Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MISTERI JAGAT BAYI (BABY UNIVERSES), LUBANG HITAM DAN JAGAT GAIB

MISTERI JAGAT BAYI (BABY UNIVERSES), LUBANG HITAM DAN JAGAT GAIB

Ratings:

4.75

(4)
|Views: 1,856 |Likes:
Published by Agus SIswanto
Jagat Raya berawal dari singularitas (titik awal) yang kemudian terjadi Big Bang (Dentuman Besar). Namun teori ini tidak menjawab keberadaan alam gaib. Masalahnya darimana singularitas itu? apakah muncul dari ketiadaan? Lantas mungkinkah manusia meneliti sesuatu sebelum singularitas?
Jagat Raya berawal dari singularitas (titik awal) yang kemudian terjadi Big Bang (Dentuman Besar). Namun teori ini tidak menjawab keberadaan alam gaib. Masalahnya darimana singularitas itu? apakah muncul dari ketiadaan? Lantas mungkinkah manusia meneliti sesuatu sebelum singularitas?

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Agus SIswanto on Aug 30, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2012

pdf

text

original

 
AGUS SISWANTO Jagat Raya berawal dari singularitas (titik awal) yang kemudian terjadi BigBang (Dentuman Besar). Namun teori ini tidak menjawab keberadaan alam gaib.Masalahnya darimana singularitas itu? apakah muncul dari ketiadaan? Lantasmungkinkah manusia meneliti sesuatu sebelum singularitas?Ini menimbulkan dilema karena menyentuh aspek relijius. Tahun 1981,Gereja katolik Vatikan mengadakan konferensi seputar Jagat Raya. Ketika ituPaus Johannes Paulus mengatakan tidak masalah mempelajari evolusi JagatRaya setelah Dentuman Besar. Tetapi ilmuwan tidak boleh menyelidikiDentuman Besar, karena itulah saat awal penciptaan Jagat Raya.Sejauh ini singularitas memang tidak dapat diformulasikan hukum fisika.Dengan kata lain, hukum fisika tidak berlaku pada awal terbentuknya JagatRaya. Padahal, menyebut singularitas muncul dari ketiadaan tidak sejalandengan hukum Kekekalan Energi (energi tidak dapat diciptakan dandimusnahkan).Kemudian lahirlah hipotesis Lubang Hitam. Hipotesis ini dapat menjawabasal usul singularitas, sekaligus membuka kemungkinan adanya alam gaib.Namun, konsekwensinya muncul gagasan lain yaitu Jagat Raya tidak memilikiawal dan akhir.Lubang HitamUntuk memahami Lubang Hitam, secara ringkas dapat dijelaskan sbb:Kita mulai dengan mengetahui daur hidup bintang. Bintang terbentuk bilasejumlah besar gas (hidrogen) mulai mampat karena forsa (tarikan) gravitasi.Atom gas saling tabrakan dengan laju semakin tinggi membuat gas menjadisangat panas. Akhirnya, setiap tabrakan dua atom hidrogen bukannya terpentalmelainkan lengket membentuk atom helium. Kalor yag dibebaskan (miripledakan bom hidrogen) menyebabkan bintang bersinar.Kalor ini juga berfungsi meningkatkan tekanan gas sehingga cukup untukmengimbangi forsa gravitas agar tidak mengerut (seperti balon: adaperimbangan antara tekanan udara di dalamnya yang berusaha memuaikanbalon dan ada tegangan karet yang berusaha mengecilkan balon). Kondisi inimembuat bintang stabil untuk waktu lama.
 
Namun suatu ketika bintang itu kehabisan hidrogen. Semakin banyakbahan bakar awal bintang itu, semakin cepat habis. Karena semakin masifbintang, diperlukan suhu yang semakin tinggi untuk mengimbangi forsagravitas.Apabila kehabisan bahan bakar, bintang itu mendingin, mengecil danmemampat atau disebut bintang mati. Lalu apa yang terjadi selanjutnya?Subrahmanyan Chandrasekhar, fisikawan India mengatakan, ketikabintang mati mengecil, partikel-partikel akan berdekatan. Partikel inimempunyai kecepatan berbeda. Keragaman ini akan menjauhkan partikel itusatu dari yang lain, dan bintang itu cenderung memuai denganmemberimbangkan forsa gravitasi dan panas (pemuaian) yang timbul.Namun bila rapatan bintang tinggi, pemuaian yang ditimbulkan akan lebihkecil daripada forsa gravitasi.Menurut Chandrasekhar, sebuah bintang dengan massa 1,5 kali massaMatahari (disebut
batas Chandrasekhar 
), tidak sanggup melawan gravitasinyasendiri.Implikasinya, jika massa itu kurang dari batas Chandrasekhar, makabintang itu dapat menghentikan pengerutan dan mapan ke suatu keadaan akhiryang disebut bintang katai putih (White Dwarf) dengan jari-jari ribuan kilometerdan rapatan puluhan ton persentimeter kubik. Bintang ini ditemukan di sekitargugusan bintang Sirius.Fisikawan Rusia, Lev Davidovich Landau mengatakan, bisa saja terbentukbintang berukuran kecil dari bintang katai putih yang disebut bintang Neutron.Bintang ini memiliki jari-jari sekitar 15 kilometer dengan rapatan puluhan jutaton persentimeter kubik.Bukti adanya bintang Neutron ditemukan tahun 1967, ketika Jocelyn Belldan Anthony Hewish dari Universitas Cambridge menemukan objek langit yangdisebut Pulsar. Objek itu sesungguhnya bintang Neutron yang berputar karenaadanya medan magnet dan materi yang mengitarinya sembari memancarkanpulsa gelombang radio.Namun, bintang dengan massa di atas batas Chandrasekhar akan tetapmenghadapi masalah besar saat bahan bakarnya habis. Akhirnya, bintang iniakan mengerut. Apabila bintang terus mengerut ke suatu jari-jari kritis, medangravitasi pada permukaan menjadi kuat sehingga pancaran cahayanya tidakakan keluar (tidak bersinar) karena akan ditarik kembali.
 
 Jika cahaya tidak dapat lolos, maka jelas tidak satupun benda dapat lolos.Semuanya akan ditarik medan gravitasi. Kawasan dengan medan gravitasisangat tinggi ini disebut Lubang Hitam (Black Holes).Sebuah Lubang Hitam tidak dapat dilihat, hanya suatu kawasan (horison)dimana apapun yang mendekati akan dihisap forsa gravitasi. Luas horisontergantung dari massa Lubang Hitam.Luasnya bertambah seiring dengan semakin banyaknya objek yang masukke dalamnya. Lubang Hitam dengan massa 10 Matahari memiliki luas sekitar 30kilometer.Luas horison juga bertambah dengan bergabungnya beberapa LubangHitam menjadi Lubang Hitam raksasa.Deteksi keberadaan Lubang HitamLubang Hitam tidak memancarkan apapun, kecuali radiasi. Dalam risetterbarunya, Stephen Hawking menyimpulkan, bahwa radiasi tersebut memilikisejumlah informasi seputar benda-benda apa saja yang pernah dihisap LubangHitam.Namun, Lubang Hitam masih mengeluarkan forsa gravitasi terhadapbintang didekatnya. Bintang ini berada mengitari sesuatu karena pengaruh forsagravitasi.Secara singkatnya, ada sebuah bintang yang tampak beredar mengitarisesuatu (objek) yang tidak tampak. Materi (partikel-partikel) yang disemburkandari permukaan bintang tampak terlihat. Materi itu terkena gravitasi dari objekyang tidak tampak.Akibatnya, materi ini beredar mengitari objek yang tidak tampak danmembuat gerakan melingkar atau membundar. Dapat diibaratkan bak mandiyang lalu sumbat baknya dibuka. Maka air akan tersedot membentuk pusaran.Objek yang membuat materi berputar itulah yang disebut Lubang Hitam.Pola semacam itu sangat banyak dalam galaksi Bima Sakti atau galaksi lain.Dipastikan ada banyak Lubang Hitam di Jagat Raya ini. Bahkan boleh jadi jumlah Lubang Hitam lebih banyak dari bintang yang tampak (sekitar 100 milyardalam galaksi Bima Sakti). Hal itu menunjukkan, dalam sejarah Jagat Raya,bintang yang kehabisan bahan bakar sangat banyak.Sedangkan lokasi di Jagat Raya yang diduga terdapat Lubang Hitam, diKonstelasi Cygnus X-1 dan XTE J1118+480.

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Erwan Situmorang liked this
Kusmadi Nawungan liked this
andikusuma liked this
dudisudirja7516 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->