Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab VI Gas Ideal

Bab VI Gas Ideal

Ratings: (0)|Views: 742|Likes:
Published by Dini Andriani

More info:

Published by: Dini Andriani on Apr 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/18/2011

pdf

text

original

 
I. GAS IDEAL1.1 Persamaan gas ideal dan gas nyataEksperimen :
-
Pada suhu T=T1 volume V sejumlah n mol gas diubah-ubah, dantekanan P dicatat. Ini dilakukan dengan berbagai jenis gas
-
Seluruh percobaab diulang pada suhu berbeda-beda T
2
,T
3
, …
-
Hasilnya ditabelkan sebagai berikut :T=T
1
n mol H
2
(N
2
,O
2
, dll)
nVv
=
 V
1
V
2
V
3
V
i
P P
1
P
2
P
3
P
i
PV P
1
V
1
P
2
V
2
P
3
V
3
P
i
V
i
T=T
2
n mol H
2
(N
2
,O
2
, dll)
nVv
=
 V
1
V
2
V
3
V
i
P P P P P
i
PV P
1
V
1
P
2
V
2
P
3
V
3
P
i
V
i
T=T
3
, T
4
dstKalau P
i
V
i
dijabarkan terhadap Pi diperoleh lengkungan sepertitampak sebelah.Yang kita peroleh bukanlah garis lurus mendatar (yang akan berartibahwa : PV = tetap), melainkan diperoleh lengkungan yang sedikitsaja menyimpang dari garis lurus mendatar.
Kurva-kurva semua jenis gas berkonvergensi ke titik (padasumbu PV) yang sama : titik A
0
(1),A
0
(2) dst
Untuk suhu eksperimen yang belainan, didapatkan titikkonvergensi yang berlainanLengkung seperti tampak diatas secara matematis, dapat diungkapkansebagai berikut L:PV = f(P) = A
0
+ A
1
P+A
2
P
2
+ A
3
P
3
+…+A
n
P
n
.Persamaan (6.1) ini disebut persamaan gas nyata, yang dinyatakansebagai deret pangkat dalam P. deret ini juga dikenal sebagai suatuekspansi virial dari PV dalam P. sedangkan koefesien-koefesien Aidisebut koefesien virial.Karena lengkung itu tidak banyak menyimpang dari garis lurus darar,maka koefesien virial A
1
,A
2
,A
3
dst adalah sangat kecil. Nilainyatermasuk nilai A0 harus ditentukan dari eksperimen.
 
Perhatikan titik A
0
. titik ini dapat diperoleh dengan ekstrapolasi ke nilaiP
0. Dan nyata bahwa untuk titik ini berlaku :
PVLimA
0P0
=
 Dari diagram tampak bahwa titik-titik A
0
bergantung pada T; makinbesar T, makin besar p[ula nilai A
0
.Akan tetapi untu suatu nilai T tertentu, nilai A
0
adalah sama untuksemua kurva (=Untuk semua jenis gas). Jadi nilai A
0
tidak bergantungpada zat : ia mestilah merupakan konstanta alam. Nilainya dapatditentukan sebagai berikut :Definisi suhu gas ideal (V tetap) adalh
30P
PPLim16,273T
=
. Apabila ruaskiri dikalikan dengan
1VV
3
=
(karena termometer gas dikerjakan pada Vtetap), diperoleh :
330P
VPPVLim16,273T
=
, atau
TA16,273VPTPVLim
0330P
=
 P
3
adalah tekanan gas pada termometer gas yang bersuhu T
3
, dan V
3
 selalu menghasilkan nilai yang sama, yakni :P
3
V
3
= 2263, 85 J/molMaka
11330
KJmol2876,8 16,27385,226316,273VPA
===
. Bilangan ini yag berlakuuntuk semua jenis gas diberi nama konstanta gas umum untuk 1 moldengan lambang RJadi
11
KJmol3,8R
 Maka untuk tekanan rendah (
0P
), persamaan (6-1) menjadi :PV= RT, yang dikenal sebagai persamaan keadaan gas ideal untuk 1mol gas. Karena
nVv
=
, maka :PV = nRT adalah persamaan keadaan untuk n mol gas ideal.Dapat dibuktikan bawa rumus (6-3) dipenuhi gas-gas yang memenuhibeberapa syarat tertentu mengenai partikelnya, misalnya : tidakterstruktur dan tidak saling tarik menarik.Ini tercapai dengan baiak, kalau gas seperti He, Ne, Xe beertekanantidak terlalu tinggi, misalnya < 2 atm. Semakin kecil tekanan gas,semakin dekat sifatnya pada sifat gas ideal.1.2 Energi dalam gas ideal dan gas nyataDalam bab V terdahulu telah diketahui bahwa gas memiliki suatubesaran dinamai energi dalam U yang merupakan suatu fungsikeadaan, yakni suatu besaran yang dapat dinayatakan sebagai fungsidari dua koordinat.Bagaimana tepatnya fungsi ini untuk gas nyata maupun gas ideal ?
 
Percobaan JouleInformasi eksperimentas tentang energi dalam gas dpat diperoleh darieksperimen yang pernah dilakukan Joule. Ruang adiabatik dibagi dua,bagian pertama diisi gas,bagian kedua hampa.Apabila dinding diatermik pemisah ditiadakan, maka gas segeramengisi seluruh ruang, berekspansi dalam vakum. Dalam pada ini, jelaslah :Q = 0, karena ruangan disekat secra adiabatik.W = 0, karena gas menggembang dalam vakum, dalampengembangan ini gas tidak menemui rintangan ; W = 0 darn darihukum ke-1 diperoleh :
U = 0, jadi dalam ekspansi bebas, energi dalam gas tetap.Selanjutnya, pada ekspansi ini jelas tekanan P berubah (berkurang)dan volume gas juga berubah (bertambah). Maak bagaimanakandengan T ?Apabila T tidak berubah, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Umerupakan fungsi dari T saja. Sedangkan apabila T berubah, maka Uadalah fungsi dua variabel.Pada waktu Joule mengadakan percobaan, ia menemukan bahwa Ttidak berubah, maka disimpulkan : U=U(T saja) (sementara)Hasil ini patut disangsikan kebenarannya, mengingat peralatan wktuitu besar kemungkinannya tidak terlalu peka.Penelitian selanjutnya dilakukan dengan cara yang lebih canggihsebagai berikut :Dimisalkan U=U(T,V), maka
dVVUdTTUdU
TV
    
+
    
=
. PadaPercobaan joule dU = 0, dan
0dV
, maka kalau suhu tidak berubah(dT =0), haruslah
[ ]
TT
dV0dU0 VU
==
    
atau U=f(T) + c. DenganKata lain perkataan : dalam ungkapan U tidak terdapat V secaraeksplisit.Kalaupun ada, selalu akan berkombinasi dengan P sedemikiansehingga melalui persamaan keadaannya U dapat diubah menjadifungsi T saja.Contoh :Misalkan U =aT untuk gas ideal, maka dapat ditulis sebagai
PVnRaU
=
, yang tidak boleh dianggap sebagai ungkapan bahwaU=U(P,V). Mengapa tidak ?Apabila dihitung
T
VU
    
pasti diperoleh 0.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->