Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
DINAMIKA BISNIS TELEKOMUNIKASI DI INDONESIA, 2011

DINAMIKA BISNIS TELEKOMUNIKASI DI INDONESIA, 2011

Ratings: (0)|Views: 1,600 |Likes:
1. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
1.2. Tujuan dan Cakupan Studi
1.3. Sumber Data dan Informasi
2. Overview
2.1. Penyelenggara Telekomunikasi di Indonesia
2.1.1. Operator telekomunikasi menurut jenis penyelenggaraan di Indonesia
2.1.2. Perkembangan Kapasitas Penyelenggaraan Telekomunikasi
2.2. Perkembangan Bisnis Operator Telekomunikasi
2.2.1. Perkembangan jumlah nomor telepon yang digunakan menurut operator
2.2.2. Perkembangan pelanggan jaringan tetap lokal
2.2.3. Perkembangan pelanggan telepon seluler
2.2.4. Jumlah pelanggan menurut region
2.2.5. Perkembangan Teledensitas
2.3. Perkembangan Kinerja Operator Telekomunikasi
2.3.1. Pendapatan Operator Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi.
2.3.2. Laba (Rugi) Operasional (Operating Income/Loss)
2.3.3. Perkembangan Earning Before Interest, Tax, Depreciation and Ammortization (EBITDA)
2.3.4. Perkembangan ARPU
2.3.5. Biaya Operasional Penyelenggara Telekomunikasi
3. Investasi dan Pembiayaan Sektor Telekomunikasi
3.1. Perkembangan Belanja Modal (Capital Expenditure/Capex)
3.1.1. Telkom Group
3.1.2. Indosat
3.1.3. XL Axiata
3.1.4. Bakrie Telecom
3.1.5. Mobile-8 Telecom
3.2. Perkembangan Kepemilikan BTS
3.2.1. BTS ramah lingkungan
3.2.2. Bisnis BTS setelah terbitnya Permen No. 2/2008
3.2.3. Kewajiban Menara Telekomunikasi Bersama
3.2.4. Uji Publik Penataan Ulang Menara Telekomunikasi Bersama
3.2.5. Tower Bersama dan VNL bangun infrastruktur telekomunikasi
3.2.6. Solusi Tunas Pratama raih pinjaman US$120 juta
4. Perkembangan Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi di Indonesia
4.1. Pendahuluan
4.2. Kebijakan IPTV
4.3. Kebijakan Kewajiban Pelayanan Umum (KPU/USO)
4.4. Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Telekomunikasi
4.4.1. Kinerja Kemenkominfo Tahun 2010
4.5. Kebijakan Tarif Interkoneksi Tahun 2011
4.5.1. Tarif interkoneksi dinilai masih tinggi
4.5.2. ICT Fund akan diserahkan ke BTIP
4.5.3. Konsep ICT Fund Diselesaikan Tahun 2011
4.5.4. BRTI dukung opsi insentif Palapa Ring timur
4.5.5. Insentif Palapa Ring akan dihapus
4.6. Kebijakan Alokasi Spektrum Frekuensi Radio Indonesia
4.7. Kebijakan Perencanaan Penggunaan Pita Frekuensi Radio (Band Plan) 300 MHz
4.8. Kebijakan Penerapan Biaya Hak Penggunaan Berdasarkan Lebar Pita
4.8.1. Kebijakan Biaya Hak Penggunaan (BHP) IPSFR
4.9. Tata Cara Penilaian Pencapaian TKDN Pada Penyelenggaraan Telekomunikasi
4.9.1. Persyaratan Teknis Perangkat GSM
4.10.Uji Publik Terhadap RPM Penggunaan Satelit
4.11.RUU Tentang Konvergensi Telematika

5. Perkembangan Teknologi Telekomunikasi
5.1. Tren Konvergensi Telekomunikasi
5.1.1. Tren Pita Lebar (broadband)
5.2. Tren Komputasi Awan (Cloud Computing)
5.2.1. Infrastruktur hambat ekspansi cloud computing
5.2.2. Tahun 2020, sebanyak 50 miliar perangkat terhubung Internet
5.2.3. Ericsson dukung harmonisasi frekuensi untuk 4G/LTE
5.3. Tren Penyiaran Digital
5.3.1. Improvement on Television Transmitting Stations (ITTS)
5.3.2. Uji Coba Digital
5.3.3. Konvergensi
5.3.4. Perubahan Skema Perijinan Pada Era TV Digital
5.3.5. Arsitektur layanan TV digital
5.3.6. Roadmap migrasi TV analog ke TV digital
5.3.7. Perubahan Band Plan
5.4. Roadmap Infrastruktur TV Digital
5.5. Roadmap Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia 2010-2020
5.6. Rencana Program Jangka Menengah Kemenkominfo 2010-2014
5.7. Roadmap IPV6
5.7.1. Jadwal Roadmap Internet (IPv6)
6. Perkembangan Bisnis Broadband Wireless Access (BWA)
6.1. Pendahuluan
6.2. Kendala pengembangan broadband
6.3. Perkembangan infrastruktur jaringan BWA
6.3.1. Empat pemenang tender BWA lakukan pembayaran up front fee
6.3.2. Pembersihan Pita Frekuensi Radio 2360 - 2390 MHz
6.3.3. Dua pemenang tender BWA mundur
6.3.4. Internux akan diakuisisi
6.3.5.Telkom peroleh lisensi BWA di tujuh zona
6.4. Perkembangan WiMAX
6.4.1. Pendahuluan
6.4.2. WiMAX di Dunia
6.4.3. WiMAX di Indonesia
6.4.4. WiMax 16e masih kaji
6.4.5. Berca perkuat penetrasi WiMax di Kalimantan
6.4.6. Spectrum Indonesia kembangkan teknologi MIMO
7. Perk
1. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
1.2. Tujuan dan Cakupan Studi
1.3. Sumber Data dan Informasi
2. Overview
2.1. Penyelenggara Telekomunikasi di Indonesia
2.1.1. Operator telekomunikasi menurut jenis penyelenggaraan di Indonesia
2.1.2. Perkembangan Kapasitas Penyelenggaraan Telekomunikasi
2.2. Perkembangan Bisnis Operator Telekomunikasi
2.2.1. Perkembangan jumlah nomor telepon yang digunakan menurut operator
2.2.2. Perkembangan pelanggan jaringan tetap lokal
2.2.3. Perkembangan pelanggan telepon seluler
2.2.4. Jumlah pelanggan menurut region
2.2.5. Perkembangan Teledensitas
2.3. Perkembangan Kinerja Operator Telekomunikasi
2.3.1. Pendapatan Operator Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi.
2.3.2. Laba (Rugi) Operasional (Operating Income/Loss)
2.3.3. Perkembangan Earning Before Interest, Tax, Depreciation and Ammortization (EBITDA)
2.3.4. Perkembangan ARPU
2.3.5. Biaya Operasional Penyelenggara Telekomunikasi
3. Investasi dan Pembiayaan Sektor Telekomunikasi
3.1. Perkembangan Belanja Modal (Capital Expenditure/Capex)
3.1.1. Telkom Group
3.1.2. Indosat
3.1.3. XL Axiata
3.1.4. Bakrie Telecom
3.1.5. Mobile-8 Telecom
3.2. Perkembangan Kepemilikan BTS
3.2.1. BTS ramah lingkungan
3.2.2. Bisnis BTS setelah terbitnya Permen No. 2/2008
3.2.3. Kewajiban Menara Telekomunikasi Bersama
3.2.4. Uji Publik Penataan Ulang Menara Telekomunikasi Bersama
3.2.5. Tower Bersama dan VNL bangun infrastruktur telekomunikasi
3.2.6. Solusi Tunas Pratama raih pinjaman US$120 juta
4. Perkembangan Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi di Indonesia
4.1. Pendahuluan
4.2. Kebijakan IPTV
4.3. Kebijakan Kewajiban Pelayanan Umum (KPU/USO)
4.4. Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Telekomunikasi
4.4.1. Kinerja Kemenkominfo Tahun 2010
4.5. Kebijakan Tarif Interkoneksi Tahun 2011
4.5.1. Tarif interkoneksi dinilai masih tinggi
4.5.2. ICT Fund akan diserahkan ke BTIP
4.5.3. Konsep ICT Fund Diselesaikan Tahun 2011
4.5.4. BRTI dukung opsi insentif Palapa Ring timur
4.5.5. Insentif Palapa Ring akan dihapus
4.6. Kebijakan Alokasi Spektrum Frekuensi Radio Indonesia
4.7. Kebijakan Perencanaan Penggunaan Pita Frekuensi Radio (Band Plan) 300 MHz
4.8. Kebijakan Penerapan Biaya Hak Penggunaan Berdasarkan Lebar Pita
4.8.1. Kebijakan Biaya Hak Penggunaan (BHP) IPSFR
4.9. Tata Cara Penilaian Pencapaian TKDN Pada Penyelenggaraan Telekomunikasi
4.9.1. Persyaratan Teknis Perangkat GSM
4.10.Uji Publik Terhadap RPM Penggunaan Satelit
4.11.RUU Tentang Konvergensi Telematika

5. Perkembangan Teknologi Telekomunikasi
5.1. Tren Konvergensi Telekomunikasi
5.1.1. Tren Pita Lebar (broadband)
5.2. Tren Komputasi Awan (Cloud Computing)
5.2.1. Infrastruktur hambat ekspansi cloud computing
5.2.2. Tahun 2020, sebanyak 50 miliar perangkat terhubung Internet
5.2.3. Ericsson dukung harmonisasi frekuensi untuk 4G/LTE
5.3. Tren Penyiaran Digital
5.3.1. Improvement on Television Transmitting Stations (ITTS)
5.3.2. Uji Coba Digital
5.3.3. Konvergensi
5.3.4. Perubahan Skema Perijinan Pada Era TV Digital
5.3.5. Arsitektur layanan TV digital
5.3.6. Roadmap migrasi TV analog ke TV digital
5.3.7. Perubahan Band Plan
5.4. Roadmap Infrastruktur TV Digital
5.5. Roadmap Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia 2010-2020
5.6. Rencana Program Jangka Menengah Kemenkominfo 2010-2014
5.7. Roadmap IPV6
5.7.1. Jadwal Roadmap Internet (IPv6)
6. Perkembangan Bisnis Broadband Wireless Access (BWA)
6.1. Pendahuluan
6.2. Kendala pengembangan broadband
6.3. Perkembangan infrastruktur jaringan BWA
6.3.1. Empat pemenang tender BWA lakukan pembayaran up front fee
6.3.2. Pembersihan Pita Frekuensi Radio 2360 - 2390 MHz
6.3.3. Dua pemenang tender BWA mundur
6.3.4. Internux akan diakuisisi
6.3.5.Telkom peroleh lisensi BWA di tujuh zona
6.4. Perkembangan WiMAX
6.4.1. Pendahuluan
6.4.2. WiMAX di Dunia
6.4.3. WiMAX di Indonesia
6.4.4. WiMax 16e masih kaji
6.4.5. Berca perkuat penetrasi WiMax di Kalimantan
6.4.6. Spectrum Indonesia kembangkan teknologi MIMO
7. Perk

More info:

Published by: MEDIA DATA RISET, PT on Apr 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/30/2013

pdf

text

original

 
 
PENAWARAN
Studi :
DINAMIKA BISNIS TELEKOMUNIKASI DI INDONESIA
(Menuju Era Telekomunikasi Konvergensi)Mei 2011
Ditengah persaingan yang sangat ketat, bisnis telekomunikasi khususnya seluler terusmengalami pertumbuhan pesat. Sebagai gambaran, selama tahun 2008-2009, pengguna selulardi Indonesia, dari 7 operator telekomunikasi baik jaringan GSM maupun CDMA meningkatdari 151,6 juta pelanggan pada tahun 2008 menjadi 211,9 juta pelanggan pada tahun 2010,belum termasuk pelanggan dari operator pendatang baru yaitu Natrindo Telepon Seluler(Axis), Smart Telecom (Smart), Hutchison Telecom (Three) dan Sampoerna TelekomuniksasiIndonesia (Ceria). Dengan tingkat penetrasi (teledensitas) mencapai 89,4% dari total polulasipenduduk yang sebesar 237 juta, operator telekomunikasi seluler di Indonesia diperkirakansegera memasuki era
zero sum game
dengan kondisi saturasi dan penetrasi yang cukup tinggi.Oleh karena itu, pada era ini, operator telekomunikasi seluler bersaing dalam kapasitas,cakupan dan sistem pendukung, infrastruktur seperti 2G, 3G,
billing
, solusi
customer relationship management, storage
dan solusi lainnya yang memiliki kemampuan proses cepatdan tersedia.Dari tingkat penetrasi yang cukup tinggi, maka dalam tiga tahun terakhir ini, untukmeraih jumlah pelanggan, semua operator telekomunikasi gencar melakukan promosipenurunan tarif. Tren penurunan tarif yang dilakukan sejak tahun 2008 itu, tidak terlepas dariperkembangan teknologi, yang mendorong turunnya investasi per pelanggan (
subcriber 
).Dengan kondisi di mana seluruh operator telah memberlakukan tarif yang sangat murah danrelatif sama, maka persaingan bisnis telekomunikasi pada tahun-tahun mendatang tetap akanmengutamakan kualitas layanan yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan (
network
) serta pelayanan pelanggan (
customer service
).Penurunan tarif telekomunikasi ini juga diikuti perubahan tarif interkoneksi, karenastruktur biaya telekomunikasi berubah setiap tahunnya sesuai dengan perkembanganteknologi. Menurunnya tarif interkoneksi juga karena terdapat kecenderungan tarif panggilanantar operator (
off-net
) berada pada tingkatan yang masih tinggi jika dibandingkan dengantarif panggilan sesama operator (
on-net
). Terkait hal itu, dalam implementasinya, pada tahun2011, biaya interkoneksi dilakukan secara tidak penuh, yaitu tetap menggunakan biayainterkoneksi eksisting untuk jaringan
 public switch telephone network
(PSTN) milik Telkom danbiaya interkoneksi lokal dari PSTN ke
 fixed wireless access
(FWA) untuk mencegah kenaikantarif retail. Sementara untuk pola tidak berbayar pada SMS antar operator tetap dipertahankansampai rampungnya dilakukan kajian yang intensif tentang implementasi pola berbayar padaSMS.Sementara itu, ditengah menurunnya tarif, terdapat pergeseran pola pemakaianlayanan telekomunikasi oleh pengguna dari semula layanan suara (
voice
) yang memerlukanpita sempit (
narrowband
) bergeser ke pita lebar (
broadband
) untuk komunikasi data termasukinternet dan multimedia. Disisi lain, jaringan umum teleponi (PSTN) mulai berkonvergensidengan jaringan global internet. Dengan kata lain, bisnis telekomunikasi di Indonesia tengahmemasuki transisi menuju era telekomunikasi konvergensi yang ditandai masuknya layanantelekomunikasi berbasis
internet protocol
(
IP based services
).Sebagai gambaran, selama tahun 2009-September 2010, pengguna
 fixedbroadband
/Speedy Telkom meningkat tajam dari hanya 241 ribu pelanggan pada tahun 2007menjadi 1,64 juta pelanggan pada tahun 2010. Sedangkan pelanggan
mobile broadband
/FlashTelkomsel naik pesat dari 1,37 juta pada September 2009 menjadi 3,8 juta pelanggan hingga
1
 
 
Desember 2010. Sementara pelanggan Blackberry naik dari 148.000 pelanggan pada September2009 menjadi 573.000 pelanggan sampai September 2010. Kecenderungan meningkatnya jumlah pelanggan
broadband
juga diikuti operator telekomunikasi yang memegang ijinlayanan seluler 3G lainnya seperti Indosat, XL Axiata, Natrindo Telepon Seluler danHutchison CP Telekomunikasi. Indosat menyediakan layanan
broadband
nirkabelmenggunakan platform 3G pada tahun 2009 dan per 31 Desember 2009, layanan 3G Indosattersebar di 34 kota di Indonesia. Sementara operator layanan
broadband
nirkabel lainnyaadalah Telkomsel dengan layanan Flash dan XL dengan layanan XL Unlimited, yangkeduanya menggunakan teknologi 3.5G W-CDMA. Sedangkan operator telekomunikasilainnya seperti Smart Telecom dan Mobile 8 juga menyediakan layanan wireless
broadband
dengan teknologi EVDO-CDMA.Sementara itu, hingga kini, terdapat lima penyelenggara jaringan akses nirkabel atau
broadband wireless access
(BWA/WiMax) pada pita frekuensi 2,3 GHz yang berupaya untukmenggelar layanan akses data pita lebar secara komersial sebelum batas akhir yang ditetapkanoleh pemerintah pada November 2011, yaitu First Media, Indosat Mega Media (IM2), Telkom,Berca Hardayaperkasa dan Jasnita Telekomindo. Kelima perusahaan itu telah membayarbiaya hak penggunaan (BHP) spektrum frekuensi BWA 2,3 GHz dan memperoleh ijin prinsippenggelaran BWA selama 10 tahun yang dapat diperpanjang selama 10 tahun. Selain itu,perusahaan pemenang tender BWA itu telah melakukan uji laik operasi sebelum penggelaran jaringan dan layanan secara komersial, seperti First Media, Indosat Mega Media (IM2),Telkom dan Berca Hardayaperkasa.Terkait perolehan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari biaya hak penggunaan(BHP) frekuensi tidak akan turun, kendati formulasi pemungutan diubah menjadi berbasislebar pita. Pemungutan BHP frekuensi berbasis lebar pita ini lebih komprehensif danmemudahkan dalam proses penghitungan. Berdasakan catatan Kemenkominfo, PNBP darisektor telekomunikasi berupa BHP frekuensi terus meningkat, yaitu dari Rp 7,71 triliun padatahun 2008 menjadi Rp 9,92 triliun pada tahun 2009 dan Rp 12,1 triliun pada tahun 2010.Pada studi yang merupakan
update
dari edisi Agustus 2009 ini, pembahasan meliputiperkembangan bisnis telekomunikasi seluler dan internet. Selain itu, studi ini juga dilengkapiprofil operator telekomunikasi termasuk komunikasi data, kebijakan di sektor telekomunikasidan perkembangan bisnis satelit Indonesia.Kami berharap, buku studi ini akan bermanfaat bagi kalangan bisnis terutama parapengambil keputusan di sektor telekomunikasi, serta bagi kalangan bisnis yang terkait secaralangsung maupun tidak langsung seperti sektor perbankan. Selain itu, laporan ini jugabermanfaat bagi para investor atau calon investor yang akan menjalin kerjasama denganperusahaan yang aktif di bisnis telekomunikasi di Indonesia.Buku studi setebal 850 halaman ini kami susun dalam dua jilid dan kami tawarkanseharga
Rp 6.500.000
(Enam juta lima ratus ribu rupiah) per copy (dua jilid) untuk versibahasa Indonesia, atau
US$ 850
(Delapan ratus lima puluh US Dollar) per copy (dua jilid)dalam versi bahasa Inggris. Untuk pemesanan dan informasi dapat menghubungi
PT MediaData Riset
melalui telepon nomor
(021) 809 6071, dan faximile (021) 809 6071
dengan mengisiformulir terlampir. Pemesanan untuk luar negeri atau luar Jakarta akan ditambah biaya kirim.Demikian penawaran ini, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
 Jakarta, Mei 2011PT Media Data RisetDrh. H. Daddy Kusdriana, M.SiDirektur Utama
2
 
 
3
DAFTAR ISI
DINAMIKA BISNIS TELEKOMUNIKASI DI INDONESIA
(Menuju Era Telekomunikasi Konvergensi)Mei 2011
 
1. Pendahuluan
3.2.6. Solusi Tunas Pratama raih pinjamanUS$120 juta1.1. Latar Belakang1.2. Tujuan dan Cakupan Studi
4. Perkembangan Kebijakan dan Regulasi
 
Telekomunikasi di Indonesia
1.3. Sumber Data dan Informasi4.1. Pendahuluan
2. Overview
4.2. Kebijakan IPTV2.1. Penyelenggara Telekomunikasi di Indonesia4.3. Kebijakan Kewajiban Pelayanan Umum(KPU/USO)2.1.1. Operator telekomunikasi menurut jenispenyelenggaraan di Indonesia4.4. Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Telekomunikasi2.1.2. Perkembangan KapasitasPenyelenggaraan Telekomunikasi4.4.1. Kinerja Kemenkominfo Tahun 20102.2. Perkembangan Bisnis Operator Telekomunikasi4.5. Kebijakan Tarif Interkoneksi Tahun 20112.2.1. Perkembangan jumlah nomor teleponyang digunakan menurut operator4.5.1. Tarif interkoneksi dinilai masih tinggi4.5.2. ICT Fund akan diserahkan ke BTIP2.2.2. Perkembangan pelanggan jaringan tetaplokal4.5.3. Konsep ICT Fund Diselesaikan Tahun20112.2.3. Perkembangan pelanggan telepon seluler4.5.4. BRTI dukung opsi insentif PalapaRing timur2.2.4. Jumlah pelanggan menurut region2.2.5. Perkembangan Teledensitas4.5.5. Insentif Palapa Ring akan dihapus2.3. Perkembangan Kinerja OperatorTelekomunikasi4.6. Kebijakan Alokasi Spektrum FrekuensiRadio Indonesia2.3.1. Pendapatan Operator PenyelenggaraJaringan Telekomunikasi.4.7. Kebijakan Perencanaan Penggunaan PitaFrekuensi Radio (
 Band Plan
) 300 MHz2.3.2. Laba (Rugi) Operasional (
Operating Income/Loss
)4.8. Kebijakan Penerapan Biaya Hak PenggunaanBerdasarkan Lebar Pita2.3.3. Perkembangan Earning Before Interest,Tax, Depreciation and Ammortization(EBITDA)4.8.1. Kebijakan Biaya Hak Penggunaan(BHP) IPSFR4.9. Tata Cara Penilaian Pencapaian TKDN PadaPenyelenggaraan Telekomunikasi2.3.4. Perkembangan ARPU2.3.5. Biaya Operasional PenyelenggaraTelekomunikasi4.9.1. Persyaratan Teknis Perangkat GSM
3. Investasi dan Pembiayaan SektorTelekomunikasi
4.10.Uji Publik Terhadap RPM PenggunaanSatelit4.11.RUU Tentang Konvergensi Telematika3.1. Perkembangan Belanja Modal (CapitalExpenditure/Capex)
5. Perkembangan Teknologi Telekomunikasi
3.1.1. Telkom Group5.1. Tren Konvergensi Telekomunikasi3.1.2. Indosat5.1.1. Tren Pita Lebar (broadband)3.1.3. XL Axiata5.2. Tren Komputasi Awan (Cloud Computing)3.1.4. Bakrie Telecom5.2.1. Infrastruktur hambat ekspansi
cloud computing
 3.1.5. Mobile-8 Telecom3.2. Perkembangan Kepemilikan BTS5.2.2. Tahun 2020, sebanyak 50 miliarperangkat terhubung Internet
 
3.2.1. BTS ramah lingkungan3.2.2. Bisnis BTS setelah terbitnya PermenNo. 2/20085.2.3. Ericsson dukung harmonisasifrekuensi untuk 4G/LTE3.2.3. Kewajiban Menara TelekomunikasiBersama5.3. Tren Penyiaran Digital5.3.1. Improvement on TelevisionTransmitting Stations (ITTS)3.2.4. Uji Publik Penataan Ulang MenaraTelekomunikasi Bersama5.3.2. Uji Coba Digital3.2.5. Tower Bersama dan VNL banguninfrastruktur telekomunikasi5.3.3. Konvergensi

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Heri Jumaedi liked this
Bimbo Bimbi liked this
Nur Wulan Dari liked this
palayganteng liked this
mahardiantoo liked this
zulamna liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->