Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tujuan Dari Adanya Perbedaan Agama

Tujuan Dari Adanya Perbedaan Agama

Ratings: (0)|Views: 57 |Likes:
Published by Kabar Suka

More info:

Published by: Kabar Suka on Apr 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/24/2011

pdf

text

original

 
www.ahmadiyya.or.id 
- 1 -
Berikut ini adalah dua percakapan dari Hazrat Masih Maud dengan beberapa
as
orang non-Muslim. Teks Urdu dari percakapan ini terdapat dalam
 Malfuzat 
, volume 5, halaman 151-154 dan 141-146.
 
Penterjemah: A.Q. Khalid
 Pada tanggal 1 Maret 1903datang seorang pria dari Lahorebernama Kashi Ram Ved untukkunjungan kehormatan kepada Hazrat Masih Maud. Hadir
as
 pula beberapa orang lain ketikasetelah shalat Zuhur, dalam per-cakapan itu beliau mengemu-kakan kepada Kashi Ram Ved bahwa:
Perbedaan agama merupakan suatuhal yang baik.Tuhan sejalan denganKebijaksanaan-Nya memang meniat-kan hal itu ada. Adanya perbedaanitu akan mempertajam kemampuanintelektual manusia. Di duniadimana misalnya pun ada kesepa-katan mengenai suatu hal, tetap sajadalam detilnya ada perbedaan yangmungkin akan menjadi masalahnantinya. Memberikan pidato dalamsuatu kumpulan besar dalam rangkapertukaran fikiran juga merupakansuatu hal yang baik, tetapi nyatanyadi negeri kita ini sampai dengan
Tujuan dari AdanyaPerbedaan Agama
Pendiri Jemaat Islam Ahmadiyah,Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s.Dalam tahun 1891, berdasarkan wahyuIlahi, beliau menyatakan diri sebagai Al-Masih yang Dijanjikan dan Imam Mahdi yang kedatangannya telah dinubuatkanoleh Hazrat Muhammad Rasulullahs.a.w. serta kitab suci agama lainnya.Pernyataan beliau menjadi dasar darikeimanan Jemaat Islam Ahmadiyah.
 
www.ahmadiyya.or.id 
- 2 -
sekarang, sedikit sekali orang yangcukup beradab yang mau tenangmendengarkan ulasan pandangandan pendapat dari lawan mereka. Aku sendiri menginginkan danmemang menjadi niatku untuk menyediakan satu tempat di Qadianini dimana orang-orang dari ber- bagai agama yang berbeda bisa berkumpul dan menyatakankebenaran serta faktor keunggulanagama mereka masing-masing secaraterbuka. Jika ada debat atau diskusiterbuka dalam mengemukakankebenaran, hal itu sebenarnyamerupakan suatu yang baik, namunpengalaman menunjukkan bahwahal itu juga mengandung unsurkejahilan dan kekacauan dan karenaitulah tidak digalakkan. Bisa jadi adasaja segelintir orang-orang yang maumendengarkan pandangan lawan bicaranya dengan sabar dan lembuthati, tetapi mayoritas lainnya terdiridari orang-orang yang tidak mampumendengarkan bahkan sepatah katapun yang dirasanya tidak sejalandengan agama yang dianutnya, tidak peduli betapa lembutnya pun hal itudisampaikan. Bila ada seseorang beragama lain yang berbicara,kemungkinan besar apa yang dike-mukakannya itu tidak sejalan denganpandangannya sendiri dan hal itulangsung merangsang emosinya.Dalam pertemuan seperti yangdimaksud, bisa terdapat kedamaian jika si pembicara dan si pendengar bisa duduk bersama, seperti halnyaseorang ayah yang menemukansesuatu yang buruk pada anaknyadan ia menasihati si anak yangmendengarkan dengan sabar danlembut hati. Hubungan kasihdemikian jelas besar manfaatnya.Mengharapkan ada sesuatu yang baik yang bisa dihasilkan dariamarah dan kekerasan adalahsamanya bermimpi. Yang menjadi masalah di masa kini bukan saja tentang perbedaan agamatetapi juga yang menjadi tambahsulitnya masalah kenyataan bahwamanusia tidak lagi memfokus padadasar atau basis kebenaran, dimanarasa permusuhan dan prasangka
 YANG MENJADI MASALAH DI MASA KINI BUKAN SAJA TENTANGPERBEDAAN AGAMA TETAPI JUGA YANG MENJADI TAMBAH SULITNYA MASALAH IALAH KENYATAAN BAHWA MANUSIA TIDAK LAGIMEMFOKUS PADA DASAR ATAU BASIS KEBENARAN, DIMANA RASA PERMUSUHAN DAN PRASANGKA BURUK SATU TERHADAP YANGLAINNYA SUDAH DEMIKIAN RUPA SEHINGGA JIKA ADA YANGMENGEMUKAKAN SESUATU YANG BAIK TENTANG AGAMA ORANG LAINMAKA HAL ITU LANGSUNG DIANGGAP SEBAGAI SUATU DOSA.
 
www.ahmadiyya.or.id 
- 3 -
 buruk satu terhadap yang lainnyasudah demikian rupa sehingga jikaada yang mengemukakan sesuatu yang baik tentang agama orang lainmaka hal itu langsung dianggapsebagai suatu dosa. Aku melihat bahwa manusia sekarang ini umum-nya berbicara tanpa adab sopansantun dan malah kasar. Di masalalu, hubungan di antara bangsaHindu dengan umat Muslim adalahsedemikian baiknya sehingga merekamerasa sebagai satu komunitas.Sekarang ini terdapat perpecahansehingga perasaan positif yang adadi masa lalu kini sudah tiada.Perasaan demikian telah digantikanoleh rasa permusuhan danprasangka buruk. Karena itu jikatidak ada lagi unsur ketertarikansatu sama lain, sedangkan semuapihak hanya memikirkan menangatau kalah saja dalam suatuperdebatan, bagaimana mungkinmuncul ekspresi kebenaran darisana? Untuk bisa mengemukakankebenaran, syaratnya adalahseseorang tidak memiliki prasangka,rasa permusuhan atau pun dendam. Aku juga meyakini bahwa manusiasekarang ini berada dalam suatukekeliruan. Sebelum menyerangagama lain, mereka tidak memper-timbangkan apakah materi yangmereka gunakan sebagai saranamenyerang itu memang ada dalamkitab suci atau tidak. Merekamengesampingkan kitab itu danmengemukakan opini pribadinyadan menganggapnya sebagai sifatdari agama bersangkutan. Memangada beberapa hal yang menuruthemat kami tidak benar dari agama bangsa Arya, namun aku tidak adamenganggap aspek-aspek itu sebagai bagian dari kitab Veda. Aku tidak mengetahui apa yang ada di dalam-nya dan kami menganggapnya seba-gai pandangan dari Pandit Dayananddimana yang bersangkutan memangmengakuinya. Kami sendiri memang bicara menentang kepercayaanseperti itu serta mempublikasikan-nya dengan mengemukakan bahwainilah kepercayaan dari kelompok  Arya Samaj. Begitu pula mestinya jika bangsa Arya mempunyai kebe-ratan, mereka seharusnya mengung-kapkannya dibanding Al-Quran ataupun keyakinan yang telah akukemukakan dan publikasikan sebagaikeyakinan diriku. Jelas tidak patutmengemukakan tentang sesuatu yang tidak kita yakini sebagaikeyakinan kita.Karena sekarang ini terdapat begitu banyak sekte dari berbagai agama,mestinya jika ada keberatan terha-dap suatu keyakinan seharusnyadiarahkan hanya kepada sekte yangmenganut keyakinan dimaksud.Dengan demikian, pada saat diskusiagar diajukan kitab-kitab yangrelevan dengan hal itu. Dari banyak-nya versi dan penafsiran yang ada,terlihat betapa banyaknya perbedaan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->