Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penerapan Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan Realistik Di Kelas v SD Negeri 27 Pemulutan

Penerapan Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan Realistik Di Kelas v SD Negeri 27 Pemulutan

Ratings: (0)|Views: 993 |Likes:
Published by wOnQkitO

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: wOnQkitO on Apr 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2013

pdf

text

original

 
PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKANPENDEKATAN REALISTIK DI KELAS V SD NEGERI 27 PEMULUTANPurnama Dewi
*)
Penelitian bertujuan mengetahui aktivitas belajar siswa pada saat pada saat penerapan pembelajaran matematika menggunakan pendekatan realistik serta mengetahui hasil belajar setelah penerapan pembelajaran matematika menggunakan pendekatan realistik. Penelitiandilaksanakan di kelas V SD Negeri 27 Pemulutan pada semester genap tahun pelajaran2010/2011 dengan jumlah subjek yang diteliti sebanyak 20 siswa. Penelitian menggunakanmetode eksperimen semu untuk melaksanakan penerapan pembelajaran pendidikanmatematika menggunakan pendekatan realistik (PMRI). Data penelitian didapat melaluiobservasi dan tes. Data observasi dianalisis menggunakan rumus persentase Depdiknas,sedangkan hasil tes diolah dan dianalis dengan mengambil rata-rata pencapaian tes akhir siswa.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa aktivitas belajar siswa saat penerapan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) pada materi pembelajaranmengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang rata-rata baik dengan persentase sebesar 67,92%.Hasil belajar setelah penerapan PMRI pada materi pembelajaran mengidentifikasikan sifat-sifat bangun ruang rata-rata sebesar 89,21 atau berada pada kategori sangat baik.kata kunci : pembelajaran matematika, pendekatan realistik 
1.PENDAHULUAN
Matematika sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar mempunyai posisi yang sangat penting,sebab di samping dapat memberi bekalkemampuan berhitung, juga dapat memberi bekal kemampuan menalar. Mengajarkanmatematika tidaklah mudah karena faktamenunjukkan bahwa para siswa mengalamikesulitan dalam mempelajari matematika(Jaworski dalam Depdiknas, 2003:2).Kesulitan itu dapat terlihat dalam proses pemecahan soal-soal matematika.Berkaitan dengan hal ini penelusurankesulitan siswa dalam menyelesaikan soaldilakukan dengan mendeteksi kesalahansiswa dalam belajar matematika. Soedjadi,dkk (1996: 1) mengatakan bahwa kesulitanmerupakan penyebab terjadinya kesalahan.Sukirman (2005:16) juga menyampaikan,kesalahan merupakan penyimpanganterhadap yang benar dan bersifat sistematis,konsisten atau insidental.Guru sering mengajarkan matematika
1)Guru matematika Kelas V SD Negeri 27 Pemulutan,Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan
 
itu langsung tanpa melihat kesiapan siswauntuk menerima pelajaran. Akibatnya,siswa mengetahui matematika bukanmelalui pengertian, tetapi melalui hafalan.Gambaran di atas menunjukkan pembelajaran matematika di SD Negeri 27Pemulutan sekolah sejauh ini masihdidominasi oleh pembelajarankonvensional. Penekanan yang berlebihan pada isi dan materi diajarkan secaraterpisah-pisah. Materi pokok matematikadiberikan dalam bentuk jadi. Semua ituterbukti tidak berhasil membuat siswamemahami dengan baik apa yang mereka pelajari.Untuk itu diperlukan paradigma barudalam menerapkan proses pembelajaranmatematika dari pendekatan behaviorismeke pendekatan realistik. Penerapan realistik telah lama diujicobakan dandiimplementasikan di Belanda. Penelitiingin mencoba menerapkan pembelajaranmatematika dengan pendekatan realistiyang antara lain dituangkan ke dalam penelitian penerapan di kelas, karena pendekatan ini membantu siswa membentuk sendiri pemahaman matematikanya dengan bantuan guru.Dalam penelitian penerapan inisengaja dipilih materi pokok sifat-sifat bangun ruang karena siswa masih kurangmemahami pengertian sifat-sifat bangunruang dan siswa tidak menerapkan konsep pemahaman konsep tentang bangun ruang.Karena itu, penelitian menerapkan pembelajaran matematika menggunakan pendekatan realistik dengan harapan gurumengoptimalkan pengalaman kehidupansehari-hari siswa untuk mengembangkankemampuan siswa dalam bernalamatematika. Penelitian ini merumuskan dua permasalahan
:
1. Bagaimanakah aktivitas belajar siswasaat penerapan pembelajaran matematikamenggunakan pendekatan realistik dikelas V SD Negeri 27 Pemulutan?2.Bagaimana hasil belajar siswa setelah penerapan pembelajaran matematikamenggunakan pendekatan realistik dikelas V SD Negeri 27 Pemulutan?Penelitian bertujuan mengetahuiaktivitas belajar dan hasil belajar siswasetelah penerapan pembelajaran matematikamenggunakan pendekatan realistik denganindikator :a.Menyebutkan sifat-sifat bangun ruangtabung, prisma, kerucut, dan limas. b.Melakukan praktik menggambar bangunruang.2
 
2.LANDASAN TEORI2.1Pengertian Pembelajaran
Menurut pendapat Mulyasa(2004:183) proses pembelajaran merupakaninteraksi edukatif antara peserta dididengan lingkungan sekolah. Dalam hal inisekolah diberi kebebasan untuk memilihstrategi, metode, dan teknik-tekni pembelajaran yang efektif, sesuai dengankarakteristik mata pelajaran, karakteristik siswa, karakteristik guru, dan kondisi nyatasumber daya yang tersedia di sekolah.Slameto (2003:2) berpendapat,“pembelajaran ialah suatu proses usahayang dilakukan seseorang untumemperoleh suatu perubahan tingkah lakuyang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksidengan lingkungannya.”Berdasarkan uraian tersebut dapatdisimpulkan bahwa pembelajaranmerupakan suatu proses interaksi edukatif antara siswa dengan lingkungan sekolah.
2.2Pendekatan Matematika RealistiIndonesia (PMRI)
Pendidikan Matematika RealistiIndonesia (PMRI) diadaptasikan dari Teori pembelajaran
 Realistic Mathematics Education
(RME) yang dikembangkan di Netherlands (Belanda) sejak awal 70-anoleh Hans Freudenthal (Depdiknas,2004:32).Pembelajaran matematika yangmenggunakan pendekatan realistik memberikesempatan anak untuk saling berkerjasama dalam pembelajaran, misalnya: anak yang pintar membantu anak yang belum bisa, anak yang belum bisa bertanya kepadaanak yang sudah bisa. Jadi, pembelajaranini tidak berfokus pada guru. Guru tetapaktif melakukan pengamatan, memberi bimbingan, memotivasi anak selama pembelajaran, sehingga tingkah laku anak tetap bisa terpantau. Tugas guru adalahmemberikan dorongan agar siswa bekerjasecara aktif seperti temannya yang lain.Dalam pembelajaran dengan pendektan realistik, keberhasilan siswaditentukan oleh kerja sama antar merekadalam pembelajaran. Jika kerja sama yangsaling memberi dan menerima antar siswa bisa berjalan dengan lancar maka pembelajaran akhirnya akan berhasil dengan baik (Depdiknas, 2004:33).
2.3Karakteristik PembelajaranMatematika dengan PendekatanRealistik 
Menurut Depdiknas (2004:35),3

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ikhsan Din liked this
Wida Widiastuti liked this
Ani SunRise liked this
Dian Sugiana liked this
Teuku Isan liked this
galakgalak liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->