogen kolon yang lazim di negara belum berkembang. DiAmerika Serikat, penyakit ini terjadi terutama pada kota berpopulasi imigran yang tinggi.Infeksi terjadi karena tertelannya kista dalam makanan dan minuman yang terkontaminasitinja. Kista yang tertelan mengeluarkan amoeba aktif (trofozoit) dalam usus besar danmemasuki submukosa yang merupakan tempat infeksi terdalam (Chandrasoma, 2006).
Patogenesis dan patologi
Masa inkubasi dapat terjadi dalam beberapa hari hingga beberapa bulan. Amebiasis dapat berlangsung tanpa gejala (asimptomatik). Penderita kronis mungkin memiliki toleransiterhadap penyakit, sehingga tidak menderita gejala lagi (symptomless carrier).Gejala dapat bervariasi, mulai rasa tidak enak di perut hingga diare. Gejala yang khas adalahsindroma disentri, yakni kumpulan gejala gangguan pencernaan yang meliputi diare berlendir dan berdarah disertai tenesmus.Lesi yang tipikal terjadi di usus besar, yakni adanya ulkus karena kemampuan amoeba inimenginvasi dinding usus. Gambaran ulkusnya seperti gaung botol dengan hanya satu atau beberapa titik penetrasi di mukosa usus. Ulkus terjadi di submukosa hingga muskularis, ulkusyang lebih dalam dapat menyebabkan perforasi hingga rongga peritoneum (Yulfi, 2006). Dariulkus di dalam dinding usus besar, amoeba dapat mengadakan metastasis ke hati lewatcabang vena porta dan menimbulkan abses hati. Embolisasi lewat pembuluh darah atau pembuluh getah bening dapat pula terjadi ke paru, otak, atau limpa, dan menimbulkan absesdisana (Soewando, 2007).DiagnosisSelain menilai gejala dan tanda, diagnosis amebiasis yang akurat membutuhkan pemeriksaantinja untuk mengidentifikasi bentuk trofozoit dan kista. Metode yang paling disukai adalahteknik konsentrasi dan pembuatan sediaan permanen dengan trichom stain. Untuk scriningcukup mengguanakan sediaan basah dengan bahan saline dan diwarnai lugol agar terlihatlebih jelas.Selain tinja, spesimen yang dapt diperiksa berasal dari enema, aspirat, dan biopsi (Yulfi,2006).PenatalaksanaanHampir semua obat amebisid tidak dapat bekerja efektif di semua tempat usus, terutama biladiberikan obat tunggal. Oleh karena itu sering digunakan kombinasi obat untuk meningkatkanhasil pengobatan. Walaupun tanpa keluhan dan gejala klinis, sebaiknya diobati, karena

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Dede NovHy liked this
delvi_deliana liked this
Tionoto Santoso liked this
Yoedha Aditya liked this
zul090 liked this
Hayu 'files liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->