Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah 13 pemuliaan kayu

Makalah 13 pemuliaan kayu

Ratings: (0)|Views: 494 |Likes:

More info:

Published by: Ciq Saja Kurusan Dikit on Apr 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2013

pdf

text

original

 
PENDAHULUAN
Pemerintah Indonesia melalui Departemen Kehutanan telah membangunHutan Tanaman Industri (HTI) sejak tahun 1985 sebagai salah satu alternatif  pengembangan hutan produksi guna memenuhi kebutuhan bahan baku industri kayuyang selalu meningkat secara berkelanjutan.Program HTI merupakan langkah ekonomis yang diambil oleh pemerintahuntuk mengimbangi potensi hutan alam. Seperti deketahui hutan alam mempunyaikemampuan terbatas dalam memproduksi kayu, bahkan jika tidak dikendalikan dandikelola dengan baik pemanenannya, kemampuan hutan tersebut dalam memproduksikayu baik jumlah maupun mutunya cenderung menurun. Salah satu tujuan pembangunan HTI ini adalah meningkatkan produktifitas (riap) tegakan dan kualitaskayu yang dihasilkan. Tujuan ini akan dapat dicapai dengan melaksanakan efisiensidisegala bidang, dan yang terpenting adalah melalui tindakan pemuliaan pohon dan penerapan tekik-teknik silvikultur.Jenis kayu HTI dikelompokkan berdasarkan kegunaannya sesuai denganmacam industri yang akan memakainya, yaitu kayu pertukangan, kayu serat dan kayuenergi (Suhaendi, 1993; Prayitno, 1995). Kayu pertukangan diperuntukan bagiindustri kayu lapis dan industri kayu gergajian; kayu serat untuk industri pulp danindustri lanjutannya seperti kertas, rayon dan papan serat; kayu energi untuk industriarang dan kayu bakar. Arahan daur untuk kayu pertukangan adalah 10-30 tahun,untuk kayu serat 8-20 tahun, sedangkan untuk kayu energi 5 tahu (mangundikoro,1984, dalam Sushardi, 1998). Ketiga kelas pengusahaan hutan tersebut sudah barangtentu akan memerlukan tindakan pemuliaan pohon dan penerapan teknik-teknisilvikultur yang berbeda.Dengan digalakkannya pembangunan HTI, maka sebagian besar dari bahan baku industri akan berasal dari hutan tanaman tersebut. Kualitas kayu perludipertimbangkan dalam pengelolaan HTI, sehingga penanaman kayu mempunyaitujuan pemakaian akhir yang jelas. Untuk itu maka diperlukan data-data yang akurattentang kualitas kayu HTI, karena dapat saja kualitas tersebut akan berbeda dengankayu yang berasal dari hutan alam. Hal ini tentunya akan sejak dini di usahakan penanggulangannya, misalnya proses pengolahannya dapat disesuaikan dengankualitas kayu yang bersangkutan.Brazier (1986, dalam Sushardi, 1998) berpendapat bahwa kayu yang berasal dari hutan tanaman patut diduga berbeda dengan kayu yang berasal dari hutanalam. Hal ini selain disebabkan oleh pertumbuhannya yang lebih cepat, jugadisebabkan oleh umur pohon yang lebih muda (ditebang pada umur 10-30 yahun).Pertumbuhan yang lebih cepat dan umur pohon yang lebih muda pada umumnyamenyebabkan kayu tersebut lebih ringan, teksturnya lebih kasar, mata kayu lebih banyak, arah seratnya tidak teratur, dan lebih mengandung kayu remaja (
 juvenil wood 
). Untuk memberikan kualitas kayu yang elbih baik dan mengurangi efek negatif dari pembangunan HTI maka dalam hal ini peranan pemuliaan pohon dan tindakansilvikultur sangatlah besar (Soerianegara, 1969).1
 
PENTINGNYA KUALITAS KAYU
Kayu dari jenis tumbuh cepat yang merupakan prioritas dan lebihditonjolkan dalam pembangunan HTI pada umumnya menghasilkan kayu dengan porikayu awal yang lebih besar dibandingkan dengan kayu akhir, atau memproduksi kayuyang tersusun oleh sel-sel yang berdiameter besar dan berdinding tipis. Ini akanmengakibatkan kayu tersebut secara keseluruhan memiliki kualita kayu seperti berat jenis dan sifat mekanika yang rendah. Untu7k itu maka diperlukan kompromi antarakepentingan yang satu terhadap kendala yang lain, agar optimalisasi pemanfaatankayu dapat dicapai.Kalangan rimbawan pada umumnya masih beranggapan bahwa kayu yang berkualitas adalah kayu yang mempunyai bentuk batang silinder, lurus bebas cacat,cepat umbuh, dan kuat, tanpa melibatkan penggunaan akhir kayu produk tersebut. Halini tentu tidak sepenuhnya benar. Lantican (1975) menyebutkan bahwa kualitas kayuakan selalu berhubungan dengan kecocokan kayu tersebut dengan pemakaianakhirnya. Kualitas kayu merupaka resultan dari sifat kayu yang dimiliki atau penonjolan sifat yang dominan, baik sifat fisika, kimia mekanika dan struktur kayu(Panshin and de Zeeuw,1970). Itu berarti bahwa penggunaan kayu untuk suatukeperluan seperti misalnya sebagai kayu energi dan kayu serat, tidak harusmempunyai bentuk batang yang baik, namun justru ditekankan kepada sifat yangharus dipenuhi, seperti tumbuh cepat dan berkerapatan serta bernilai kalor yangtinggi. Dengan demikian akan terdapat kelompok kayu yang mempunyai kelaskualitas kayu serat, dan kelas kualitas kayu energi, sama seperti yang dilakukan pada pengelompokkan jenis kayu HTI. Untuk itu perlu kiranya dilakukan penelitianterhadap sifat-sifat kayu yang berhubungan erat dengan suatu pemakaian akhir kayu,sehingga dapat mendeteksi oerilaku sebenarnya bila kayu tersebut dipakai secaranyata. Oleh karenanya maka dapat diketahui dan dimengerti bahwa kualitas kayu perlu mendapatkan pertimbangan dalam pengelolaan HTI, sehingga didalam penanamannya nanti telah mempunyai tujuan pemakaian akhir yang jelas (Parayitno,1995).
 
KEGIATAN PEMULIAAN POHON
Berbagai pendekatan yang peling sesuai perlu dilakukan untumendapatkan faktor jenis kayu atau jenis komoditi yang akan ditanam untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri. Selain pengembangan teknologi pengolahan kayu untuk meningkatkan kualitas kayu yang dihasilkan sesuai dengan perkembangan pasar, juga perlu diupayakan pemilihan sifat-sifat unggul dari jenis- jenis tanaman yang paling baik pertumbuhannya di suatu ekologi tertentu.Bidang pemuliaan memberikan potensi dalam meningkatkan hasil dankualitas kayu di masa depan. Banyak bukti yang telah dihasilkan bahwa kualitas kayuakan menjadi sangat baik apabila dilakukan pemuliaan pohon. Faktor penentuankualitas kayu seperti berat jenis, arah serat, panjang serat, dan yang lainnya diyakini bersifat turunan. Oleh sebab itu pemilihan pohon induk yang baik akan membantumenemukan kayu dengan kualitas seperti yang diharapkan.Pekerjaan pemuliaan pohon adalah memilih pohon yang secara morfologi(fenotip) unggul atau secara kualitas kayu baik, yang biasa disebut sebagai pohon plus atau pohon biji dalam
 seed orchad 
, tanpa melihat faktor lingkungan lainnya(Prayitno, 1995). Pohon tersebut kemudian diisolasi sehingga diperoleh pembiakanmurni, baik dengan bijinya atau dengan cara vegetatif bila memungkinkan. Biji yangtelah dikumpulkan dari pohon-pohon plus ditanam dipersemaian untuk mengembangkan generasi pohon-pohon baru yang memiliki banyak ciri yang sama.Sedangkan perbanyakan vegetatif dilakukan dalam upaya memproduksi klon-klonuntuk spesies tertentu (Haygreen dan Bowyer, 1989). Perkembangan yang relatif baruadalah melalui penyempurnaan dengan teknik kultur jaringan. Pekerjaan seleksi yangmutakhir adalah malalui pembiakan silang keturunan dari pohon-pohon terpilih untuk mengembangkan pohon-pohon yang memiliki gabungan sifat-sifat terbaik. Ciri-cirikayu ada di antara sifat-sifat yang menjadi dasar seleksi.Oleh sebab itu, pemuliaan pohon yang andal akan membantu menemukankayu yang mengandung sifat yang diandalakan. Dari segi teknologi kayu, perbaikankualitas kayu pada pemuliaan pohon dapat ditempuh melalui (Lantican, 1975) :Pengaturan atau pengendalian sifat-sifat tertentu dari suatu pohon, untuk misalnyamemperoleh berat jenis yang tinggi, dan lain-lain.Pengaturan kualitas kayu yang konstan atau meredam variasi yang terlalu lebar, untuk misalnya memperoleh berat jenis yang konstan atau tidak bervariasi sangat lebar.Kedua cara di atas dapat dilakukan malah upaya pemuliaan, yaitu memilih pohonyang mempunyai karakteristik dimaksud, kemudian mempertahankannya dengan caramengisolasi dan dengan pertumbuhan vegetatif. Hal tersebut dapat dijalani secara bersama atau sendiri-sendiri, tergantung pada kendala yang ada dalam organisasi pemuliaan pohon.Pemilihan pemuliaan pada suatu indikator kualitas kayu, seperti bentuk 3

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mukhtar Kelana liked this
Safrizal Izal liked this
Taufik Setiadi liked this
Senna Risananta liked this
andinurkhaeraty liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->