Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
34Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Bahasa Indonesia

Makalah Bahasa Indonesia

Ratings: (0)|Views: 2,784 |Likes:
Published by Septiani Dwi
analisis
analisis

More info:

Published by: Septiani Dwi on Apr 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2013

pdf

text

original

 
BAB IANALISIS KESALAHAN BERBAHASA
 
1.1 Pendahuluan
Pergunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar! Ungkapan itu sudah klise sebabkita sudah sering mendengar ataupun membacannya, bahkan membicarakan danmenuliskan ungkapan tersebut. Akibatnya, kita pun dapat bertanya “Apakah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar itu masih belum dicapai saat ini? Apakah penggunaan bahasa Indonesia saat ini masih belum baik dan benar?”Analisis kesalahan berbahasa adalah salah satu cara untuk menjawab pertanyaan tersebut.Melalui analisis kesalahan berbahasa, kita dapat menjelaskan penggunaan bahasa Indonesiayang baik dan benar. Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa Indonesia yang memenuhifaktor-faktor komunikasi, adapun bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesiayang memenuhi kaidah-kaidah (tata bahasa) dalam kebahasaan. Bagaimana cara kitamenganalisis bahasa yang baik dan benar itu? Hal itulah yang akan dibahas dalam makalahini. Setelah mempelajari, kita diharapkan mengetahui analisis kesalahan berbahasa,kemudian kita dapat mempraktikkannya dalam berbahasa Indonesia. Akhirnya pernyataan“Pergunakanlah bahasa yang baik dan benar” menjadi kenyataan.
1.2 Perumusan Masalah
Dalam makalah ini akan dibahas beberapa hal diantaranya:1.2.1 Apa pengertian kesalahan berbahasa?1.2.2 Apa saja kategori kesalahan berbahasa?1.2.3 Apa saja sumber kesalahan berbahasa?1.2.4 Apa tujuan analisis kesalahan berbahasa?1.2.5 Apa metode analisis kesalahan berbahasa?
 
BAB IIPEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kesalahan Berbahasa
Istilah kesalahan berbahasa memiliki pengertian yang beragam. Untuk itu, pengertian kesalahan berbahasa perlu diketahui lebih awal sebelum kita membahastentang kesalahan berbahasa. Corder (1974) menggunakan 3 (tiga) istilah untumembatasi kesalahan berbahasa: (1) Lapses, (2) Error, dan (3)
Mistake
. Ketiga istilahitu memiliki domain yang berbeda-beda dalam memandang kesalahan berbahasa. Corder (1974) menjelaskan:a.Lapses
 Lapses adalah kesalahan berbahasa akibat penutur beralih cara untuk 
menyatakan sesuatu sebelum seluruh tuturan (kalimat) selesai dinyatakan selengkapnya.Untuk berbahasa lisan, jenis kesalahan ini diistilahkan dengan “slip of the tongue”sedang untuk berbahasa tulis, jenis kesalahan ini diistilahkan “slip of the pen”.Kesalahan ini terjadi akibat ketidaksengajaan dan tidak disadari oleh penuturnya. b.Erro
 Error adalah kesalahan berbahasa akibat penutur melanggar kaidah atau
aturantata bahasa (breaches of code). Kesalahan ini terjadi akibat penutur sudah memilikiaturan (kaidah) tata bahasa yang berbeda dari tata bahasa yang lain, sehingga itu berdampak  pada kekurangsempurnaan atau ketidakmampuan penutur. Hal tersebut berimplikasiterhadap penggunaan bahasa, terjadi kesalahan berbahasa akibat penutur menggunakankaidah bahasa yang salah.c.MistakeMistake adalah kesalahan berbahasa akibat penutur tidak tepat dalam memilih kataatau ungkapan untuk suatu situasi tertentu. Menurut Huda (1981), kesalahan berbahasayang dilakukan oleh siswa (anak) yang sedang memperoleh dan belajar bahasa keduadisebut kekhilafan (error). Kekhilafan (error), menurut Nelson Brook dalam Syafi’ie(1984), itu “dosa/kesalahan” yang harus dihindari dan dampaknya harus dibatasi, tetapikehadiran k ekhilafan itu tidak dapat dihindari dalam pembelajaran bahasa kedua.Ditegaskan oleh Dulay, Burt maupun Richard (1979), kekhilafan akan selalu muncul
 
 betapa pun usaha pencegahan dilakukan, tidak seorang pun dapat belajar bahasa tanpamelakukan kekhilafan (kesalahan) berbahasa.Menurut temuan kajian dalam bidang psikologi kognitif, setiap anak yang sedangmemperoleh dan belajar bahasa kedua (B2) selalu membangun bahasa melalui proseskreativitas. Jadi, kekhilafan adalah hasil atau implikasi dari kreativitas, bukan suatukesalahan berbahasa. Kekhilafan adalah suatu hal yang wajar dan selalu dialami olehanak (siswa) dalam proses pemerolehan dan pembelajaran bahasa kedua. Hal itumerupakan implikasi logis dari proses pembentukan kreatif siswa (anak). Hendricksondalam Nurhadi (1990) menyimpulkan bahwa kekhilafan berbahasa bukanlah sesuatu yangsemata-mata harus dihindari, melainkan sesuatu yang perlu dipelajari. Dengan mempelajarikekhilafan minimal ada 3 (tiga) informasi yang akan diperoleh guru (pengajar) bahasa,yakni:
a.
kekhilafan berguna untuk umpan balik (feedback), yakni tentang seberapa jauh jarak yang harus ditempuh oleh anak untuk sampai kepada tujuan serta hal apa (materi)yang masih harus dipelajari oleh anak (siswa);
b.
kekhilafan berguna sebagai data/fakta empiris untuk peneliti atau penelitiantentang bagaimana seseorang memperoleh dan mempelajari bahasa;
c.
kekhilafan berguna sebagai masukan (input), bahwa kekhilafan adalah hal yangtidak terhindarkan dalam pemerolehan dan pembelajaran bahasa, dan merupakansalah satu strategi yang digunakan oleh anak untuk pemerolehan bahasanya(Corder; Richard, 1975).Kesalahan berbahasa dipandang sebagai bagian dari proses belajar bahasa. Ini berarti bahwa kesalahan berbahasa adalah bagian yang integral dari pemerolehan dan pengajaran bahasa. Sekarang “Apa yang dimaksud kesalahan berbahasa Indonesia?Apabila kesalahan berbahasa itu dihubungkan dengan pernyataan atau semboyan“Pergunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar,” ada 2 (dua) parameter atautolok ukur kesalahan dalam berbahasa Indonesia.
 Pertama, pergunakanlah bahasa Indonesia yang baik. Ini berarti bahwa
 bahasa Indonesia yang baik adalah penggunaan bahasa sesuai dengan faktor-faktor penentu dalam komunikasi. Inilah faktor-faktor  penentu dalam komunikasi, antara lain:
a.
siapa yang berbahasa dengan siapa; b.untuk tujuan apa;

Activity (34)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Wida Astriani liked this
Will Neville liked this
Devy Vy Slvy liked this
Nurul Rosmawati liked this
Zoell Ridzall liked this
Wenny Dian liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->