BAB IITELAAH PUSTAKA
2.1 Inflasi
Inflasi adalah suatu keadaan dalam perekonomian di mana terjadi kenaikan harga-harga secaraumum. Kenaikan dalam harga barang dan jasa yang biasa terjadi jika permintaan bertambahdibandingkan dengan jumlah penawaran atau persediaan barang di pasar, dalam hal ini lebih banyak uang yang beredar yang digunakan untuk membeli barang dibanding dengan jumlah barang dan jasa.Perlu diketahui juga bahwa tidak semua yang namanya kenaikan harga selalu diidentikan denganinflasi, misalnya kenaikan harga pada hari
L
ebaran, ini hanya gejolak pasar yang terjadi sesaat sajadan tidak berlangsung terus-menerus. Inflasi sebagai bagian dari keadaan perekonomian tentu akandialami oleh setiap negara, hanya saja setiap negara memiliki tingkat inflasi yang berbeda-beda.Penyebab Inflasi, dapat dibagi menjadi :1.
Demand Side Inflation
, yaitu disebabkan oleh kenaikan permintaan agregat yang melebihikenaikan penawaran agregat2.
Supply Side Inflation
, yaitu disebabkan oleh kenaikan penawaran agregat yang melebihi permintaan agregat3.
Demand Supply Inflation
, yaiti inflasi yang disebabkan oleh kombinasi antara kenaikan permintaan agregat yang kemudian diikuti oleh kenaikan penawaran agregat,sehingga hargamenjadi meningkat lebih tinggi4.
Supressed Inflation
atau Inflasi yang ditutup-tutupi, yaitu inflasi yang pada suatu waktu akantimbul dan menunjukkan dirinya karena harga-harga resmi semakin tidak relevan dalamkenyataanInflasi dapat digolongkan sebagai berikut :1. Berdasarkan Parah Tidaknya Inflasi
y
Inflasi Ringan (Di bawah 10% setahun)
y
Inflasi Sedang (antara 10-30% setahun)
y
Inflasi Berat ( antara 50-100% setahun)
y
Hiper Inflasi (di atas 100% setahun)2. Berdasar Sebab musabab awal dari Inflasi
y
Demand Inflation
, karena permintaan masyarakat akan berbagai barang terlalu kuat
y
C
ost Inflation
, karena kenaikan biaya produksi3. Berdasar asal dari inflasi
y
Domestic Inflation
, Inflasi yang berasal dari dalam negeri
y
Imported Inflation
, Inflasi yang berasal dari luar negeri
2.2 Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur2.3 Sektor Pertanian di Jawa Timur
Sebagai salah satu provinsi besar di Inonesia, Jawa Timur memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Pada tahun 2005, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut harga konstan Provinsi