Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengaruh Kedalaman Penanaman Dan Jarak Elektroda Tambahan Terhadap Nilai Tahanan Pembumian

Pengaruh Kedalaman Penanaman Dan Jarak Elektroda Tambahan Terhadap Nilai Tahanan Pembumian

Ratings: (0)|Views: 253 |Likes:
Published by zzaqiyah

More info:

Published by: zzaqiyah on Apr 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/24/2014

pdf

text

original

 
PENGARUH KEDALAMAN PENANAMAN DAN JARAK ELEKTRODATAMBAHAN TERHADAP NILAI TAHANAN PEMBUMIANDhimas Dhesah Kharisma
 
Abstrak:
Semakin kecil nilai tahanan pembumian maka semakin baik sistempembumiannya. Pada kondisi tanah tertentu, nilai tahanan pembumian dipengaruhi olehkedalaman penanaman dan jarak elektroda. Jurnal ini akan memaparkan bagaimanapengaruhnya terhadap nilai tahanan pembumian. Dalam penelitian digunakan metodepengukuran tiga titik dengan menginjeksikan arus AC konstan di antara elektroda ujidan elektroda arus yang menimbulkan beda potensial di antara elektroda uji danelektroda tegangan, sehingga didapatkan nilai tahanan pembumian. Hasil analisamenunjukkan bahwa nilai tahanan pembumian akan semakin kecil bila kedalamanpenanaman, jumlah elektroda yang ditanam, dan jarak penanamannya ditambah.
Kata Kunci:
Tahanan Pembumian, Elektroda Tambahan
Sistem pembumian memegang peranan yang sangat penting dalam sistemproteksi. Sistem pembumian digunakan sebagai jalur pelepasan arus gangguan ke tanah.Menurut fungsinya pembumian dibedakan menjadi 2, yaitu pembumian titik netralsistem tenaga dan pembumian peralatan. Pembumian netral sistem tenaga berfungsisebagai pengaman sistem / jaringan, sedangkan pada pembumian peralatan berfungsisebagai pengaman terhadap tegangan sentuh.Pembumian mula-mula dilakukan dengan menanamkan batang-batangkonduktor tegak lurus permukaan tanah (vertikal). Tetapi kemudian orangmenggunakan batang-batang konduktor sejajar dengan permukaan tanah (horisontal)dengan kedalaman beberapa puluh cm di bawah permukaan tanah. Hal ini dilakukanmula-mula karena pada suatu daerah yang berbatu tidak dapat menanamkan elektrodapembumian lebih dalam. Setelah diselidiki lebih lanjut ternyata pembumian dengansistem penanaman horisontal dengan bentuk kisi-kisi (grid) mempunyai keuntungan-keuntungan dibandingkan dengan pembumian yang memakai batang-batang vertikal.Sistem pembumian batang vertikal masih banyak digunakan pada gardu induk, dan jugamerupakan teori dasar dari sistem pembumian.Sistem pembumian yang baik adalah sistem pembumian yang memiliki nilaitahanan pembumian yang kecil. Pada kondisi tanah tertentu, nilai tahanan pembumiandipengaruhi oleh kedalaman penanaman dan jarak penanaman antar elektroda. Untuk mengetahui pengaruh kedalaman penanaman dan jarak penanaman antar elektrodaterhadap nilai tahanan pembumian dengan menggunakan elektroda batang, maka perludilakukan penelitian.
PERUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah pada penelitian ini sebagai berikut:
 
Bagaimana pengaruh kedalaman penanaman elektroda terhadap nilai tahananpembumian?
 
Bagaimana pengaruh penambahan 1 elektroda terhadap nilai tahanan pembumian?
 
Bagaimana pengaruh jarak penanaman kedua elektroda terhadap nilai tahananpembumian?
 
Bagaimana menentukan radius efektif elektroda pembumian dan pendekatan modelparalel untuk 2 elektroda?
Dhimas Dhesah Kharisma adalah mahasiswa Pascasarjana Fakultas Teknik Program Studi MagisterTeknik Elektro Universitas Brawijaya Malang
 
JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM , Vol. 5 No.2
 
Pengaruh Kedalaman Penanaman Dan Jarak Elektroda Tambahan Terhadap Nilai Tahanan Pembumian
 
39
BATASAN MASALAH
Untuk mencapai sasaran yang diinginkan dalam penelitian ini maka perlu adapembatasan masalah, yaitu:
 
Elektroda yang digunakan dalam pengukuran adalah elektroda batang berupa besipejal yang dilapisi tembaga dengan panjang 150 cm dan diameter 1,5 cm.
 
Pengukuran menggunakan 2 elektroda batang.
 
Konfigurasi yang diteliti terdiri dari 1 batang elektroda dan 2 batang elektroda yangditanam tegak lurus.
TUJUAN
Berdasarkan uraian di atas serta mengacu pada rumusan masalah, maka tujuan daripenelitian ini adalah meneliti pengaruh kedalaman penanaman dan jarak elektrodatambahan terhadap nilai tahanan pembumian.
METODE
Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode analisis studiliteratur dan pengukuran langsung di lapangan. Literatur-literatur yang diperlukan untuk mendukung penelitian ini, antara lain parameter yang meanpengaruhi nilai tahananpembumian, pengetanahan batang vertikal, dan pengukuran nilai tahanan pembumian.
 
Penelitian ini dilakukan pada lahan terbuka di sekitar gedung Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya.
 
Pengukuran tahanan pembumian dilakukan dengan metode 3 (tiga) titik denganobyek uji elektroda pembumian dan dua buah elektroda bantu.
 
Pengambilan data dilakukan dengan menanam batang elektroda pada tempat danwaktu yang sama dengan tujuan agar data yang diambil lebih akurat karena kondisitanah yang diuji adalah sama.
TINJAUAN PUSTAKASistem Pembumian Sebagai Konduktor
Resistansi dalam sistem pembumian merupakan komposisi dari: a) resistansibatang metal, b) resistansi kontak antara permukaan batang metal dan tanah disekitarnya, dan c) resistansi bagian tanah di sekitar batang metal (rod) pembumian.Gambar 1. Sel-sel tanah sebagai elektroda pembumianSebuah sistem pembumian membentuk elektroda tanah yang umumnyadimodelkan sebagai sebuah setengah lingkaran, setengah elip, atau sebuah tabungdengan alas berupa permukaan setengah bola. Elektroda ini digambarkan sebagaikonduktor yang terdiri dari lapisan berupa sel-sel tanah yang tebalnya sama sepertidiperlihatkan pada Gambar 1. Arus yang mengalir dari pembumian tersebut akanmelintasi sel-sel ini. Sel tanah yang terdekat dengan rod mempunyai permukaan palingkecil karenanya memberikan resistansi paling besar. Bila jarak dari elektroda bertambahmaka luasan ini juga membesar.
 
JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM , Vol. 5 No.2
 
Pengaruh Kedalaman Penanaman Dan Jarak Elektroda Tambahan Terhadap Nilai Tahanan Pembumian
 
40
Bila elektroda metal didekati berbentuk setengah bola, seperti terlihat padaGambar 2.b, maka sel individu pada radius x dan tebal dx mempunyai resistansi dRyang dinyatakan sebagaidR =
2
2
 xdx
π  ρ 
(1)Integrasi dari r menuju titik r
1
menghasilkanR =
    
1
112
π  ρ 
(2)Bila r
1
berada di jauh tak berhingga (r
1
= ~), maka rumusan di atas menjadi
 R
π  ρ 
.2
=
(3)yang menyatakan resistansi efektif sistem pembumian.
(a)
 
(b)
 Gambar 2.(a) Elektroda pembumian (b) Model pembumian sebagai elektroda setengahbola
Resistivitas tanah
Resistivitas adalah salah satu faktor yang menentukan nilai tahanan suatuelektroda. Adapun faktor utama yang menentukan resistivitas tanah adalah :a. Jenis tanah.b.
 
Kandungan air dan garam yang terlarut di dalam air.c.
 
Ukuran butir dan distribusinya.d.
 
Suhu dan tekanan.
Pembumian batang vertikal
Tujuan dari pembumian batang vertikal adalah untuk memperoleh tahanan tanahyang rendah sehingga dapat memungkinkan arus gangguan yang terjadi dengan cepatdapat terdistribusi ke tanah.Di bawah ini diperlihatkan distribusi tegangan yang terjadi untuk satu batangelektroda dan dua batang elektroda yang ditanam tegak lurus ke dalam tanah.Gambar 3. Distribusi tegangan sekitar satu batang elektroda
 
Gambar 4. Distribusi tegangan sekitar dua batang elektrodaDengan demikian untuk jumlah elektroda yang lebih banyak yang ditanam tegak lurus ke dalam tanah maka tahanan pentanahan semakin kecil dan distribusi teganganakan lebih merata.

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
danur08 liked this
Ade Indrayeni liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->