Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Landasan Sosial Budaya Pendidikan

Landasan Sosial Budaya Pendidikan

Ratings: (0)|Views: 965 |Likes:
Published by O'nyhondd Liebling

More info:

Published by: O'nyhondd Liebling on Apr 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2013

pdf

text

original

 
LANDASAN SOSIAL BUDAYA PENDIDIKAN
A.
 
Hakikat Pendidikan
 Pendidikan merupakan sarana utama untuk mensukseskan pembangunan nasional,karena dengan pendidikan diharapkan dapat mencetak sumber daya manusia berkualitasyang dibutuhkan dalam pembangunan. Titik berat pembangunan pendidikan diletakkanpada peningkatan mutu setiap jenjang dan jenis pendidikan serta perluasan kesempatanbelajar pada jenjang pendidikan dasar. Pendidikan juga merupakan hal mutlak yang harusdipenuhi dalam upaya meningkatkan taraf hidup suatu bangsa agar tidak sampai menjadibangsa yang terbelakang dan tertinggal dengan bangsa lain.Pendidikan saat ini telah direduksikan sebagai pembentukan intelektual semata,sehingga menyebabkan terjadinya kedangkalan budaya dan hilangnya identitas lokal dannasional (Tilaar, 2004). Perubahan yang global dengan liberalisasi pendidikan sehinggamenuntut lembaga pendidikan untuk mampu menghasilkan kualitas peserta didik yangdapat bersaing secara kompetitif agar dapat diterima pasar. Tuntutan untuk memenuhikebutuhan pasar ini pada akhirnya akan mendorong lembaga pendidikan kita menjadilebih bercirikan
knowledge based economy institution
. Pendidikan yang hanyaberorientasi untuk mencetak generasi yang bisa diterima pasar secara ekonomis hanyaakan mampu mencetak peserta didik yang berpikir dan bertindak global sehingga merekatidak memiliki kecerdasan emosional yang akhirnya bermuara pada terjadinya krisismoral dari peserta didik.Dewey (2001:6) mengemukakan:
 Education, in its broadest sense, is the means of this social continuity of life. Every one of the constituent elements of a social group, in a moderncity as in a savage tribe, is born immature, helpless, with out language,beliefs, ideas, or social standards. Each individual, each unit who is thecarrier of the life experience of his group, in time passes away. Yet the lifeof the group goes on
.Pengertian pendidikan secara luas berarti kelanjutan kehidupan sosial. Masing-masing dari unsur memilih kelompok sosial, kota modern seperti di suku yang kejam
 
kehidupannya, lahir belum matang, tidak berdaya, dengan keluar bahasa, kepercayaan,ide, atau standar sosial. Tiap individu dan setiap satuan yang membawa pengalamanhidup kelompok masing-masing dan pada waktu tertentu melampaui batas pengalamansehingga individu terus dapat hidup dengan kelompoknya.Berdasarkan uraian tersebut pendidikan berfungsi membekali pengalaman danketerampilan kepada peserta didik untuk dapat mengembangkan kemampuannya untuk mempertahankan hidupnya. Keadaan masyarakat yang majemuk akibat perubahan jamanmenuntut peserta didik dapat aktif dalam meningkatkan taraf hidup masyarakatsekitarnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Oliva (1992:6) yang mengemukakan bahwa
curriculum can be conceived in a narrow way (as subjects taught) or in a broad way asall the experiences of learners, both in school and out, directed by the school
.Disimpulkan bahwa kurikulum dalam artian sempit merupakan sebagai pokok mengajardan arti luas sebagai semua pengalaman belajar, baik dalam dan keluar sekolah, di bawahpengawasan sekolah sehingga pelajaran berupaya menciptakan pengalaman belajar bagisiswa perlu mendapat prioritas yang utama dalam kegiatan pembelajaran.Landasan sosial budaya pendidikan mencakup kekuatan sosial masyarakat yangselalu berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan jaman. Kekuatan tersebutdapat berupa kekuatan nyata dan potensial yang berpengaruh dalam perkembanganpendidikan dan sosial budaya seiring dengan dinamika masyarakat. Sehingga kondisisosial budaya diasumsikan mempengaruhi terhadap program pendidikan yang tercermindalam kurikulum. Hunt (1975) mengemukakan:
Study hits base social and culture from education aims to supply teacher with erudition that deepen about society and where they alive and to helpstudent teacher to detect that explanation hits society and culture of vitalimportance mean to realize about education problem
.Berdasarkan uraian tersebut disimpulkan bahwa kajian mengenai dasar sosial danbudaya dari pendidikan bertujuan untuk membekali guru dengan pengetahuan yangmendalam tentang masyarakat dan kebudayaan di mana mereka hidup dan untuk membantu calon guru untuk mengetahui bahwa pengertian mengenai masyarakat dankebudayaan sangat penting artinya guna memahami tentang masalah pendidikan.
 
Krisis multidimensi yang belum mampu teratasi saat ini merupakan bentuk dari
shock culture
atau keterkejutan budaya yang dialami karena selama ini tidak disiapkanuntuk menghadapi perubahan jaman yang merupakan sebuah keniscayaan. Pendidikanselama ini hanya berorientasi pada usaha untuk mewariskan budaya lokal dan nasionalatau hanya melihat fungsi pendidikan sebagai lembaga pentransmisi kebudayaan, bukansebagai lembaga yang berusaha mempersiapkan peserta didik untuk mengkonstruksikebudayaan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan jaman.Pendidikan sebagai proses transformasi budaya merupakan kegiatan pewarisanbudaya dari satu generasi ke generasi yang lain (Tirtarahardja dan Sulo, 2005:33).Pendidikan merupakan proses pemanusiaan untuk menjadikan manusia memiliki rasakemanusiaan, menjadi manusia dewasa, dan manusia seutuhnya agar mampumenjalankan tugas pokok dan fungsi secara penuh dan mengembangkan budaya.Koentjaraningrat (1974) mengemukakan bahwa kebudayaan dalam arti luas dapatberwujud (1) ideal, seperti ide, gagasan, dan nilai, (2) kelakuan berpola dari manusiadalam masyarakatnya, dan (3) fisik, yakni benda hasil karya manusia.Kebudayaan adalah keseluruhan dari hasil manusia hidup bermasyarakat yangberisi aksi-aksi terhadap dan oleh sesama anggota manusia sebagai anggota masyarakatyang merupakan kepandaian, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, dan adat istiadat.Salah satu fungsi dari sekolah mencakup fungsi sosial. Sekolah dalam menjalankanfungsi sosial harus mampu mensosialisasikan peserta didik, sehingga mereka nantinyabisa merubah diri mereka dan merubah masyarakatnya. Masyarakat merupakan sebuahtempat yang menjadi tempat hidup, tumbuh, berkembang dan berubah bagi manusia.Sehingga sekolah tidak bisa dipisahkan dengan manusia, karena manusia merupakananggota masyarakat dan menjadi pendukung dari kebudayaan yang ada di dalamnya.Kebudayaan dan pendidikan memiliki hubungan timbal balik sebab kebudayaandapat dilestarikan dan dikembangkan dengan jalan mewariskan kebudayaan dari generasike generasi penerus dengan jalan pendidikan, baik secara formal, nonformal, daninformal. Sebaliknya bentuk, ciri-ciri, dan pelaksanaan pendidikan ikut ditentukan olehkebudayaan masyarakat di mana proses pendidikan itu berlangsung (Tirtarahardja dan

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
R-Vhina Puspita liked this
adhianipurman liked this
Nuwnu Astutie liked this
Septiana DN liked this
Irna Wahyuni liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->