JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM , Vol. 5 No.2
Pengaruh Kedalaman Penanaman Dan Jarak Elektroda Tambahan Terhadap Nilai Tahanan Pembumian
39
BATASAN MASALAH
Untuk mencapai sasaran yang diinginkan dalam penelitian ini maka perlu adapembatasan masalah, yaitu:
•
Elektroda yang digunakan dalam pengukuran adalah elektroda batang berupa besipejal yang dilapisi tembaga dengan panjang 150 cm dan diameter 1,5 cm.
•
Pengukuran menggunakan 2 elektroda batang.
•
Konfigurasi yang diteliti terdiri dari 1 batang elektroda dan 2 batang elektroda yangditanam tegak lurus.
TUJUAN
Berdasarkan uraian di atas serta mengacu pada rumusan masalah, maka tujuan daripenelitian ini adalah meneliti pengaruh kedalaman penanaman dan jarak elektrodatambahan terhadap nilai tahanan pembumian.
METODE
Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode analisis studiliteratur dan pengukuran langsung di lapangan. Literatur-literatur yang diperlukan untuk mendukung penelitian ini, antara lain parameter yang meanpengaruhi nilai tahananpembumian, pengetanahan batang vertikal, dan pengukuran nilai tahanan pembumian.
•
Penelitian ini dilakukan pada lahan terbuka di sekitar gedung Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya.
•
Pengukuran tahanan pembumian dilakukan dengan metode 3 (tiga) titik denganobyek uji elektroda pembumian dan dua buah elektroda bantu.
•
Pengambilan data dilakukan dengan menanam batang elektroda pada tempat danwaktu yang sama dengan tujuan agar data yang diambil lebih akurat karena kondisitanah yang diuji adalah sama.
TINJAUAN PUSTAKASistem Pembumian Sebagai Konduktor
Resistansi dalam sistem pembumian merupakan komposisi dari: a) resistansibatang metal, b) resistansi kontak antara permukaan batang metal dan tanah disekitarnya, dan c) resistansi bagian tanah di sekitar batang metal (rod) pembumian.Gambar 1. Sel-sel tanah sebagai elektroda pembumianSebuah sistem pembumian membentuk elektroda tanah yang umumnyadimodelkan sebagai sebuah setengah lingkaran, setengah elip, atau sebuah tabungdengan alas berupa permukaan setengah bola. Elektroda ini digambarkan sebagaikonduktor yang terdiri dari lapisan berupa sel-sel tanah yang tebalnya sama sepertidiperlihatkan pada Gambar 1. Arus yang mengalir dari pembumian tersebut akanmelintasi sel-sel ini. Sel tanah yang terdekat dengan rod mempunyai permukaan palingkecil karenanya memberikan resistansi paling besar. Bila jarak dari elektroda bertambahmaka luasan ini juga membesar.