Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Additif Peningkat Cetane Number

Additif Peningkat Cetane Number

Ratings: (0)|Views: 63 |Likes:
Bahan aitif untuk meningkatkan angka setana
Bahan aitif untuk meningkatkan angka setana

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Angga Resala Perdana on Apr 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/21/2011

pdf

text

original

 
 MAKARA, TEKNOLOGI, VOL. 6, NO. 2, AGUSTUS 2002
83
PADITIF PENINGKAT ANGKA SETANA BAHAN BAKAR SOLARYANG DISINTESIS DARI MINYAK KELAPA
M. Nasikin, Rita Arbianti dan Abdul Azis
Jurusan Teknik Gas dan Petrokimia, Fakultas Teknik Universitas IndonesiaKampus Baru UI, Depok 16424, Jawa Barat, Indonesia
 E-mail : mnasikin@eng.ui.ac.id 
Abstrak
Untuk mengurangi kandungan NO
x
, SO
x
, HC, dan partikulat-partikulat yang dihasilkan dari penggunaan solar, dapatdilakukan dengan cara meningkatkan angka setana. Salah satu cara meningkatkan angka setana adalah penambahanaditif pada solar. Aditif yang telah komersial merupakan senyawa organik nitrat, yaitu 2-
 Ethyl Hexyl Nitrate
(2-EHN).Pada penelitian ini dilakukan pembuatan aditif yang berasal dari minyak kelapa dengan metode nitrasi menggunakanHNO
3
dan H
2
SO
4
. Hasil reaksi adalah metil ester nitrat yang strukturnya mirip 2-EHN. Spektra IR dari hasil reaksimenunjukkan adanya metil ester nitrat yang diindikasikan dengan munculnya spektrum NO
2
pada 1635 cm
-1
. Hasil inimenunjukkan bahwa metil ester nitrat dapat disintesis dengan metode nitrasi, dan
 yield 
yang dihasilkan adalah 74,84%volume. Penambahan 1% metil ester nitrat ke dalam solar menyebabkan peningkatan CN (
Cetane Number 
) dari 44,68menjadi 47,49.
Abstract
To reduce NO
x
, SO
x
, HC, and particulates that produce because of using diesel fuel, can be done by increasing cetanenumber. One of methods is adding an additive to diesel fuel. 2-Ethyl Hexyl Nitrate (2-EHN) is a commercial additivethat an organic nitrate. Making an additive in this research is used palm oil by nitration reaction that used HNO
3
andH
2
SO
4
. Result of this reaction is methyl ester nitrate that has a structure looks like 2-EHN. IR spectra from researchshow that methyl ester nitrate is indicated by spectrum NO
2
at 1635 cm
-1
. This result show that methyl ester nitrate canbe synthesized by nitration reaction and yield is 74,84% volume. Loading 1% methyl ester nitrate to diesel fuel canincrease cetane number from 44,68 to 47,49.
Keywords: Methyl ester nitrate, additive, diesel fuel, palm oil
Pendahuluan
Penggunaan solar sebagai bahan bakar mesin dieselmenghasilkan gas buang dengan kandungan NO
x
, SO
x
,hidrokarbon dan partikulat-partikulat. Gas buang yangdihasilkan oleh kendaraan di Indonesia masih berada diatas baku mutu yang ditetapkan oleh PemerintahIndonesia. Emisi partikulat yang dikeluarkan oleh mesindiesel ini sangat berbahaya dibandingkan dengan emisiyang dikeluarkan oleh mesin berbahan bakar bensin.Hal ini disebabkan karena partikulat yang dikeluarkanoleh mesin diesel mempunyai kadar toksisitas relatif paling tinggi, yaitu 106,7 dibandingkan dengan emisiCO yang memiliki toksisitas relatif=1[1]. Ukuranpartikulat atau jelaga (PM-10) yang lebih kecil dari 10
µ
m yang menyebabkan mudah terhirup ke paru-parubersama udara.Untuk mengurangi laju polusi udara ini maka perludilakukan perbaikan pada mesin diesel dan bahan bakarsolar. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi emisi gas buang seperti NO
x
, SO
x
, danpartikulat adalah dengan meningkatkan
Cetane Number 
(CN) pada solar. CN yang tinggi berarti waktu tundapenyalaan lebih singkat.Bahan bakar diesel (solar) memiliki 3 jenis kategori,yaitu [2,3]:1.
 
Solar kategori I: memiliki CN minimum 48 dengankandungan sulfur maksimum adalah 5000 ppm.2.
 
Solar kategori II: memiliki CN minimum 52 dengankandungan sulfur maksimum adalah 300 ppm.3.
 
Solar kategori III: memiliki CN minimum 54 sertabebas kandungan sulfur.
 
 MAKARA, TEKNOLOGI, VOL. 6, NO. 2, AGUSTUS 2002
84
Untuk meningkatkan CN dapat dilakukan dengan caramenambahkan aditif pada bahan bakar solar. Aditif bahan bakar solar yang telah diproduksi secara komersiladalah 2-
 Ethyl Hexyl Nitrate
(2-EHN) [3]. 2-EHNadalah senyawa organik yang memiliki gugus nitratpada ujung rantai karbonnya. 2-EHN digunakan karenatidak stabil secara termal dan terdekomposisi dengancepat pada temperatur yang tinggi pada ruangpembakaran. Produk yang terdekomposisi membantudimulainya pembakaran bahan bakar, dengan waktupenyalaan yang lebih pendek dibandingkan denganbahan bakar tanpa aditif. Penambahan 2-EHN padabahan bakar solar dengan dosis 0,05%-0,4% akanmemberikan kenaikan CN sebesar 4-7.Nasikin dkk. [4] telah melaporkan keberhasilan sintesismetil ester nitrat dari minyak kelapa sawitmenggunakan metode nitrasi. Metil ester nitrat yangdihasilkan apabila ditambahkan ke dalam minyak solarsebanyak 0,5% dapat menghasilkan CN sebanyak 3angka. Sintesis menggunakan metode ini menghasilkan
 yield 
yang cukup tinggi, yaitu sebesar 73,33%.Pada penelitian ini akan dilakukan sintesis senyawaorganik dari minyak kelapa dengan metode nitrasi yangmenghasilkan metil ester nitrat. Digunakannya minyak kelapa karena minyak kelapa memiliki sifat yang miripdengan minyak kelapa sawit. Metil ester yangdihasilkan dari minyak kelapa kemudian ditambahkangugus nitrat karena gugus nitrat ini diharapkan dapatmeningkatkan CN sampai 4-8 dengan dosis pemakaiantidak lebih dari 1%. Metode yang digunakan untuk sintesis senyawa organik ini adalah metode nitrasimenggunakan HNO
3
dan H
2
SO
4
.
Metode Penelitian
Sebelum dilakukan sintesis metil ester, terlebih dahuludilakukan titrasi untuk menghitung NaOH yangdibutuhkan sebagai katalis dengan mentitrasi campuranisopropil alkohol dan minyak kelapa dengan NaOHsampai pH = 8-9. Setelah itu dilakukan pembuatansodium metoksida (CH
3
ONa) dari NaOH dan CH
3
OH15% volume. Reaksi transesterifikasi dilakukan denganmencampurkan minyak kelapa dan CH
3
ONa pada suhu50
o
C. Hasil yang diperoleh didiamkan dan kemudiandipisahkan antara gliserin dan metil ester. Metil esteryang diperoleh dicuci sampai pH = 7 atau netral laludipanaskan untuk menghilangkan kadar air dalam metilester tersebut.Sintesis metil ester nitrat dilakukan dengan mereaksikanmetil ester dengan HNO
3
dan H
2
SO
4
. Reaksi yangterjadi antara HNO
3
dan H
2
SO
4
sangat eksotermis, olehkarena itu dilakukan pada suhu
55
o
C. Kemudian hasildari reaksi ini dimurnikan dengan cara
refluks,
laludicuci dengan air untuk menghilangkan asam danditambahkan CaCl
2
anhidris untuk mengemulsi air yangada akibat pencucian.Untuk mengetahui keberadaan gugus nitrat padasenyawa organik yang dihasilkan dan melihat seberapabesar serapannya, maka dilakukan uji karakterisasidengan menggunakan Infrared (IR).Untuk menghitung
Cetane Index
(CI) digunakanpersamaan ASTM D-4373 (persamaan 1) danmenggunakan persamaan ASTM D-976 (persamaan 2).Perhitungan CI menggunakan persamaan ASTM D-4373 dan persamaan ASTM D-976 memerlukan nilaidensitas dan temperatur distilat. Untuk menghitung CNdigunakan korelasi CI yaitu CN = CI – 2 untuk ASTMD-976 dan ASTM D-4737 [5]. Perhitungan ini berlakuuntuk menghitung CN dari minyak solar, metil ester dancampuran metil ester dan minyak solar.Untuk melakukan uji densitas seharusnya dilakukandengan metode ASTM D-1298. Namun pada penelitianini akan dilakukan uji skala laboratorium menggunakanpiknometer pada suhu 15
o
C.Pengukuran temperatur destilat pada saat destilatmenguap sebanyak 10%, 50% dan 90% volume,seharusnya dilakukan dengan uji ASTM D-86. Padapenelitian ini temperatur distilat diukur dengan kolomdistilasi sederhana yang dirancang sendiri. Gambar 1memperlihatkan skema peralatan untuk pengukurantemperatur distilasi secara sederhana.
Gambar 1. Skema peralatan kolom distilasi
Perhitungan CI mengunakan ASTM D-976
CCI 
= 454,74 1641,416
 D
+ 774,74
 D
2
– 0,554
50
 
+97,803 (log
50
)
2
(1)dimana:
CCI 
=
Calculate Cetane Index
 
 M 
=
mid-boiling temperature
,
o
F
 D
= densitas pada 15
o
C, g/ml
50
=
mid-boiling temperature
,
o
C.
 
 MAKARA, TEKNOLOGI, VOL. 6, NO. 2, AGUSTUS 2002
85
Perhitungan CI mengunakan ASTM D-4737
CCI =
45,2 + (0.0892) (
10N 
) + [0,131 + (0,901) (
 B
)](
50N 
) + [0,0523 – (0,420) (
 B
)] (
90N 
) +(0,00049) [(
10N 
)
2
– (
90N 
)
2
] + (107) (
 B
) + (60)(
 B
2
) (2)dimana:
CCI 
=
Calculate Cetane Index
 
 D
= densitas pada 15
o
C
 DN 
=
 D
– 0,85
 B
= [e
(-3.5)(
 DN 
)
] – 1
10
= temperatur distilasi 10%,
o
C
10N 
=
10
 
– 215
50
= temperatur distilasi 50%,
o
C
50N 
=
50
– 260
90
= temperatur distilasi 90%,
o
C
90N 
=
90
 
– 310Perhitungan
 yield 
reaksi dilakukan untuk menentukanberapa banyak nitrat yang bereaksi dengan metil ester.Perhitungannya dilakukan dengan menggunakan hasilFTIR dari HNO
3
dan metil ester nitrat yang telahditambahkan asam asetat (CH
3
COOH). Perhitungannyadilakukan dengan membandingkan puncak spektra dariHNO
3
dan metil ester nitrat dengan memanfaatkanpuncak spektra asam asetat sebagai referensi. Masing-masing puncak asetat dalam HNO
3
dan metil ester nitratdiukur tingginya terhadap
baseline
masing-masing.Kemudian tinggi puncak dari spektra nitrat yang ada diHNO
3
dan metil ester nitrat juga diukur denganmenggunakan
baseline
masing-masing dan kemudiandihitung konsentrasi aktualnya menggunakan tinggipuncak asam asetat.Hasil yang diperoleh dari perbandingan tersebutdigunakan untuk menentukan konsentrasi dari metilester nitrat. Konsentrasi metil ester nitrat ditentukandengan cara:
]3[HNO12[MEN]
 x N  N  xab
=
(3)dimana :a = puncak asam asetat di HNO
3
= t
1
cmb = puncak asam asetat di metil ester nitrat = t
2
cmN
1
= puncak nitrat di HNO
3
, cmN
2
= puncak nitrat di metil ester nitrat, cm[HNO
3
] = konsentrasi HNO
3
= 15 M[MEN] = konsentrasi Metil Ester Nitrat
Yield 
reaksi diperoleh dengan mengasumsikanbanyaknya larutan campuran adalah 1 liter. Dari 1 litercampuran tersebut dapat ditentukan berat dari campurantersebut dengan cara:G = V x
ρ
(4)dimana: G = berat campuranV = volume campuran
ρ
= densitas campuran.Densitas yang digunakan dalam perhitungan ini adalahdensitas metil ester.Untuk berat metil ester nitrat dapat ditentukan darikonsentrasi yang telah diperoleh dari hasil perhitungan.Konsentrasi yang didapatkan dapat diubah kedalambentuk berat (gram) karena berat molekul metil esternitrat diketahui.
Yield 
reaksi dihitung dengan cara membandingkan beratmetil ester nitrat dengan berat larutan campuran.
100%x
 y xYield 
=
(5)di mana: x = berat metil ester nitraty = berat larutan campuran
Hasil dan Pembahasan
Metode pembuatan metil ester menggunakan reaksitransesterifikasi sederhana. Dalam pembuatan metilester ini digunakan minyak kelapa (minyak goreng“Barco”) sebanyak 1 liter. Metil ester yang dihasilkanberwarna kuning muda hampir mendekati putih danlebih jernih dibandingkan sebelumnya. Metil ester yangdihasilkan dari reaksi ini sebanyak 900 ml. Reaksi yangterjadi adalah sebagai berikut:(6)Sintesis organik nitrat ini dilakukan denganmereaksikan metil ester yang telah dibuat dari minyak kelapa dengan HNO
3
pekat dan H
2
SO
4
pekat. Metilester nitrat yang terbentuk sebanyak 850 ml danberwarna kuning seperti warna minyak kelapa awal.Warna yang ditimbulkan lebih gelap dibandingkanwarna metil esternya disebabkan karena penambahansenyawa nitrat. Reaksi yang terjadi pada reaksi nitrasiadalah sebagai berikut:HNO
3
+ H
2
SO
4
 
NO
2+
+ H
2
O + HSO
4-
(7)CH
3
OCHOR + NO
2+
 
CH
3
OCHONO
2
OR (8)dimana R adalah rantai karbon dari minyak kelapa.
 
Pengukuran densitas dilakukan pada solar, metil ester,campuran 80% solar dan 20% metil ester, campuransolar dan organik nitrat untuk variasi komposisi nitrat0,5%, 1% dan 1,5%. Untuk masing-masing sampel

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->