peningkatan aliran darah ke otak, kelainan dari aliran cairan, dan penambahan efek massa.
1-3,5,9
Disamping pengetahuan tentang tekanan intra kranial, pemahamantentang bagaimana cara mengatasinyapun sangat perlu untuk diketahui.Oleh karena itu pada tulisan ini akan membahas tentang pengukurantekanan intra cranial, efek peningkatan dan managemennya, sertakeperluan pengelolaan dalam anestesi.
B.TEKANAN INTRA KRANIALAnatomi dan fisiologi Cerebral
Pelayanan anestesi pada pasien yang akan menjalani operasi bedahsaraf membutuhkan pemahaman dasar tentang fisiologi sistem saraf pusat(SSP). Agen anestesi memiliki efek pada metabolisme cerebral, alirandarah, dinamik cairan serebro spinal (CSS) serta tekanan dan volumeintracranial yang sering ditemukan. Pada beberapa kondisi, perubahantersebut tidak tampak, sedangkan pada orang lain dapat bermanfaat.
2
Kebanyakan trauma operasi bedah saraf dan morbiditas terkaitinjuri traumatik otak berasal dari peningkatan ICP/TIK. Dengan demikian,secara singkat garis besar mekanisme fisiologi normal adalah menjagakeseimbangan antara tekanan dan volume di dalam sakus dura. Hal ini berguna dalam memperbaiki pemahaman akan konsep yang mendasaritentang pemantauan tekanan di didalam kepala (ICP/TIK).
9
Orang dewasa normal menghasilkan sekitar 500 mL cairanserebrospinal (CSF) dalam waktu 24 jam. Setiap saat, kira-kira 150 mLada di dalam ruang intrakranial. Ruang intradural terdiri dari ruangintraspinal ditambah ruang intrakranial. Total volume ruang ini pada orangdewasa sekitar 1700 mL, dimana sekitar 8% adalah cairan serebrospinal,12% volume darah, dan 80% jaringan otak dan medulla spinalis. Karenakantung dura tulang belakang tidak selalu penuh tegang, maka beberapa peningkatan volume ruang intradural dapat dicapai dengan kompresiterhadap pembuluh darah epidural tulang belakang . Setelah kantung dural
2