/  22
 
1
Pertanyaan Yang Menuntut Jawaban
Pendahuluan
Pada zaman yang serba cepat saat ini, pesawat udara telah membawa benua-benua yangbegitu jauh menjadi lebih dekat. Banyak orang dapat bepergian dengan bebas ke negara-negara lainnya. Kita telah menjadi "Desa Sedunia" (Global Village) – Produksi harian daribuku, TV, dan radio telah mempengaruhi pemikiran semua orang, dan kadang kalamengakibatkan orang menjadi bingung dan frustrasi. Dunia ini bising sekali dengan segalamacam masalah. Walaupun teknologi telah begitu majunya, tetap saja muncul pertanyaanlama: Apakah kebenaran yang kekal itu? Jika kita saling mendengarkan, kita dapatmelebarkan wawasan kita dan akan mendapatkan jawaban dari pertanyaan yangmembingungkan ini.
I. SUATU PEMIKIRAN – PERTANYAAN YANG MENGHASUT
Pada suatu saat, seorang hamba Tuhan diperbolehkan untuk sering mengunjungi suatu penjaradi negara Arab; di sini ia mengabarkan jalan kebenaran kepada para narapidana. Ia memilikiijin yang sah untuk mengunjungi siapa saja yang ingin mendengarkan pesan damai dariKebenaran yang dapat menyucikan hati dan mengubah pikiran. Hamba Tuhan tersebut masuk ke kamar-kamar penjara tanpa satu pengawas pun, dan menolak untuk dikawal. Ia percayabahwa para narapidana hanya akan membuka diri mereka dengan bebas di dalam suatudiskusi yang jujur jika mereka tidak diawasi. Ia memasuki kamar-kamar mereka denganberani dan duduk berbicara dengan mereka seorang diri.Dia juga pernah masuk ke satu ruangan yang penuh dengan narapidana kelas berat yangdipenjarakan untuk waktu yang lebih lama. Mereka telah mengenal dia dari kunjungan-kunjungan dia sebelumnya dan sudah terbiasa untuk mendengar pesan-pesannya. Seusaikunjungannya, mereka berdiskusi pesan-pesan yang disampaikannya selama berhari-haridengan semangat yang begitu besar.Kali ini ketika dia mengunjungi mereka, tiba-tiba mereka menutup pintu setelah dia masuk keruangan, dan berkata, "Kami tidak akan melepaskan anda sampai anda secara jujur menjawabpertanyaan kami." Dia menjawab, "Saya datang kepada anda secara sukarela, tanpa pengawalbersenjata. Saya siap untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan anda dari Firman Tuhanmenurut apa yang saya ketahui. Saya tidak dapat menjawab apa yang saya tidak ketahui."Mereka berkata kepada dia, "Kami tidak bertanya tentang rahasia dunia. Kami hanya inginbertanya kepada anda, sebagai orang yang jujur dan tulus, untuk memberikan kami jawabanyang jelas terhadap perbandingan yang telah mengganggu kami: Siapa yang lebih besar,Muhammad atau Al-Masih?"
 
2Ketika hamba Tuhan tersebut mendengar pertanyaan ini, dia berhenti sejenak untuk menarik nafas, dan berkata kepada dirinya sendiri, " Jika saya mengatakan 'Muhammad lebih besar,'para narapidana yang berpihak pada Al-Masih akan menyerang saya. Dan jika sayamengatakan, 'Al-Masih lebih besar,' para narapidana Islam akan mencoba membunuh saya."Dia tahu bahwa hinaan atau kata yang keras melawan Muhammad dapat dianggap sebagaipelanggaran yang pantas mendapat hukuman mati. Hamba Tuhan tersebut berdoa dalamhatinya, memohon agar Tuhan memberikan jawaban yang bijaksana dan yang meyakinkankepada para narapidana tersebut. Dan Roh Kudus memimpin hamba Tuhan ini yang berdirisendirian di antara para narapidana, terkunci di dalam ruangan tersebut, untuk dengan rendahhati menyampaikan jawaban yang jujur dan jelas.Ketika hamba Tuhan tersebut tidak langsung menjawab, karena dia sedang berdoa dalamhatinya, para narapidana mendesak dia, "Jangan mengelak dari tanggung jawab anda. Janganmenjadi pengecut. Beritahu kebenaran kepada kami. Kami berjanji bahwa anda tidak akandisakiti, apapun yang akan anda katakan. Jangan bohongi kami, dan jangan jugamenyembunyikan pemikiran nurani anda tentang hal ini. Beritahu kami kebenaran secarakeseluruhan." Hamba Tuhan itu menjawab, "Saya siap untuk memberitahu kalian fakta-faktayang sebenarnya. Pertanyaan yang kalian lontarkan kepada saya bukanlah pelajaran yangtelah saya siapkan untuk kalian. Walaupun demikian, jika kalian memutuskan untuk mendengarkan perbandingan antara Muhammad dan Al-Masih, saya tidak akanmenyembunyikan kebenaran dari kalian. Kalian seharusnya mengetahui bahwa saya tidak bertanggung jawab atas hasil yang negatif karena pelajaran kita hari ini. Kalianlah yangbertanggung jawab, karena kalian yang menuntut agar saya menjawab sebuah pertanyaanyang bukan saja tidak saya lontarkan tetapi juga tidak ingin saya singgung."Hamba Tuhan itu meneruskan, "Saya sendiri tidak akan mengatakan siapa yang terbesar. Sayaakan membiarkan keputusan ini dibuat oleh Al-Qur'an dan kumpulan Tradisi Islam (Hadits).Mereka telah memberikan jawaban yang tegas dan meyakinkan. Kalian mungkin inginmengetahui apa yang Al-Qur'an katakan tentang kebenaran yang tersembunyi ini, dankebenaran ini akan membebaskan kalian."
II. KELAHIRAN MUHAMMAD DAN AL-MASIH
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa bapaknya Muhammad adalah Abdullah; danibunya, Aminah. Muhammad lahir dari hubungan sepasang ayah dan ibu. Baik Al-Qur'anmaupun pakar-pakar Islam tidak menyatakan bahwa Muhammad dilahirkan dengan cara yangsupranatural. Kelahirannya tidak diwartakan oleh seorang malaikat, dan juga tidak lahir olehKalimat Allah. Dia lahir dengan cara yang biasa, sama seperti kita, yaitu karena hubungansepasang ayah dan ibu.Lain halnya dengan Al-Masih, Al-Qur'an menyatakan beberapa kali bahwa Dia tidak dilahirkan secara normal, seperti kita. Dia dikandung oleh Perawan Maryam tanpa hubungandengan seorang lelaki, karena Allah meniupkan Roh-Nya di dalamnya. Hal ini berarti Isa Al-
 
3Masih adalah satu-satunya di seluruh dunia yang dilahirkan dari Kalimat (Firman) Allah danRoh Allah.Sesungguhnya, sang Mesias, Isa, Anak Maryam, duta besar Allah, adalah Firman-Nya yang Ialimpahkan kepada Maryam; dan"Sesungguhnya Al Masih, 'Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakandengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya." (Sura 4:171)."Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami." (Sura 21:91)."Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami." (Sura 66:12).Al-Masih bukanlah manusia biasa, tetapi Roh Tuhan yang berinkarnasi ke dalam tubuhmanusia. Jadi, Dia dilahirkan dari Roh Allah dan perawan Maryam. Sebaliknya, Muhammaddilahirkan dari hubungan sepasang ayah dan ibu, sama seperti manusia lainnya. Dia tidak dilahirkan dari Roh Allah.
III. JANJI-JANJI ILAHI TENTANG MUHAMMAD DAN AL-MASIH
Kita akan mengutip Al-Qur'an janji-janji ilahi yang diberikan kepada Maryam tentang Al-Masih yang akan dilahirkan olehnya: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakankamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang)daripada-Nya, namanya Al Masih 'Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan diakhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)," (Sura 3:45).Allah sendiri memberitahukan kepada Maryam tentang kelahiran Al-Masih dengan menyebutIsa "kalimat (yang datang) daripada-Nya." Semua nabi telah mendengar Firman Allah danmenuliskannya dengan sungguh-sungguh. Bagi Al-Masih, Dia tidak hanya mendengar FirmanAllah, tapi diri-Nya sendiri juga adalah merupakan inkarnasi Firman Allah yang agung. Didalam diri-Nya terdapat kuasa yang penuh atas Firman Allah untuk mencipta,menyembuhkan, mengampuni, menghibur, dan memperbaharui. Mengenai fakta yang unik ini, Allah terlebih dahulu telah memberitahu kelahiran Al-Masih kepada Maryam secarapribadi, mengkonfirmasikan dia kenyataan atas keajaiban yang besar itu.Dalam Al Qur'an tidak tertulis bahwa Muhammad adalah Kalimat Allah yang berinkarnasi.Dia hanya mendengarkan Firman Allah dari seorang malaikat dan mengulanginya untuk parapendengarnya. Allah tidak memberitahukan kelahiran Muhammad kepada ibunya; dan jugaRoh Allah tidak ditiupkan ke dalam Aminah. Di sisi lain, Maryam secara pribadi berhadapandengan malaikat Jibril, yang dikirim oleh Allah untuk menjelaskan kepada dia pekerjaan RohKudus di dalam dirinya. Hanya dia yang dipilih di antara wanita-wanita, sebagaimanadikatakan Al-Qur'an, "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...

adm2i2hleft a comment

Thanks