Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
an Angkatan Perang Ratu Adil

an Angkatan Perang Ratu Adil

Ratings: (0)|Views: 144 |Likes:
Published by Gobang Tid Corp

More info:

Published by: Gobang Tid Corp on Apr 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2014

pdf

text

original

 
PERLAWANAN ANGKATAN PERANG RATU ADIL (APRA) DI BANDUNG 1950
 
(by.Hermsylar)
 
a. Kegagalan Mobilisasi KNIL kedalam APRIS
Sesuai dengan persyaratan persetujuan Den Haag, Koninklijke Leger Nederlandsch-Indiche Leger 
 
(
KNIL), yang berkekuatan 65.000 orang akan dibubarkan menjelang tanggal 26Juli 1950. nyatanya, proses pembaharuan itu jauh lebih lambat daripada yang didugasebelumnya. Bahkan hingga tanggal tersebut, 17.000 dari jumlah itu belum berhasil dimobilisasi.Baru pada tanggal 4 Juli 1951, di umumkan bahwa proses tersebut seluruhnya telah selesai.Menjelang tanggal 26 Juli 1950, sekitar 26.000 prajurit KNIL digabungkan ke dalam angkatan bersenjata RIS, 18.750 dimobilisasi di Indonesia dan 3.250 diberangkatkan ke NegeriBelanda.
(
Kahin,1995:574) Walaupun telah diputuskan dan ditandatangani oleh semua utusandari delegasi yang mengikuti KMB. Keputusan-keputusan dalam bidang militer tersebut tidak dapat dilaksanakan seperti dengan yang diharapkan.Di tinjau dari bidang politik militer pembubaran KNIL merupakan suatu kemenangan bagi bangsa Indonesia, akan tetapi apabila ditinjau secara teknis dan psikologis sangat beratuntuk dilaksanakan. Jumlah KNIL yang puluhan ribu, dengan tata organisasi dan mentalitas yang berbeda, menyebabkan timbulnya ketegangan antara bekas-bekas KNIL dengan para tentaraAPRIS.Dalam rangka pembubaran KNIL termasuk pula didalamnya pemulangan para anggotaKL ke Nederland, hal ini juga menjadikan beban bangsa Indonesia karena pemulangan KL ini banyak melahirkan masalah-masalah baru, selain menyita biaya yang besar untuk ransummakanan dan biaya angkutam, sikap kolonialistis dari KL ini banyak melahirkan keteganganterhadap kedua belah pihak. Dari sini dimulai ketegangan-ketegangan dan pertikaian-pertikaianantara anggota KNIL dan APRIS. Pertikaian ini dipicu oleh berbagai faktor, diantarannya sepertiyang diungkapkan oleh HD. Pratikto yang diungkapkan dalam hasil wawancara dengan penulis pada tanggal 17 September 2005 yang mengatakan:
´..tentu saja kami tidak terima karena mereka (bekas-bekas KNIL) adalah tentara-tentara yang tidak sama dengan kami (APRIS), TNI adalah tentara pejuang yang berjuang demi negara,demi rakyat dan demi negara kesatuan Indonesia, sedangkan bekas-bekas KNIL adalah musuh kami yang mengabdi pada Belanda, yang selalu kami lawan karena mereka tidak memiliki rasa cinta terhadap negara seperti kamiµ (wawancara dengan H.D Pratikto tanggal 17 September 2005) 
Melihat pernyataan dari H.D. Pratikto cukup mewakili suara hati para anggota TNI yangtergabung dalam APRIS. Melihat pernyataan diatas sangat terlihat keenganan para anggota TNI
(
APRIS) untuk menerima para bekas tentara KNIL kedalam kesatuan mereka, secara psikologishal ini cukup beralasan karena sebelum ditandatangani keputusan KMB tersebut TNI dan KNILadalah dua kubu yang selalu bermusuhan. TNI sebagai tentara pejuang yang merasa telah berkorban dan berjuang demi kemerdekan tentu saja tidak mau menerima bekas musuhnya yanglebih setia kepada pemerintahan Belanda.
 
Berdasarkan keputusan KSAD No.40/KSAD/PH/50 tanggal 7 Februari 1950 dan perintahKSAD No:384/KSAD/PH/1950 yang berisikan pentetapan reformasi dan konsolidasi antara bekas KNIL untuk digabungkan dengan APRIS dengan TNI sebagai intinya
(
Dinas SejarahMiliter TNI-AD,1979:216) Keputusan tersebut mengakibatkan anggaran belanja tidak mencukupi karena hal tersebut melipatgandakan pengeluaran untuk mendanai jumlah bekasKNIL yang jumlahnya puluhan ribu. Selain masalah dana yang tidak mencukupi hal tersebut juga menimbulkan permasalahan baru seperti yang di sampaikan H.D. Pratikto:
´«pada waktu itu, selain secara psikologis kami tidak mau bergabung ada hal lain yang 
 
membuat kami semakin membenci mereka (KNIL), akibat peleburan itu banyak sekali yang dirugikan terutama teman-teman kami yang juga ikut berjuang untuk negara, diantara mereka banyak yang di non-aktifkan dan dikembalikan ke masyarakat. Hal ini dilakukan untuk memperkecil pengeluaran negara untuk mendanani peleburan KNIL dan pemulangan KL ke negeri Belandaµ (wawancara dengan H.D.Pratikto tanggal 17 September 2005).
Berdasarkan hasil wawancara dengan H.D. Pratikto diatas dapat dilihat bahwa banyak sekali permasalahan yang ditimbulkan oleh kebijakan peleburan KNIL kedalam APRIS ini.Selain perbedaan yang sudah mengakar karena sebelumnya KNIL dan APRIS merupakanmusuh, ditambah lagi para anggota TNI semakin merasa dijadikan korban dengan banyaknya para anggota TNI yang harus diberhentikan hanya karena untuk efesiensi dana dan memangkas pengeluaran negara untuk peleburan KNIL kedalam APRIS tersebut.
b. Mengenal Sosok Raymond Pierre Westerling
Berbicara mengenai Angkatan Perang Ratu Adil
(
APRA) tidak dapat dipisahkan dariseorang tokoh yang sekaligus pemimpin tertinggi dari APRA yaitu Raymond PierreWesterling. Raymond Piere Westerling, ia merupakan orang Belanda campuran antara Belanda,Turki dan Yunani. Westerling dilahirkan pada bulan Agustus 1919 di Istanbul, Turki. Ia berasaldari seorang ayah Belanda dan Ibu seorang Turki-Yunani.
(
Dinas Sejarah Militer TNI-AD,1979:218). Westerling di gambarkan sebagai sosok yang tegap dan kekar dengan tinggi badan 170 cm. Suaranya keras dan lancar berbahasa Belanda dan Inggris serta sudah bisa berbicara dalam bahasa Indonesia
(
Suara Bogor, 21 Januari 1950)Karier hidupnya dalam ketentaraan dimulai sebagai seorang sukarelawan dalam tentara pemerintah pelarian Belanda di Mesir, kemudian diperbantukan kepada kesatuan-kesatuanInggris pada saat Perang Dunia II. Kemudian Westerling menyelesaikan pendidikan militer diKanada dan selesai pada tahun 1944. Setelahnya Westerling diangkat sebagai instruktur dalamkemiliteran Belanda. Masih pada tahun yang sama, Westerling diperintahkan untuk melumpuhkan kekuatan Nazi Jerman di Belgia sebagai pemimpin dalam menyusun gerakan bawah tanah di negara tersebut.
(
Wilson,1992:71). Selain itu, Westerling juga menjadi anggotaStaf Prins Bernhard dan berhasil menumpas pasukan ilegal di Brabant dan Linburg di negeriBelanda
(
Pusemad,1965:43). Dari riwayat hidup dan pendidikan serta dari misi-misi yang telahdilakukan oleh Westerling dapat dilihat bahwa Ia merupakan seseorang yang cerdas danmemiliki kemampuan untuk mengatur sebuah organisasi. Karena hanya seseorang yang memilikikecerdasan dan bakat saja yang ditugaskan dalam tugas-tugas kemiliteran yang sangat penting.Tugas sebagai pemimpin gerakan bawah tanah di Belgia menunjukan bahwa Westerling
 
memiliki kemampuan yang baik dalam menyusun strategi dan siasat untuk melakukan penyerangan secara rahasia.Westerling mulai mengenal Indonesia pada bulan Agustus 1945 ketika ia diterjunkandisekitar Medan oleh Sekutu sebelum Jepang menyerah. Penerjunan ini dilakukan sebagai upaya persiapan pendaratan tentara Sekutu di Sumatera. Pada waktu itu Westerling masih berpangkatLetnan dan menjabat sebagai anggota Dinas Kontra Spionase dari Tentara Kerajan Belanda.Tidak lama kemudian Westerling ditugaskan di Makassar, dan namanya mulai dikenal orangkarena tindakan-tindakannya. Menurut beberapa sumber yang dipublikasikan di Indonesia sepertiDinas Sejarah TNI-AD, selama bertugas di Sulawesi Selatan Westerling telah membantaisedikitnya 40.000 orang. Namun menurut perkiraan Kahin, yang terbunuh di Sulawesi tidak mencapai angka 40.000 jiwa, namun berjumlah sekitar 11.000 orang sipil dan hanya sekitar 500sampai 1.000 orang yang menjadi tanggung jawab langsung Westerling.Di sini penulis tidak akan mempermasalahkan mana yang benar mengenai jumlah korbanyang terbunuh pada masa Westerling bertugas di Makassar, Sulawesi Selatan, apakah sepertiyang dituliskan dalam buku-buku terbitan Indonesia atau perkiran dari Kahin yang benar, hal iniakan bergantung sekali pada sudut pandang penulis dan kepentingan yang ada dibaliknya. Namun, satu hal yang dapat dipastikan bahwa selama menjalankan tugasnya di Makassar,Sulawesi Selatan, Westerling telah memperlihatkan jati dirinya sebagai seorang kapten Belandayang ditakuti karena reputasinya.Cara±cara yang dilakukan Westerling dalam menjalankan tugasnya di Makassar sangat proaktif dan tegas, hal ini diberitakan dalam Madjalah Merdeka edisi 3 tahun III tanggal 21Januari 1950 yang menuliskan:
´Bagi setiap orang jang datang dari Sulawesi Selatan tentu tidak akan kehabisan bahan bila bertjerita tentang tjara2 dan kekedjaman-kekedjaman Westerling. Tiba-tiba bisa melakukan aksi pembersihanja mengepung sebuah kampung kemudian mengumpulkan semua orang di suatu lapangan. Dengan sekehendak hati Westerling sanggup menundjuk seseorang diantara mereka sebagai pengatjau dan menembaknja dengan tangan sendiri dihadapan orang banjak ituµ 
Setelah bertugas di Makassar, Sulawesi Selatan, Westerling dipindahkan ke Batujajar 
(
daerah Cimahi) dan diangkat sebagai Komando Speciale Tropen
(G
reen Caps). MenjabatKomandan Speciale Tropen. Berdasarakan beberapa sumber yaitu melalui wawancara denganAbung Kusman
(
8 Desember 2005) serta pemberitaan Madjalah Merdeka mengatakan bahwasebenarnya pemindahan Westerling ke Jawa Barat ini tidak lepas dari perlakuan Westerling yangkejam di Sulawesi Selatan dan telah menimbulkan reaksi keras dari masyarakat. Untuk mengendalikan keadaan maka pihak pemerintah Belanda memindahkan Westerling dariSulawesi Selatan ke Jawa Barat.Keterangan mengenai pemindahan tugas Westerling dari Sulawesi Selatan ke Jawa Barat,Madjalah Merdeka
(
21 Januari 1950) menuliskan:
´«Setelah Palar, jang ketika itu masih mendjadi anggota parlemen Belanda membongkar soal  itu, mulailah kelihatan akibat aksi Westerling. Dengan begitu soal Westerling yang sudah 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->