Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
20Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
makalah Hukum HAM dan Demokrasi dalam Islam (Autosaved)

makalah Hukum HAM dan Demokrasi dalam Islam (Autosaved)

Ratings: (0)|Views: 2,362 |Likes:
Published by Dwi Yoga Pranoto
Bab I. Pendahuluan.

A. Latar Belakang, Hukum Islam adalah hukum yang bersumber dan menjadi bagian dalam agama Islam, ketika kita berbicara tentang hukum, yang terlintas dalam pikiran kita adalah peraturan-peraturan atau norma yang mengatur tingkah laku manusia dalam suatu masyarakat, baik itu yang berupa kenyataan yang tumbuh berkembang di masyarakat atau yang dibuat dengan cara tertentu dan ditegakkan oleh penguasa. Bentuknya mungkin hukum yang tidak tertulis atau hukum adat dan hukum yang sen
Bab I. Pendahuluan.

A. Latar Belakang, Hukum Islam adalah hukum yang bersumber dan menjadi bagian dalam agama Islam, ketika kita berbicara tentang hukum, yang terlintas dalam pikiran kita adalah peraturan-peraturan atau norma yang mengatur tingkah laku manusia dalam suatu masyarakat, baik itu yang berupa kenyataan yang tumbuh berkembang di masyarakat atau yang dibuat dengan cara tertentu dan ditegakkan oleh penguasa. Bentuknya mungkin hukum yang tidak tertulis atau hukum adat dan hukum yang sen

More info:

Published by: Dwi Yoga Pranoto on Apr 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2013

pdf

text

original

 
1
Bab I. Pendahuluan.
 A. Latar Belakang,Hukum Islam adalah hukum yang bersumber dan menjadi bagian dalam agamaIslam, ketika kita berbicara tentang hukum, yang terlintas dalam pikiran kita adalahperaturan-peraturan atau norma yang mengatur tingkah laku manusia dalam suatumasyarakat, baik itu yang berupa kenyataan yang tumbuh berkembang di masyarakatatau yang dibuat dengan cara tertentu dan ditegakkan oleh penguasa. Bentuknyamungkin hukum yang tidak tertulis atau hukum adat dan hukum yang sengaja dibuatoleh manusia untuk mengatur hubungan manusia dengan manusia yang lain dan bendadalam masyarakat. Adapun konsepsi hukum Islam, dasar, dan kerangkanya ditetapkanoleh Allah. Hukum tersebut tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan manusialain dan benda dalam masyarakat, tetapi juga hubungan manusia dengan Tuhan,hubungan manusia dengan dirinya sendiri dan hubungan manusia dengan benda sertaalam disekitarnyaB. Rumusan Masalah.a. Apakah hukum Islam merupakan bagian dari agama Islam ?b. Apakah ruang lingkup dan tujuan hukum Islam tersebut ?c. Apa sajakah sumber hukum Islam dan kontribusi umat Islam dalam perumusandan penegakan hukum Islam ?d. Bagaimana fungsi hukum Islam dalam kehidupan bermasyarakat ?e. Bagaimana HAM menurut ajaran Islam ?f. Bagaimana demokrasi menurut Islam ?g. Apa sajakah tindak pidana atau jinayat dalam Islam ?1. Pengertian dan dasar hukumnya.2. Macam-macam tindak pidana yang dikenai qishas dan keadilan dalammelaksanakan had.3. Peradilan.4. Pelaksanaan hukum atau eksekusi.5. Hikmah peradilan Islam tersebut.C. Tujuan Penulisan.Penulisan makalah ini bertujuan untuk menambah pengetahuan kita tentang hukum,HAM, dan demokrasi dalam Islam, serta untuk menyelesaikan tugas agama yang telahdiberikan kepada setiap kelompok.
 
2
 
Bab II. Pembahasan
 A. Hukum Islam Merupakan Bagian dari Agama Islam.Hukum Islam adalah
hukum yang bersumber dan menjadi bagian dari agamaIslam. Dasar dan kerangka hukum Islam ditetapkan oleh Allah. Hukum ini mengatur berbagai hubungan, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusiadengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan manusia lain dan hubunganmanusia dengan benda dalam masyarakat serta alam sekitarnya
(Mohammad Daud Ali,1996: 39).Hukum Islam mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:1. Merupakan bagian dan bersumber dari agama Islam;2. Mempunyai hubungan yang erat dan tidak dapat dipisahkan dari iman atau akidahdan kesusilaan atau akhlak Islam;3. Mempunyai dua istilah kunci yakni: a.
syari¶at 
, dan b.
fiqih
 
Syari¶at 
terdiri dari wahyu Allah dan sunnah Nabi Muhammad, sedangkan
fiqih
 adalah pemahaman dari hasil pemahaman manusia tentang syari¶at;4. Terdiri dari dua bidang utama yakni: a.
ibadah
, dan b.
muamalah
 
Ibadah
bersifat tertutup karena telah sempurna dan
muamalah
dalam arti yang luasbersifat terbuka untuk dikembangkan oleh manusia yang memenuhi syarat dari masake masa;5. Strukturnya berlapis, terdiri dari:a. nas atau teks al-Qur¶anb. sunnah Nabi Muhammad (untuk syari¶at)c. hasil ijtihad manusia yang memenuhi syarat tentang al-Qur¶an dan as-Sunnahd. pelaksanaannya dalam praktek, baik (i) berupa keputusan hakim, maupun (ii)berupa amalan-amalan umat Islam dalam masyarakat (untuk fiqih);6. Mendahulukan kewajiban dari hak, amal dari pahala;7. Dapat dibagi menjadi:a. hukum
taklifi 
atau hukum taklif yakni al-ahkam al-khamsah yaitu lima kaidah, lima jenis hukum, lima kategori hukum, lima penggolongan hukum yakni jaiz, sunnah,makruh, wajib, dan haram.b. hukum
wadh¶i 
yang mengandung sebab, syarat, halangan terjadi atau terwujudnyahubungan hukum (M.D. Ali, 1996: 52-53).Selain ciri-ciri di atas, menurut T.M. Hasbi Ash-Shieddieqy dalam bukunyaFalsafah Hukum Islam (1975: 156 - 212) sebagaimana dikutip oleh Mohammad Daud Ali (1996: 53), hukum Islam juga mempunyai ciri-ciri khas sebagai berikut:8. Berwatak universal, berlaku abadi untuk umat Islam di mana pun mereka berada,tidak terbatas pada umat Islam di suatu tempat atau negara pada suatu masa saja;9. Menghormati martabat manusia sebagai kesatuan jiwa dan raga, rohani dan jasmaniserta memelihara kemuliaan manusia dan kemanusiaan secara keseluruhan;10. Pelaksanaannya dalam praktek digerakkan oleh iman dan akhlak umat Islam
.
 
 
3
 
B. Ruang Lingkup dan Tujuan Hukum Islam.Sesungguhnya ruang lingkup hukum Islam sangat luas, meliputi berbagai aspekkehidupan manusia. Diantara penyebabnya adalah persepsi sebagian umat Islamterhadap produk hukum Islam yang masih sering mengidentikan
fiqih
dengan
syari¶at 
.Menurut Atho¶ Mudzhar yang selanjutnya dikutif oleh Rofiq (2001: 157-158) bahwaragam produk hukum Islam itu ada empat macam. Pertama, fiqih yaitu bangunanpengetahuan keislaman yang meliputi ibadah dan muamalah secara menyeluruh.Kedua,fatwa yaitu produk pemikiran hukum perorangan kelembagaan, atas dasar permintaan anggota masyarakat terhadap persoalan-persoalan tertentu. Ketiga,keputusan pengadilan. Produk Hukum ini mengikat pihak-pihak yang berperkara.Sebagai hasil ijtihad hakim, ia memiliki nilai yurisprudensi, yakni sebagai acuan hakimatau praktisi hukum dalam menyelesaikan persoalan yang sama. Keempat, peraturanperundang-undangan termasuk didalamnya kompilasi.Syari¶at pada awalnya, sebagaimana dipahami oleh para ulama salaf, mencakupkeseluruhan aspek ajaran Islam (akidah, akhlak dan hukum Islam). Merekamemberikan pengertian syari¶at sebagai hukum-hukum yang ditetapkan oleh Allahuntuk hamba-hambanya yang dibawa oleh nabi-nabinya, baik hukum-hukum ituberhubungan dengan cara berakidah maupun beribadah. Dalam pengertian ini, syari¶atadalah agama itu sendiri (al-Millah wa al-Din). Syari¶at dengan demikian mencakupsegala aspek yang tercakup dalam ajaran Islam. Ia mencakup aspek akidah, ibadahdan akhlak.Tetapi, syari¶at juga dipahami sebagai bagian dari ajaran Islam yang mencakupbidang hukum-hukum yang digariskan Allah dan Rasulnya dan tidak mencakup aspekakidah dan akhlak. Syari¶at lebih dekat dengan pengertian hukum Islam, bahkan lebihmendekati pengertian fiqih dalam arti umum. Mahmud Saltowut, misalnya, menulis kitabµ
al-Islam Aqidah wa Syari¶ah
yang didalamnya membedakan syari¶at. Ia memberikanpengertian syari¶at sebagai :Peraturan-peraturan yang ditetapkan Allah supaya manusia berpegang kepadanya,(pengaturan) dalam hubungan manusia dngan Tuhannya, hubungan manusia denagnsaudaranya sesama manusia, hubungan manusia dengan alam, dan hubunganmanusia dengan kehidupan. Adapun yang menjadi tujuan hukum Islam secara umum sering dirumuskanuntuk mencapai kebahagiaan hidup manusia di dunia ini dan di akhirat kelak dengan jalan mengambil (segala) yang bermanfaat dan mencegah atau menolak yang mudaratyaitu yang tidak berguna bagi hidup dan kehidupan. Dengan kata lain, tujuan hukumIslam adalah kemaslahatan hidup manusia, baik rohani maupun jasmani, individual dansosial. Kemaslahatan itu tidak hanya untuk kehidupan di dunia ini saja tetapi juga untukkehidupan yang kekal di akhirat kelak. Abu Ishaq al Shatibi merumuskan lima tujuanhukum Islam, yakni
(1) memelihara agama,yaitu agama Islam harus terpelihara dari ancaman orang-orang yang akan merusak akidah, syari¶at dan akhlak ataumencampuradukkan ajaran agama Islam dengan paham atau aliran yang batil,sehinggaorang yang memeilhara agamanya,martabatnya akan terangkat lebih tinggi dari makhluk lain serta dapat memenuhi hajat jiwanya. (2) memelihara jiwa,menurut hukumIslam jiwa harus dilindungi,untuk itu hukum Islam wajib memelihara hak manusia untuk 

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Agung Ridwan liked this
Linda Alena liked this
Udin Sethyawan liked this
Wany Ramsey liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->