3
2008
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyampaikan ketidakpuasannya kepada kinerjaSetjen DPR dalam menginventariskan Aset-aset yang dimiliki DPR, dalam hal peralatandan tanah yang memiliki nilai prosentase 7.3 % nilai aktiva. Untuk meresponnya SetjenDPR kemudian membentuk Tim inventaris, untuk menentukan perihal kepemilikanTanah, yang akhirnya mengajukan sertifikasi atas lahan tersebut dalam surat SekjenDPR Surat No. KU.00/11DPR RI/II/2008 tanggal 31 Maret 2008 yang kemudian diajukan lagi Nomor KU.00/5814/DPR RI/2008 tanggal 14 Agustus 2008. (PublikasiLaporan 5 Tahun DPR-RI 2004-2009).
(Dikutip dari Alvin Lie, Harian Nasional Kompas, 5 April 2011,http://nasional.kompas.com/read/2011/04/05/19201918/Sekjen.DPR.Sayembara.Diganti.Workshop)
Workshop Grand Design Komp Parlemen adalah utk menyusun TOR Sayembara.Merespon berbagai kekurangan DPR, pada 14Februari 2006 dibentuk Tim KajianPeningkatan Kinerja DPR utk bkrja selama 1 thKhusus terkait kebijakan tentang Sarana Pendukung disepakati a.l diselenggarakanSayembara Komp Parlemen RI dgn pertimbangan:
y
RI belum pernah merencanakan Komp. Parlemen. Gedung yang sekarang adalahGedung ex Conefo;
y
Perlu
G
rand Strategy
untuk antisipasi masa depan, agar pengembangan kompleksparlemen tidak tambal sulam;
y
Komp parlemen harus mencerminkan sejarah, keragaman budaya & demokrasiRI;
y
Grand Design ditujukan untuk optimalisasi lahan 72,8 Ha yang meliputi kompDPR, Taman Ria, dll
y
Pembangunan Komplek Parlemen dilaksanakan bertahap sesuai kebutuhan,
kondisi ekonomi
& kemampuan keuangan negara dengan mengacu pada GrandDesignDibentuk Tim Pengarah yang dipimpin Darul Siska sebagai Ketua dan 3 Wakil yangkemudian
bekerja sama dengan Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI)
& INKINDO utk menyusun kerangka acuan kerja (TOR) Sayembara Komp Parlemen RIDisepakati untuk melaksanakan
workshop pada 24-25 Juni 2009
di Gedung PustakaLoka FPR yg diikuti Pemerintah Pusat, Pemda DKI, anggota IAI, anggota INKINDO danpara pakar yg membidangi.Workshop menghasilkan TOR& jadwal pelaksanaan sayembara, diselesaikan dandilaporkan dalam rapat paripurna terakhir DPR 04-09 pada 30September 2009.
Leave a Comment