Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
76Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengukuran Tekanan Intra Kranial

Pengukuran Tekanan Intra Kranial

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 2,210 |Likes:
Published by igun winarno
anesthesiology
anesthesiology

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: igun winarno on Apr 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2013

pdf

text

original

 
PENGUKURAN TEKANAN INTRA KRANIAL
 Igun Winarno, Sofyan Harahap Bagian / SMF Anestesi FK Undip / RSUP dr. Kariadi Semarang 2010
A.PENDAHULUAN
Pengertian tentang tekanan intra kranial bagi seoranganestesiologis sangat penting untuk mendasari terapi kelainan yang terjadi.Ruangan kranial merupakan struktur yang kaku dengan total volume yangtetap, meliputi otak (80%), darah (12%), dan CSS (8%). Tengkorak dankanalis vertebralis membentuk perlindungan yang kuat terhadap otak,medulla spinalis, cairan serebrospinal (LCS), dan darah. Semuakompartemen intrakranial ini tidak dapat dimampatkan, hal inidikarenakan volume intrakranial adalah sangat konstan (Hukum Monro-Kellie).
1-5,9,l0,12
Penambahan volume dari suatu kompartemen hanya dapatterjadi jika terdapat penekanan (kompresi) pada kompartemen yang lain.Satu-satunya bagian yang memilik kapasitas dalam mengimbangi (buffer capacity) adalah terjadinya kompresi terhadap sinus venosus dan terjadi perpindahan LCS ke arah aksis lumbosakral. Ketika manifestasi di atassudah maksimal maka terdapat kecenderungan terjadinya peningkatanvolume pada kompartemen (seperti pada massa di otak) akanmenyebabkan peningkatan tekanan intra kranial (ICP/TIK).
2,3,4
Peningkatan tekanan intra kranial (TIK) akan menurunkan perfusiserebral dan menyebabkan komplikasi iskemia sekunder. Selainmempengaruhi
Cerebral Perfusion Pressure
(CPP), peningkatan tekananintra kranial dapat menyebabkan terjadinya herniasi. Meskipum batasanyang pasti tidak ditemukan, tetapi peningkatan TIK > 30 mmHg berkaitandengan peningkatan resiko herniasi trantentorial atau herniasi batang otak.Maka monitoring dengan pengukuran dan penanganan TIK adalah halyang penting. Banyak Faktor yang dapat mempengaruhi tekanan intrakranial diantaranya : peningkatan volume jaringan didalammnya,
1
 
 peningkatan aliran darah ke otak, kelainan dari aliran cairan, dan penambahan efek massa.
1-3,5,9
Disamping pengetahuan tentang tekanan intra kranial, pemahamantentang bagaimana cara mengatasinyapun sangat perlu untuk diketahui.Oleh karena itu pada tulisan ini akan membahas tentang pengukurantekanan intra cranial, efek peningkatan dan managemennya, sertakeperluan pengelolaan dalam anestesi.
B.TEKANAN INTRA KRANIALAnatomi dan fisiologi Cerebral
Pelayanan anestesi pada pasien yang akan menjalani operasi bedahsaraf membutuhkan pemahaman dasar tentang fisiologi sistem saraf pusat(SSP). Agen anestesi memiliki efek pada metabolisme cerebral, alirandarah, dinamik cairan serebro spinal (CSS) serta tekanan dan volumeintracranial yang sering ditemukan. Pada beberapa kondisi, perubahantersebut tidak tampak, sedangkan pada orang lain dapat bermanfaat.
2
Kebanyakan trauma operasi bedah saraf dan morbiditas terkaitinjuri traumatik otak berasal dari peningkatan ICP/TIK. Dengan demikian,secara singkat garis besar mekanisme fisiologi normal adalah menjagakeseimbangan antara tekanan dan volume di dalam sakus dura. Hal ini berguna dalam memperbaiki pemahaman akan konsep yang mendasaritentang pemantauan tekanan di didalam kepala (ICP/TIK).
9
Orang dewasa normal menghasilkan sekitar 500 mL cairanserebrospinal (CSF) dalam waktu 24 jam. Setiap saat, kira-kira 150 mLada di dalam ruang intrakranial. Ruang intradural terdiri dari ruangintraspinal ditambah ruang intrakranial. Total volume ruang ini pada orangdewasa sekitar 1700 mL, dimana sekitar 8% adalah cairan serebrospinal,12% volume darah, dan 80% jaringan otak dan medulla spinalis. Karenakantung dura tulang belakang tidak selalu penuh tegang, maka beberapa peningkatan volume ruang intradural dapat dicapai dengan kompresiterhadap pembuluh darah epidural tulang belakang . Setelah kantung dural
2
 
sepenuhnya tegang, apapun penambahan volume selanjutnya akanmeningkatkan salah satu komponen ruang intrakranial yang harusdiimbangi dengan penurunan volume salah satu komponen yang lain.Konsep ini dikenal dengan fisiologi otak dari doktrin Monro-Kellie.
1-10
Pertambahan volume dari suatu kompartemen hanya dapat terjadi jika terdapat penekanan (kompresi) pada kompartemen yang lain. Satu-satunya bagian yang memilik kapasitas dalam mengimbangi (buffer capacity) adalah terjadinya kompresi terhadap sinus venosus dan terjadi perpindahan LCS ke arah aksis lumbosakral. Ketika manifestasi di atassudah maksimal maka terdapat kecenderungan terjadinya peningkatanvolume pada kompartemen (seperti pada massa di otak) akanmenyebabkan peningkatan tekanan intracranial (ICP/TIK).
3
V
CSF
+ V
darah
+ V
otak 
= V
konstan
Jadi dengan peningkatan patologis pada satu komponen, sedikitnyasalah satu dari yang lain harus turun untuk menjaga volume konstan. Jikakomponen yang mengakomodasi penurunan volume sama dengan volumeyang ditambah, maka tekanan tidak berubah Yang paling efektif dan yangmerupakan kompensasi awal adalah perpindahan CSF dari ruang kranial
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->