Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
mente

mente

Ratings: (0)|Views: 78 |Likes:
Published by rusdi

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: rusdi on Apr 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2012

pdf

text

original

 
 
I. PENDAHULUAN
Mete
(Anacardiwn occidentale 
L) merupakan tanaman yang sedang berkembangdan eukup potensial diusahakan di Indonesia. Tanaman mete dapat ditanam di lahan kritissehingga tidak bersaing dengan komoditas lain dan juga dapat berfungsi sebagai tanamankonservasi. Sebagai komoditas ekspor, pasar mete eukup luas karena tidak tergantungpada pasar domestik. Indonesia sangat berpeluang meningkatkan areal pertanamannyakarena kontribusinya terhadap pasar dunia yang hanya 6,3 % masih keeil sehingga belummengganggu pasar mete dunia secara signifikan. Usahatani, perdagangan, danagroindustri mete melibatkan banyak tenaga kerja, apalagi sekitar 98% pertanaman metemerupakan perkebunan rakyat.Pengembangan mete di Indonesia dimulai tahun 1975 melalui proyek Departemen Kehutanan sebagai tanamankonservasi untuk memperbaiki lahan kritis, bukan untuk produksi. Melalui proyek tersebut areal mete Indonesia meningkatpesat dari 58.000 ha tahun 1975 menjadi 196.000 ha tahun 1984. Sejak tahun 1988 proyek pengembangan mete ditanganioleh Direktorat Jenderal Perkebunan, Departemen Pertanian dengan orientasi disamping memperbaiki lahan kritis sekaliguspenanggulangari masalah kemiskinan melalui peningkatan produktivitas mete.Tahun 2003, lima belas tahun kemudian, areal mete Indonesia sekitar 581.300 ha, tersebar di 21 propinsi. Terluasterdapat di Sulawesi Tenggara (25,4%), NIT (23,2%), Sulawesi Selatan (12,9%), Jawa Timur (10,6%), NTB (8,4%) dan JawaTengah (5,6%). Produksi gelondong mete Indonesia pada tahun tersebut sekitar 92.000 ton. Produktivitas mete sekitar 388kg gelondong/ha/tahun tergolong sangat rendah dibandingkan dengan India dan Thailand berturut-turut telah meneapai 600dan 1.000 kg gelondong/ha/ tahun. Rendahnya produktivitas ini disebabkan karena belum terpenuhinya teknologi produksi yangditerapkan mulai dari bahan tanaman sampai dengan pemeliharaan.Rata-rata kepemilikan lahan per petani sekitar 0,3 ha di kabupaten Wonogiri dan 1,5 ha di kabupaten Buton. Pendapatankeluarga tani dari pertanaman metenya hanya berkisar antara Rp 525.000 - Rp 2.625.000 per tahun. Jumlah tersebuttentunya jauh lebih rendah dari kebutuhan hidup per keluarga petani, sehingga mete belum dapat dijadikan andalan sebagaipenghasilan utama keluarga. Oleh karena perlu diupayakan peningkatan pendapatan petani mete melalui peningkatanproduktivitas usahatani dengan melakukan kegiatan peremajaan, rehabilitasi, intensifikasi, ekstensifikasi, dan diversifikasi.
II. SIF
A T 
DAN BIOLOGI TANAMAN JAMBU METE1. Sifat-sifat Tanaman Jambu Mete
Sifat-sifat tanaman, baik yang merupakan keunggulan maupun kelemahan tanamanjambu mete yang dapat menjadifaktor pembatas untuk meneapai produktivitas tinggi perlu diketahui. Beberapa sifat yang penting diketahui adalah:1. Jambu mete merupakan tanaman tahunan dengan batang pokok yang tegak dan dapat mencapai tinggi 10 - 12 m.2. Perakarannya sangat ekstensif, umUf 9 BST pertumbtihan akar tunggang dominan, selanjutnya pertumbuhan akar lateral yang menonjol.3. Akar tunggang dapat meneapai kedalaman 9 m dan akaI' lateral 4,5 m. AkaI' lateral terkonsentrasi pada kedalaman 1 m4. Perakaranjambu mete peka terhadap genangan air atau kondis anerob.5. Tanaman muda ( < 2 tahun) peka terhadap cekaman lingkungan, terutama kondisi kering.6. Tanaman jambu mete tidak menyukai naungan, berbunga terminal, bunga-bunga yang terbentuk bila tidak mendapatintensitas cahaya yang eukup akan gugur.7. Jambu mete mempunyai dua jenis bung a yaitu bung a jantan dan bunga sempurna (hermaprodit); posisi bunga jantan danbetina pada bunga hermaprodit tidak menguntungkan maka penyerbukan teIjadi secara silang.
 
8. Pada tanaman produktif, fase pengisian buah sangat membutuhkan air. Umur tanaman dapat meneapai 60 tahun, tetapi umurproduktifbiasanya sampai 30 tahun.9. Tanamanjambu mete peka terhadap perubahan iklim, seperti:
 
Musim kering 4 - 6 bulan selama fase pembungaan sangat baik terhadap produksi
 
Hujan selama periode pembungaan dan pembentukan buah dapat menurunkan produksi
 
Cuaca berawan selama periode pembungaan dan pembentukan buah akan meningkatkan serangan hama
Heliopeltis 
sp
 
Produksi optimal tanaman ungguljambu mete di lingkungan yang sesuai dapatmeneapai 15 gelondongmetejkgjtanamanj tahun pada usia 10 tahun
2. Biologi Tanaman Jambu Mete
Keragaman tanaman jambu mete secara umum terlihat pada morfologinya seperti daun, bunga, buah semu, dangelondong. Perbedaan terlihat antara lain dari mahkota pohon terutama pada fase vegetatif (tinggi pohon, kanopi,percabangan, besar daun), jumlah bungajantan dan hermaprodit, besar dan warna buah semu, jumlah gelondongjtros, besargelondong, serta besar gelondong; rasa dan warna kaeang.2.1. PembungaanTanaman jambu mete mulai berbunga 1,5 - 3 tahun, tergantung varietasnya, dan dipengaruhi oleh ketinggian tempat,suhu, kelembaban, dan curah hujan (Nambiar et aI., 1980). Jambu mete berbunga terminal dan berukuran keeil. Pembungaanbersifat andromonocious yaitu bungajantan (staminate) dan bunga lengkap (hermaprodit) terdapat dalam satu karangan bunga.Karangan bunga berbentuk malai di ujung ranting, berbentuk kerucut, tidak beraturan. Bunga memiliki lima daun kelopakberwarna hijau, berbulu, panjang 0,3 - 0,5 em, lebaI' 0,1 cm. Di dalam kelopak bunga terdapat 5 mahkota bunga yangberbentuk panjang dengan ujung meruncing melekuk keluar. Pada bunga hermaprodit memili}d 8 - 9 benangsari pendekberukuran 2,3 - 3,0 cm dan yang panjang berukuran 5,3 - 5,6 cm dengan lebar 0,6 cm.Bunga jantan memiliki benangsari pendek 7 - 9 dengan ukuran 1,0 - 3,5 cm, panjang kotaksari 0,3 em dan lebar 0,4 cm.Tangkai sari yang panjang adalah 10,0 - 10,8 cm, panjang kotaksari 0,6 cm dan lebar 0,5 cm berwarna merah. Bungamengeluarkan aroma wangi untuk menarik serangga.2.2. Buah SemuTangkai buah (buah semu) berbentuk jambu, bila masak berasasegar, manis, agakgetirdanmenyengattenggorokan.Ukuran, bentuk dan warn a buah semu bervariasi dan dapat dikelompokl<an dalam bentuk bulat, lonjong, kerucut, dan bentukbuah pear.Warna buah semu bervariasi mulai berwarna merah, merah muda, merak-kekuningan, hijau-kekuningan hingga putih.Keeenderungan yang ditemukan buah semu berwarna kuning lebih tinggi bobotnya dengan rasa lembut sampai menyengattenggorokan dibandingkan dengan yang berwarna merah. Bobot buah semu jenis Balakrisnan, Segayung 5 dan 21 sekitar 111,5gjbutir, berbeda dan lebih besar dari nomor asal Jawa sekitar 60 - 80 gjbutir.Sebagian besar buah semu tidak dimanfaatkan dan dibiarkan berserakan di kebun. Pemanfaatan buah semu masihterbatas antara lain untuk juice, sirop, abon dan pakan. Besarnya manfaat buah semu ditentukan oleh unsur kimia yangdikandungnya seperti vitamin C.Gambar 1. Bunga dan buah jambu mete (A), buah semu dan buahasli yang telah masak fisiologis
 
2.3. GelondongGelondong sebagai buah asli berbentuk ginjal, warna abu-abu hingga eoklat tua. Panjang gelondong 1,9 - 5,3 em, lebar1,4 - 3,2 em, dan tebal 0,8 - 2,3 em dengan bobot berkisar 3 - 20 g/butir.Kandungan vitamin dan mineral gelondong serta komposisi asam amino dan as am lemakjambu mete seperti terlihatpada Tabel 1 dan 2.Tabel 1. Kandungan vitamin (mg/lOo g) dan mineral gelondong jambu meteTabel 2. Komposisi as am amino dan asam lemak gelondong jambu meteAsam AminoKomposisi (%) Asam Lemak Komposisi (%)Glutamic Acid 28,0 Oleic AcidLeucine 11,938 Linoleic AcidIso Leucine 3,86 Palmitic AcidAlanine 3,18 Steric AcidPhenylalanine 4,35 Lignoseric AcidTyrosine 3,20 U nsaponifiableArginine 10,30 MatterGlycine 5,33Histidine 1,81Lysine 3,32Methionine 1,30Cystine 1,02Threonine 2,78Valine 4,53Tryptophane 1,37Aspatic Acid 10,78Proline 3,72Serine 5,762.4. KacangNilai ekonomi tertinggi darijambu mete saat ini terletak pada kacang. Rendemen, bentuk, bobot, warna, rasa, dankeutuhan kacang hasil pengaeipan menentukan kualitas kacang mete. Rendemen bervariasi antara 15% sampai 35%, tergantungvarietas.Bentukyang utuh dan warna yang putih bersih sangat diminati dan termasuk kualitas super. Sebaliknya bila kacangpecah-pecah, warna kuning atau total keeoklatan, kualitasnya rendah..
III. SYARATTUMBUH
Tanaman jambu mete dapat tumbuh dengan baik serta berproduksi secara maksimal apabila persyaratan lingkungantumbuhnya terpenuhi. Persyaratan lingkungan tumbuh tersebut secara umum dapat digolongkan kedalam dua faktor, yaitutanah dan iklim. Faktor tanah yang mempengaruhi terdiri atas tebal solum, tekstur, kemasaman (pH), kemiringan, kedalamanpermukaan air dan drainase. Sedangkan faktor iklim meliputi tinggi tempat, curah hujan, bulan kering, bulan basah, dankelembaban udara.Berdasarkan persyaratan tumbuh, daerah pengembangannya dapat dibedakan atas empat katagori, yaitu sangat sesuai(SS), sesuai (S), agak sesuai (AS) dan tidak sesuai (TS). Untuk tujuan peningkatan produktivitas usahatani jambu mete padakegiatan peremajaan, rehabilitasi dan intensifikasi dianjurkan untuk menggunakan tanah dengan katagori SS, S dan AS.Sedangkan untuk kegiatan ekstensifikasi dianjurkan menggunakan tanah dengan katagori SS dan S. Kriteria kesesuaian tanahdan iklim untuk tanaman jambu mete disajikan pada Tabel3. Peta kesesuaian tanah dan iklim untuk tanamanjambu mete diIndonesia disajikan pada Lampiran, khusus Sulawesi Tenggara lihat Gambar 2.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->