Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Standard view
Full view
of .
0 of .
Results for:
P. 1
Transformasi Data Ordinal Ke Interval

# Transformasi Data Ordinal Ke Interval

Ratings: (0)|Views: 517|Likes:

### Availability:

See more
See less

05/28/2013

pdf

text

original

Informatika Pertanian Volume 15, 2006
881
TRANSFORMASI DATA SKALA ORDINAL KEINTERVAL DENGAN MENGGUNAKAN MAKROMINITAB
The Transformation of Ordinal Data to Interval Data Using MakroMinitab
Budi Waryanto
1
and Yuan Astika Millafati
2

1.Pusat Data dan Informasi Pertanian2.Mahasiswi Program Studi Statistika, IPB.
ABSTRACT
Ordinal Data is frequently used in path analysis. In that case, theordinal data is often transformed to an interval data. The transformation process needs a convertion program, which is easy and fast. Makrominitab can be used in that transformation, however this program has aweakness. This article will discuss the improvement, which has beenmade in the tranformation of ordinal data to an interval data at least withdata scale three (1-3, 1-5, 1-7, etc). In order to perform that task, atransformation program, namely “Konverum” is designed by using themakro Minitab. This program is able to transform ordinal data in Likert scale to an interval data, at least with scale 3 category. In addition, this program is also capable in transforming data wich is not completely filled out.

Tranformasi Data Skala Ordinal
882
PENDAHULUAN
Analisis data menggunakan teknik statistik selama ini lebih dikenaluntuk data kuantitatif yang sering dijumpai pada penelitian ilmu-ilmueksakta seperti bidang ekonomi, pertanian, biologi dan bidang ilmukuantitatif lainnya. Pada penelitian di bidang ilmu sosial seringkalidigunakan data kualitatif sebagai refleksi dari konsep yang sifatnyaabstrak, atau tidak bisa diukur secara langsung. Oleh karena itu analisisyang sering digunakan terbatas pada analisis diskriptif atau analisis nonparametrik, jarang sekali menggunakan analisis parametrik sepertianalisis regresi atau sejenisnya. Akan tetapi pada saat ini penelitian-penelitian di bidang ilmu sosial sudah berkembang dan banyak dijumpaipemakaian analisis kuantitatif, walaupun peubahnya bersifat kualitatif.Salah satu analisis yang berkembang saat ini adalah analisis jalur (
pathanalysis
).Pada pendekatan analisis jalur seringkali digunakan tipe dataordinal. Tipe data tersebut merefleksikan peubah-peubah yangsebelumnya berasal dari suatu konsep yang telah diubah bentuknyasehingga dapat diukur (Nazir, 1988). Analisis jalur membutuhkanperhitungan matematis di dalamnya. Oleh karena itu skala pengukurandata yang dibutuhkan minimal berskala interval. Jika data yang akandianalisis berskala ordinal, maka perlu ditransformasi terlebih dulumenjadi skala interval agar dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut.Hasil kajian tentang proses transformasi data dari tipe ordinal kedalam bentuk tipe interval sebagai prasarat sebelum dilakukan analisis jalur belum banyak dipublikasikan. Pengkajian pada permasalahantersebut pernah dilakukan oleh Muchlis (2001) dengan menggunakanbantuan program makro Minitab. Akan tetapi program untuk melakukanproses transformasi tersebut masih belum sempurna, karena hanyabisa melakukan proses transformasi untuk
skala likert
dengan jumlahpilihan sebanyak lima (biasanya merupakan jawaban responden padasuatu penelitian sosial yang diindikasikan dengan
skala likert
sebagaiberikut: 1=Sangat Tidak Setuju, 2=Tidak Setuju, 3=Netral, 4=Setuju dan5=Sangat Setuju) dan semuanya harus terisi. Jawaban pada skala 1-5tersebut pada proses analisis data dimasukkan pada jenis data ordinal.Berdasarkan hal tersebut, tulisan ini akan memfokuskan padaperbaikan proses transformasi yang sebelumnya telah dilakukan.Tujuannya adalah memperbaiki program transformasi data ordinal kedata interval menggunakan makro Minitab yang berlaku umum. Adapunmanfaat yang diperoleh dari tulisan ini diharapkan dapat membantupara analis/peneliti sosial dalam melakukan pra analisis yaknitransformasi data ordinal ke interval sebelum dilakukan analisisinferensia lebih lanjut.

Informatika Pertanian Volume 15, 2006
883
Salah satu cara yang paling sering digunakan dalam menentukanskor adalah dengan menggunakan skala Likert. Skala Likert adalahukuran gabungan yang didasarkan pada struktur intensitas pertanyaan-pertanyaan. Dengan demikian, skala Likert sebenarnya bukan skala,melainkan suatu cara yang lebih sistematis untuk memberi skor padaindeks (Singarimbun dan Effendi, 1995).
METODOLOGI
Data yang digunakan berasal dari hasil penelitian tentang kajianImplementasi Kebijakan Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Subang.Dengan jumlah indikator sebanyak 64 buah, empat sub variabel bebas(x
i
) yang mencerminkan dimensi Implementasi Kebijakan (X), terdiridari :X1= KomunikasiX2= SumberdayaX3= DisposisiX4= Struktur birokrasiserta tiga sub variabel tak bebas (y
i
) yang mencerminkandimensi Kemandirian Kelompok Tani (Y), terdiri dari :Y1= Kemandirian SosialY2= Kemandirian EkonomiY3= Kemandirian Politik.Metode transformasi yang digunakan yakni
method of successiveinterval,
Hays (1976), dengan bantuan makro minitab. Metode tersebutdigunakan untuk melakukan transformasi data ordinal menjadi datainterval. Pada umumnya jawaban responden yang diukur denganmenggunakan skala likert (
Lykert scale)
scoring
yaknipemberian nilai numerikal 1, 2, 3, 4 dan 5, setiap skor yang diperolehakan memiliki tingkat pengukuran ordinal. Nilai numerikal tersebutdianggap sebagai objek dan selanjutnya melalui proses transformasiditempatkan ke dalam interval.Langkah-langkahnya sebagai berikut:1. Untuk setiap pertanyaan, hitung frekuensi jawaban setiapkategori (pilihan jawaban).2. Berdasarkan frekuensi setiap kategori dihitung proporsinya.3. Dari proporsi yang diperoleh, hitung proporsi kumulatif untuksetiap kategori.4. Tentukan pula nilai batas Z untuk setiap kategori.