Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Prinsip Hukum Islam

Prinsip Hukum Islam

Ratings: (0)|Views: 446 |Likes:
Published by tulus

More info:

Published by: tulus on Apr 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

pdf

text

original

 
PRINSIP-PRINSIP DAN ASAS-ASAS HUKUM ISLAM
byNURUL HAKIM, S.Ag.
Pendahuluan
Islam adalah agama dan cara hidup berdasarkan syari‟at Allah yang
terkandung dalam kitab Al-
Qur‟an dan Sunnah Rasulullah SAW. Setiap
orang yang mengintegrasikan dirinya kepada Islam wajib membentuk
seluruh hidup dan kehidupannya berdasarkan syari‟at yang termaktub
dalam Al-
Qur‟an dan As
-Sunnah. Hal tersebut sebagaimana diungkap oleh
 Yusuf Qardhawi, syari‟at Ilahi yang tertuang dalam Al
-
Qur‟an dan Sunnah
merupakan dua pilar kekuatan masyarakat Islam dan agama Islammerupakan suatu cara hidup dan tata sosial yang memiliki hubunganintegral, utuh menyeluruh dengan kehidupan --- idealnya Islam initergambar dalam dinamika hukum Islam yang merupakan suatu hukumyang serba mencakup
1
.
Pengejawantahan syari‟at Islam atas dua sumber utama dan pertamasyari‟at Islam
--- Dewasa ini tidaklah semudah membalikkan tangan. Eramekanisasai dan modernisasi telah menempatkan manusia menjadi bagiandan perkembangan yang penuh dengan kontroversi, tantangan danpersaiangan --- yang menyebabkan munculnya nilai dan kebutuhan baru
bagi mereka yang tidak lagi sekedar sederhana. Eksistensi syari‟at Islam
yang konsisten/ajeg pada prinsip dan asasnya tidaklah harus statis, tetapi justeru harus fleksibel dan dapat mereduksi perkembangan dan kemajuankehidupan manusia.Sebagaimana dibahasakan Hasan Bisri hal tersebut merupakan kegiatan
 reaktualisasi 
Islam, dimana secara garis besarnya adalah menekankanpada pengejawantahan Islam dengan me-
 reinterpretasi 
sumber hukumIslam dengan menggunakan kebutuhan, situasai, dan kondisi dewasa inisg paradigmanya
2
.Berdasarkan hal tersebut diatas, maka orang Islam (khususnya para alimulama Islam Umum seluruh umat Islam) dituntut untuk dapat melakukanrekonstruksi terhadap khazanah hukum Islam secara inovatif melaluimedia ijtihad. Sebab kajian soal ijtihad akan selalu aktual, mengingatkedudukan dan fungsi ijtihad dalam yurisprudensi Islam tidak bisa
1
 
 Yusuf Qardhawi, Malamih Al-Mujtama Al-Muslim Alladzi Nansyuduhu, Maktabah Wahbah, Kairo, 1993 :151
2
 
Wahbah Az-Zuhaili, Konsep Darurat Dalam Hukum Islam, Gaya Media Pratama, Jakarta, 1997 : vii
 
 
dipisahkan dengan produk-produk fiqh dan yang namanya fiqh itusenantiasa fleksibel dan perkembangannya berbanding lurus dengankehidupan dan kebutuhan manusia.
Namun dengan adanya fleksibelitas dalam syari‟at Islam dan tuntutan
bahwa hukum Islam harus senantiasa
up to date
dan dapat mereduksi per-kembangan kehidupan ummat --- bukan berarti atau dimaksudkan ajaranIslam, terutama fiqh (hukum) nya tidak konsisten, mudah mengikuti aruszaman dan bebas menginterpretasikan Al-
Qur‟an dan Sunnah sesuai
kebutuhan hidup manusia --- sehingga aktualisasi hukum Islam melaluipintu ijtihad dalam prakteknya dapat menggeser ke-
qath‟i
-an Al-
Qur‟an
dan Sunnah hanya untuk memberikan legitimasi kepentingan manusia,baik politik, ekonomi, sosial, hukum dan lain sebagainya dengan dalihtuntutan humanisme.Berdasakan fenomena tersebut, penulis memandang bahwa pemahamanakan prinsip-prinsip dan asas-asas hukum Islam secara radikal melaluikacamata filsafat memiliki urgensi yang tinggi sekali --- sebagai upaya
untuk membentengi syari‟at Islam yang kontemporer namun dalam proses
pengistinbatan hukumnya tetap memperhatikan rukh-
rukh syari‟ahnya
atau dengan bahasa lain tidak menggadaikan ke-
qath‟i
-
an syari‟at Islam
(baca : Al-
Qur‟an dan Sunnah) hanya untuk dikatakan bahwa hukum Islam
itu up to date dan tidak ketinggalan zaman.
Prinsip-prinsip Hukum Islam
Syari‟at Islam adalah pedoman hidup yang ditetapkan Allah SWT untuk
mengatur kehidupan manusia agar sesuai dengan keinginan Al-
Qur‟an
dan Sunnah
3
.Dalam kajian ilmu ushul fiqh, yang dimaksud dengan hukum Islam ialahkhitab (firman) Allah SWT yang berkaitan dengan perbuatan mukallaf,atau dengan redaksi lain, hukum Islam ialah seperangkat aturan yangditetapkan secara langsung dan lugas oleh Allah atau ditetapkan pokok-pokonya untuk mengatur hubungan antara manusia dan tuhannya, manusiadengan sesamanya dan manusia dengan alam semesta. Adapun Abu Zahrah mengemukakan pandangannya, bahwa hukum adalahketetapan Allah yang berhubungan dengan perbuatan orang-orangmukallaf baik berupa
 iqtida
(tuntutan perintah atau larangan),
takhyir 
 (pilihan) maupun berupa
wad 
 h’i 
(sebab akibat). Ketetapan Allah
3
 
 Yusuf Qardhawi, Op.Cit, hal 151
 
 
dimaksudkan pada sifat yang telah diberikan oleh Allah terhadap sesuatuyang berhubungan dengan perbuatan mukalaf 
4
. Hasbi Ash-Shiddiqiemendefinisikan hukum secara lughawi adalah __________________________ 
“menetapkan se
suatu atas sesuatu
5
.Sebagaimana hukum-hukum yang lain, hukum Islam memiliki prinsip-prinsip dan asas-asas sebagai tiang pokok, kuat atau lemahnya sebuahundang-undang, mudah atau sukarnya, ditolak atau diterimanya olehmasyarakat, tergantung kepada asas dan tiang pokonya
6
.Secara etimologi (tata bahasa) prinsip adalah dasar, permulaan, aturanpokok
7
. Juhaya S. Praja memberikan pengertian prinsip sebagai berikut:permulaan; tempat pemberangkatan; itik tolak; atau
al-mabda
8
. Adapun secara terminologi Prinsip adalah kebeneran universal yanginheren didalam hukum Islam dan menjadi titik tolak pembinaannya;prinsip yang membentuk hukum dan setiap cabang-cabangnya. Prinsiphukum Islam meliputi prinsip umum dan prinsip umum. Prinsip umumialah prinsip keseluruhan hukum Islam yang bersifat unuversal. Adapunprinsip-prinsip khusus ialah prinsip-prinsip setiap cabang hukum Islam
9
.Prinsip-prinsip hukum Islam menurut Juhaya S. Praja sebagai berikut :1.
 
Prinsip TauhidTauhid adalah prinsip umum hukum Islam. Prinsip ini menyatakanbahwa semua manusia ada dibawah satu ketetapan yang sama, yaituketetapan tauhid yang dinyatakan dalam kalimat
 La’ilaha Illa Allah
 (Tidak ada tuhan selain Allah). Prinsip ini ditarik dari firman Allah QS. Ali Imran Ayat 64.Berdasarkan atas prinsip tauhid ini, maka pelaksanaan hukum Islammerupakan ibadah. Dalam arti perhambaan manusia dan penyerahandirinya kepada Allah sebagai manipestasikesyukuran kepada-Nya.Dengan demikian tidak boleh terjadi setiap mentuhankan sesamamanusia dan atau sesama makhluk lainnya. Pelaksanaan hukum Islamadalah ibadah dan penyerahan diri manusia kepada keseluruhankehendak-Nya.
4
 
 Abu Zahrah, Ushul Fiqh, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1994 : 26
 
5
 
Hasbi Ash-Shiddiqie, Pengantar Hukum Islam, Bulan Bintangn, Jakarta, 1958 : 209
 
6
 
M. Hasbi Ash-Shiddiqieqy, Falsafah Hukum Islam, Bulan Bintang, Cet-V, Jakarta, 1993 : 73
7
 
Suryadi, Kamus Baru Bahasa Indonesia, Usaha Nasional, Surabaya, 1980 :190
 
8
 
Juhaya S. Praja, Filsafat Hukum Islam, LPPM Unisba, Bandung, 1995 : 69
 
9
 
Ibid

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Zainal Shamsudin liked this
Teuku Ari Ariy liked this
Ophie Piyu Zeal liked this
Dimas Nugraha F liked this
Juni Ardy liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->