Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
9Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Nagabumi (Buku I & II - 2520 Hal)

Nagabumi (Buku I & II - 2520 Hal)

Ratings: (0)|Views: 3,068|Likes:
Published by ninestar

More info:

Published by: ninestar on Apr 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/19/2013

pdf

text

original

 
NAGA BUMI
(Karya: Seno Gumira Ajidarma)Kiriman Niken LarasatiTiraikasih Website :http://kangzusi.com/  http://dewi-kz.info/  
 
BUKU 1JURUS TANPA BENTUK
1. Aku Sudah Mengundurkan Diri dari DuniaPersilatan
AKU sudah mengundurkan diri dari dunia persilatan -tapi mereka masih terus memburuku bahkan sampai kedalam mimpi. Apakah yang belum kulakukan untukmenghukum diriku sendiri, atas nama masa laluku yang jumawa, dan penuh semangat penaklukan, setelahmengasingkan diri begitu lama, dan memang begitu lamasehingga sepantasnyalah kini tiada seorang manusia punmengenal diriku lagi?Aku menghilang dari rimba hijau dan sungai telagadunia persilatan pada puncak masa kejayaanku, setelahkukalahkan seratus pendekar yang sengaja kutantang untukmengadu ilmu di atas bukit karang yang terjal dan berbatutajam, pada suatu malam bulan purnama yang bergelimangdengan darah. Seratus pendekar dari golongan hitam,golongan putih, maupun golongan merdeka yang tidakpernah berpihak, kulumpuhkan satu persatu seperti elangperkasa memangsa tikus. Nyaris secara harfiah dalamcahaya bulan aku melayang dari batu ke batu dan setiapkali melayang turun, bahkan ketika kakiku belum menapakbumi nyawa setiap pendekar itu melayang. Kepadapendekar golongan putih kuberikan kematian tanpapenderitaan, kepada pendekar golongan hitam kuberikankesakitan setimpal dengan kejahatan yang merekalakukan, dan kepada pendekar golongan merdekakubiarkan ilmu mereka menangkal ilmuku semampudayanya.
 
Sebagai pendekar, kuberikan mereka kematian yangterhormat, yakni kematian dalam pertarungan.Pengeroyokan memang bukan sikap yang terpuji, tetapiakulah yang telah mengundang mereka datang, sekaligusdan semuanya, di luar itu tiada lagi pendekar kelas atas didunia persilatan -yang tersisa hanyalah centeng-centengpasar, tukang kepruk, dan penjahat kampung takberharga.Kutantang mereka semua karena aku sudah bosan melayanitantangan bertarung satu persatu. Mereka sungguh-sungguhsudah mengganggu tidurku!Pendidikan yang salah telah membuat setiappendekar belum merasa menjadi pendekar jika belummengalahkan pendekar takterkalahkan seperti aku. Di ataslangit ada langit -tetapi falsafah dunia persilatan ini rupanyatidak pernah mereka hayati sepenuhnya. Seratuspendekar ternama dunia persilatan, mulai dari yang tuasampai yang muda, termasuk para mahaguru yangsebelumnya kukira mulia, tanpa tahu malu datang untukmenghabisi aku. Mereka semua ingin menjadi langit diatasku dengan cara menamatkan riwayatku.Jika kukatakan telah kuberikan kepada mereka kematianyang terhormat, maka itu bukan berarti hanya denganmemberikan kepada mereka kematian dalam pertarungan,tetapi bahwa meskipun aku mengundang mereka semuasekaligus, pada dasarnya seratus pendekar itukukalahkan satu persatu. Dengan demikian tidakkuberikan kesempatan kepada diriku sendiri untukbersombong telah mengalahkan seratus orang sekaligus.Mereka semua belum sempat mengeroyokku, jarak antaramereka satu sama lain di bukit karang itu tidaklah begitudekat, sehingga tidaklah bisa dikatakan akumengalahkan seratus pendekar sendirian saja.