Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KAPITA SELEKTA HUKUM

KAPITA SELEKTA HUKUM

Ratings: (0)|Views: 2,391 |Likes:
Published by Iskandar Daulima
Kapita Selekta Hukum
Kapita Selekta Hukum

More info:

Categories:Types, Research, Law
Published by: Iskandar Daulima on Apr 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/10/2013

pdf

text

original

 
 
Resume Tentang Kapita Selekta HukumBy : Iskandar Daulima. S.H
 
1.Kapita selekta
: adalah kumpulan karangan yang masing-masing menguraikan sesuatu persoalan, tetapi persoalan yangdiuraikan itu termasuk dalam lingkungan sesuatu ilmu pengetahuan.(J.C.T. Simorangkir,
 Kamus Hukum,
Sinar Grafika, Jakarta,2002).Contoh: ³Kapita Selekta Hukum Perusahaan´³ Kapita Selekta HukumPerdata´ dsb.
2
.Kapita Selekta Hukum
adalah Kumpulan tulisan / karangan yang masing-masing menguraikan tentang hukum, dalam tulisanini akan memuat pembahasan tentang pengertian hukum sebagaimana pengelompokan hukum dari aspek isi yaitu terdiri dari :
y
 
HukumPublik 
y
 
Hukum Privat
y
 
D
engan berbagai sub bagian dan kaitannya diantara kedua bidang besar tersebut.
3
.Gambaran dan pengertian secara umum
tersebut nampak pada sketsa dan uraian pengertian masing-masing bidang dan sub bidang sbb:
a. Sketsa:
 1) Gambaran Posisi Ilmu Hukum dalam Hasanah Imu Pengetahuan ( Sosial dan Exacta)2) Gambaran pengelompokan hukum dari aspek isi ( Publik dan Privat) terdiri dari Hukum Pidana, Hukum Perdata danHukum Kenegaraan ( Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara).3) Berbagai sub bidang Hukum Publik dan Privat serta keterkaitan diantaranya.
b. Pengertian :
 Ilmu PengetahuanIlmu HukumPengertian Hukum menurut pengelompokan secara umumPengertian Hukum menurut pengelompokan ³aspek isi´
y
 
Hukum Publik 
y
 
Hukum Privat
y
 
Hukum Pidana
y
 
Hukum Negara
y
 
Hukum Perdata
y
 
Hukum
D
agang / Bisnis
y
 
D
sb.2) Skema Pengelompokan Hukum dari
aspek isi
dll.a.
 
M
enurut sumbernya :1.
 
Hukum Undang-Undang2.
 
Hukum Kebiasaan & Adat3.
 
Hukum Yurisprudensi4.
 
Hukum Traktat5.
 
Hukum
D
oktrin b.
 
M
enurut Bentuknya1.
 
Hukum Tertulis
D
an2.
 
Hukum Tidak Tertulisc.
 
M
enurut isinya1.
 
Hukum Privat2.
 
Hukum Publik d.
 
M
enurut
M
asanya1.
 
Ius Constitutum (hukum positif)2.
 
Ius Constituendum (hukum yang dicita-citakan)e.
 
M
enurut cara mempertahankannya1.
 
Hukum
M
ateril2.
 
Hukum Formilf.
 
M
enurut Wujudnya1.
 
Hukum Objektif 
 
2.
 
Hukum Subjektif 
 
 Salah satu bidang hukum yang mengatur hak dan kewajiban yang dimiliki pada subyek hukum dan hubungan antarasubyek hukum. Hukum perdata disebut pula hukum privat atau hukum sipil sebagai lawan dari hukum publik.Jika hukum publik mengatur hal-hal yang berkaitan dengan negara serta kepentingan umum (misalnya politik dan pemilu (hukum tata negara), kegiatan pemerintahan sehari-hari (hukum administrasi atau tata usaha negara), kejahatan(hukum pidana), maka hukum perdata mengatur hubungan antara penduduk atau warga negara sehari-hari, seperti misalnyakedewasaan seseorang, perkawinan, perceraian, kematian, pewarisan, harta benda, kegiatan usaha dan tindakan-tindakanyang bersifat perdata lainnya.Ada beberapa sistem hukum yang berlaku di dunia dan perbedaan sistem hukum tersebut juga mempengaruhi bidanghukum perdata, antara lain sistem hukum Anglo-Saxon (yaitu sistem hukum yang berlaku di Kerajaan Inggris Raya dannegara-negara persemakmuran atau negara-negara yang terpengaruh oleh Inggris, misalnya Amerika Serikat), sistem hukumEropa kontinental, sistem hukum komunis, sistem hukum Islam dan sistem-sistem hukum lainnya.Hukum perdata di Indonesia didasarkan pada hukum perdata di Belanda, khususnya hukum perdata Belanda padamasa penjajahan. Bahkan Kitab Undang-undang Hukum Perdata (dikenal KUHPer.) yang berlaku di Indonesia tidak lainadalah terjemahan yang kurang tepat dari Burgerlijk Wetboek (atau dikenal dengan BW)yang berlaku di kerajaan Belandadan diberlakukan di Indonesia (dan wilayah jajahan Belanda) berdasarkan azas konkordansi.Untuk Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia Belanda, BW diberlakukan mulai 1859. Hukum perdataBelanda sendiri disadur dari hukum perdata yang berlaku di Perancis dengan beberapa penyesuaian. Kitab undang-undanghukum perdata (disingkat KUHPer) terdiri dari empat bagian, yaitu:
KUHPerdata terdiri dari 4 bagian yaitu : 
1.
 
Buku 1 tentang Orang / Personrecht
 2
.
 
Buku 2 tentang Benda / Zakenrecht
 3
.
 
Buku 3 tentang Perikatan /Verbintenessenrecht
 4
.
 
Buku 4 tentang Daluwarsa dan Pembuktian /Verjaring en Bewijs
 
1.
 
Buku I tentang Orang; mengatur tentang hukum perseorangan dan hukum keluarga, yaitu hukum yang mengatur status serta hak dan kewajiban yang dimiliki oleh subyek hukum. Antara lain ketentuan mengenai timbulnyahak keperdataan seseorang, kelahiran, kedewasaan, perkawinan, keluarga, perceraian dan hilangnya hak keperdataan. Khusus untuk bagian perkawinan, sebagian ketentuan-ketentuannya telah dinyatakan tidak berlakudengan di undangkannya UU nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan.2.
 
Buku II tentang Kebendaan; mengatur tentang hukum benda, yaitu hukum yang mengatur hak dan kewajibanyang dimiliki subyek hukum yang berkaitan dengan benda, antara lain hak-hak kebendaan, waris dan penjaminan. Yang dimaksud dengan benda meliputi (i) benda berwujud yang tidak bergerak (misalnya tanah, bangunan dan kapal dengan berat tertentu); (ii) benda berwujud yang bergerak, yaitu benda berwujud lainnyaselain yang dianggap sebagai benda berwujud tidak bergerak; dan (iii) benda tidak berwujud (misalnya hak tagih atau piutang). Khusus untuk bagian tanah, sebagian ketentuan-ketentuannya telah dinyatakan tidak berlakudengan di undangkannya UU nomor 5 tahun 1960 tentang agraria. Begitu pula bagian mengenai penjaminandengan hipotik, telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU tentang hak tanggungan.3.
 
Buku III tentang Perikatan; mengatur tentang hukum perikatan (atau kadang disebut juga perjanjian (walaupunistilah ini sesunguhnya mempunyai makna yang berbeda)), yaitu hukum yang mengatur tentang hak dankewajiban antara subyek hukum di bidang perikatan, antara lain tentang jenis-jenis perikatan (yang terdiri dari perikatan yang timbul dari (ditetapkan) undang-undang dan perikatan yang timbul dari adanya perjanjian),syarat-syarat dan tata cara pembuatan suatu perjanjian. Khusus untuk bidang perdagangan, Kitab undang-undang hukum dagang (KUH
D
) juga dipakai sebagai acuan. Isi KUH
D
berkaitan erat dengan KUHPer,khususnya Buku III. Bisa dikatakan KUH
D
adalah bagian khusus dari KUHPer.4.
 
Buku IV tentang
D
aluarsa dan Pembuktian; mengatur hak dan kewajiban subyek hukum (khususnya batas atautenggat waktu) dalam mempergunakan hak-haknya dalam hukum perdata dan hal-hal yang berkaitan dengan pembuktian. Sistematika yang ada pada KUHP tetap dipakai sebagai acuan oleh para ahli hukum dan masihdiajarkan pada fakultas-fakultas hukum di Indonesia
.
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->