Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ekonomi Moneter I (Modul 7)

Ekonomi Moneter I (Modul 7)

Ratings: (0)|Views: 475 |Likes:
Published by yamatonadhesiko

More info:

Published by: yamatonadhesiko on Apr 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/18/2013

pdf

text

original

 
6.26
EKoNsMr MoNETERI
a
Daftar
Pustaka
Baumol
W.J.
(1952).
The
TransactionDemand
for
Cash
An
InventoryTheoreticApproach.Quarterly
Journalof
Economics.November
1952.
p.545
-556.Nopirin.
(1985).EkonomiMoneter.
Edisi2.
Yogyakarta:
BPFE.
TobinJ.
(1956).
The
InterestElasticity
of
Transaction
Demand
for
Cash.
ReviewofEconomic
Studies.
August
1956.
MoDUL7
Teori
Permintaan
Uang
Tobindan
Friedman
Prof. Dr.Nopirin,
M.A.
PENDAHULUAN
odul
ini
merupaku-n
kelanjutan
dariModul
6.
Pembahasan
meliputiperkembangan
lebihlanjut
tentang
teori
Keynes,
khususnyateoripermintaan
uang untuk
tujuan
spekulasi
(oleh
J.
Tobin).
Di
samping itu,
pembahasan
dilanjutkandengan
teori
Friedman.
Teori
ini
ingin
menghidupkan
kembaliteori klasik
denganmengatakanbahwa
teori
kuantitas
adalah
teori
tentang permintaan
uang.
Pembahasan
terakhir
mengenai
cara-cata
melakukan
studi
empirik
tentang permintaan
uang,
untuk
itu
disajikanmodel-model
empirik
yangdapatdites
dengandata.
Setelah
menyelesaikan
modul
ini
Anda
diharapkandapat
memperolehgambaran
yang
luas
baik
teori
maupun
empirik
tentangpermintaan
uang.
Setelah mempelajari
modul
ini
secara
umum,Anda
diharapkan
dapat
menganalisis
teori
J.
Tobin
dan
M.
Friedman
serta
mengimplikasikan
kebijakannya.Setelah
mempelajari
modul
ini
secara
khusus,
Anda
diharapkan
dapatmenganalisis
hal-halberikut.
a.
Teori
permintaanuang
untuk
spekulasi
(J.
Tobin).
b.
Teori
permintaanuang
M.
Friedman.
c.
Studi
empirik
permintaan
uang.
r
 
7.2
EKENoMT
MoNETER
I
a
KEGIATANBELA.JA.R I
Permintaan
Uang
untuk Tujuan
Spekutasi
('t
eperti
halnya
permintaan
uang
untuk
transaksi,
perkembangan
O
selanjutnya
teori
permintaan
uang
Keynes
adalahpermintaan
uang untuk
spekulasi.
Teori
ini
juga
dikembangkan
oleh
James
Tobin
1950
dalam
tulisannyayangberjudul
Liquidity
Preference
asBehavior Towards
Risk,
Review
of
Economic Studies,Februari 1958, halaman
65-86.
Pokok-pokok
teorinya
adalah sebagai
berikut:
Kekayaan
seseorang
dapat
diwujudkandalam bentuk
uang kas dan
obligasi(pembagian
ini
sejalan denganKeynes).
Uang
kas
tidak
menghasilkan apa-apa.
Sedangkan
obligasi
dapat
menghasilkan
pendapatan
yang
berupabunga sertaperubahanharga
obligasi
sebagai
akibatterjadinya
perubahan
tingkat
bunga. Harga
obligasiyang
tanpa
batas
waktu
(biasanyadisebut
dengan
consol)
adalah:
P=4
r
di
mana
P
:
harga
obligasi
A
:
nilai
(rupiah,misalnya)
dari
bunga
yangditerima
pemegang
obligasi
pertahun
r = tingkat
bunga
Apabila
seseorang
mengharap bahwa
di
masa mendatang
tingkat
bungasebesar
r"
maka harga
obligasi
yangdiharapkanakan menjadi:
P"
=A
rt
Konsekuensinya,
persentase
keuntungan atau kerugian
dari
perubahan
nilai
obligasi(g)
yangdiharapkan
adalah:
AA
P"-Prt
r
6-P
A
r
Dengan
sedikit
manipulasi
persamaan
tersebut,
diperoleh
hasil,
seperti
berikut.
.ESP/d42 1'|/M'OD]JL
"7
7.3
A AI
I
--rtrr"rr-,6-A 1
r"
Apabila
re=
r,
yaknitingkat
bunga
yang
diharapkan
sama
dengan
tingkat
bunga
yang
berlaku
maka
g:0.
Artinya,
tidak
ada
kcuntungan/kerugian
(capital
gainlloss
:
0).
Sebaliknya, apabila
tingkat
bunga
yangberlaku
(r)
sebesar
60/o dan
tingkat
bunga
yangdiharapkan
(r")
turun menjadi
5Vo
maka:
n=
o'06-l=0.20
atau
2o%io
.-
0,05
Pendapatan
total daripemilikanobligasi
selama
satu
tahun
terdiri
dari
tingkat
bunga ditambah
keuntungan
dari
perubahan
nilai
(capital
gain).
Secara
formula
dapat
dirumuskan
sebagai
berikut.
r
e
=r
*
I
=r
+
-
-
l,
di
mana
e
:
pendapatan
total
yangdiharapkan.
Dari
persamaan
di
atas,
menurut Keynes
secara sederhana
dapatdijelaskan
proses
pengambilankeputusanmengenai investasinya.
Apabila
e
>
0
maka
individu
investor tersebut akanmewujudkan
kekayaannya
dalam
bentuk
obligasi.
Apabila
e
<
0,
investor akan
memilih
kekayaannyadalam bentuk
uang
kas.
Menurut Keynes,
harapan(expectation)ditentukan
oleh
tingkat/keadaan
normal.
Jadi,
apabila
tingkat
bunga
yang
berlaku
makin
rendahmaka kemungkinan
besar
e
akannegatif
sehingga
individu
akanmemeganguang
kas.Sebaliknya,
apabila
tingkat
bunga
yangberlaku makin
tinggi
maka
kemungkinanbesar
e positif
sehingga
individu
tersebut
akan
memegang obligasi. Dengandemikian,
jelas
bahwapermintaanuang untuktujuanspekulasi
berbanding
terbalik
dengan
tingkat
bunga
yangberlaku.
Ini
sebenarnyapernyataan
Keynes
tentang
motif
spekulasi
yangtelah dijelaskan
padamodul
sebelumnya.
Namun demikian,
pernyataan
Keynes
ini
mengandung
beberapa
permasalahan,
di
antaranya:
a.
Implikasi
dari analisis
ini
bahwa
individu
investor
akan memegang uangkas semua atau
obligasi
semua, tanpa adanya
kemungkinan
diversifikasi(yakni
sebagianuang kasdan
sebagian
obligasi).
 
7.4
EKoNoMI MoNETER 1
O
b.
MenurutKeynes,
harapan
dari
beberapa
individu
sama
(paling
tidakmengarah
sama)
sehingga
tidak
memungkinkan adanya
diversifikasi
bentuk
kekayaan.
Diversifikasi
kekayaan
akan
timbul
apabila
ada
perbedaandalam harapan
(expectation)
di
antarapara
individu
investor.
c.
Analisis
Keynes
mendasarkan
pada
anggapan
bahwa
individu
penuhdengan
keyakinan
sehingga
investor
tidak
memperhatikan
adanya
risiko
yang
berhubungan dengan
pemilikan
bentuk
kekayaannya
(portfolio,
choice-nya).
Teori
portfolio
dikembangkangunamengatasi
ketiga
masalah
di
atas.
Teori
portfolio
mulai
dengan suatu anggapan bahwa
Seseorang
individu
lebih
suka
akan
pendapatan
(return)
yangmakin
tinggi,
tetapi
sebaliknyatidaksukapada
risiko
(sering
disebul
risk
averse). Contoh
berikut
menjelaskananggapan
ini.
Misalnya,
seseorang
individu
menghadapi
3
alternatifpilihan
sebagai
berikut.
Pilihan
I :
mendapat
tawaran
memperoleh
uang
(pendapatan)
sebesar
Rp1.000,00
dengan
pasti
(artinya
pasti
diperoleh)Pilihan
2 :
dengan kemungkinan
50%:
50o/o
memperoleh
pendapatanRp750,00
atau
Rp1.250,00
Pilihan
3 :
dengan kemungkinan
50%:
50%
memperoleh
pendapatanRp250,00
atau
Rp1.750,00.
Ketiga
pilihan
tersebut
sama-sama
menghasilkanharapan
rata-ratapendapatan
sebesar
Rp
1.000,00,
tetapi
hanya
pilihan
pertama
yang
dengan
penuh
kepastian.
Pilihan
2
dan
3terkandung
adanya
risiko
dan
pilihan
ke-3dengan
risikopaling
besar karena
memberikan
perbedaan
yang
besar dalam
alternatif
pendapatan.
Atas
dasar anggapan
di
atas
(risk
averse) maka
pada
umumnya
individu
lebih
sukapada
pilihan
pertama.
Kalau
contoh
itu
kita
lanjutkan
dengan
misalnya
menawarkan
berikut.Pilihan
4:
dengan kemungkinan
50%;
50%
memperoleh
pendapatan
Rp252,00
atau
Rp1.750,00,
yang
memberikan
rata-rata
pendapatan yangdiharapkan
sebesar
Rp I
.00
1,00.
Dengan mengadakan
modifikasipilihan4
sehinggapendapatan
rata-tata
yang
diharapkan
makin
besar,
cukupgunamengimbangi
makin
besarnya
risiko
yang
ditanggung,
yakni
dengan
menaikkan
pendapatan
untuk
pilihan
yang
mengandung
risiko
makin
besar,dapatlah
akhirnya
diperoleVdibuat
.
e
ttt'A4z
l7lMoouLz
7.5
rr.onrnlt
individu
itutak
ada
bedanya
(indffirent)
antara
pilihan
tertentu
,lrrrlllrr
risiko
tertentupula.Masalah yangdihadapi
oleh
seorang
individu
adalah
memilih
komposisi
ke
kiryaannyasedemikianrupa sehinggakepuasannya
maksimum.
l)i
atas
telah
dijelaskan
bahwa
apabila
e
>
0,
makin
besar
obligasi
yang
rlrpr:gang
berarti
pula
makin
besar
risiko.
Makin
besarnya
risiko
rncrrycbabkankepuasan
bisa
menjadi
makinkecil.
Tetapi,makin
besar
obligasi
yangdipegang
berartipulamakin
besar
pendapatan
yang
diharapkan
srlringga
kepuasannya
juga
makin
besar.Masalahnya,bagaimana
mencarikrrrrrbirrasiantara
risiko
(rrsi)
dan
pendapatan
(return)
yangoptimal. Dari
rrrirsalirh
ini
secara
intensifdapat diketahui
adanya hubungan
terbalik
antara
lirrllkat
bungadengan
permintaan
uang
untuk tujuan
spekulasi.
Makin tinggi
tintr'ikat
bunga,berarti
makin
tinggi
pendapatan
yang
diharapkan.
Tanpa
irtlirnyaperubahan
tingkat
risiko,
seorang
individu
akanmembeli
obligasilcbih
banyak(dengan
demikian
akan mengurangi
jumlah
uangkasnya
untuk
rrrcrnbcli
obligasi
tersebut).
Dari
sini
jelas
bahwa
makin
tinggi
tingkat
bunga,
;rrrnlah
uang
kas yang
dipegang
makin
kecil.
Gambar
7.1
menjelaskan
kcsinrpulan
di
atas
(denganmenggunakan
kuwaindffirence
searangin<lividu).
I
Pundapatan(R$lurn)
Gambar
7.1
Kurva
lndifference
R=
Risiko
(RiskJ
Kurvaindffirence,
di
sini
menunjukkanberbagaikombinasi
antara
risiko
dan
pendapatan
yangdiharapkan
di
mana
tingkat
kepuasannya
sama.
Makintinggikurva
indifferencemenunjukkan
tingkat
kepuasan
yangmakinbcsar
(Io
<
I,
<
Iz).
Kurva
ini
mempunyaiarah
dari
kiri
bawahke kanan
atas
(positiQ
karena(seperti
telah
dijelaskan
di
atas)
individu
itu
mau
rncnanggung
risiko
yang
makin
besar
apabila didorong/diimbangi
dengan
4

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
kangwinjihwang liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->