yang sama dan bagi anak perempuan satu ekor kambing." Amir berkata:"'Atha mengatakan : "tidak dipotong kulitnya…" tanpa ada ungkapan :"dilakukan pada hari ketujuh…" (HR. Al-Baihaqy IX:302. Sungguh 'Amir telahmenjelaskan bahwa ungkapan tersebut tidak marfu' dalam hadits ini tetapihanya ungkapan 'Atha sebagai (hadits) mauquf, dan ini dalam hadits disebutMudraj. (Irwaul ghalil IV:369)
C. Hadits KetigaRasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengaqiqahi dirinya sendiri setelah beliau diangkat sebagai nabi. [
Dhaif mungkar
,
HR Abdur Razaq(4/326)
dan Abu Syaikh dari jalan Qatadah dari Anas]Sebenarnya mereka tidak punya hujjah sama sekali karena hadistnya dhaif dan mungkar. Telah dijelaskan pula bahwa nasikah atau aqiqah hanya padasatu waktu (tidak ada waktu lain) yaitu pada hari ketujuh dari harikelahirannya. Tidak diragukan lagi bahwa ketentuan waktu aqiqah inimencakup orang dewasa maupun anak kecil.KESIMPULAN :-Hadits2 ttg 'aqiqah selain pada hari ketujuh adalah dla'if dantidak bisa dijadikan dasar ber'amal
-
Aqiqah termasuk nusuk (ibadah) yang ditentukan waktunya berdasarkan dalil yang shahih yaitu pada hari ketujuh dari kelahiran.
-
Hari ketujuh ini dihitung berdasarkan penanggalan qamariyah.Misalnya, bayi lahir hari Senin tanggal 20 April ba'da magrib pukul19.00, maka hari kesatunya dimulai hari Selasa tanggal 21 April,karena perpindahan hari menurut qamariyah adalah waktu maghrib(bukan jam 12 malam).
-
Pada Hari ketujuh kelahiran tsb bayi diberi nama, aqiqah,dicukur rambutnya dan ditimbang lalu bersedekah dengan perak (atauuang senilai harga perak) seberat timbangan rambutnya. Adapunkhitan bayi pada hari ketujuh Insya Allah dibahas pd topik terpisah.Wallahu A'lamBAHAN KAJIANHadits Pertama
«
تِارَيَ ز ّ لا بُاو َ ْأَ
2