Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KMK No. 442 Ttg Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Haji Indonesia

KMK No. 442 Ttg Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Haji Indonesia

Ratings: (0)|Views: 835 |Likes:
Published by wisnu baskoro

More info:

Published by: wisnu baskoro on Apr 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/16/2012

pdf

text

original

 
 
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIANOMOR 442/MENKES/SK/VI/2009TENTANGPEDOMAN PENYELENGGARAAN KESEHATAN HAJI INDONESIAMENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka memberikan pembinaan, pelayanan, danperlindungan yang sebaik-baiknya bagi jemaah haji sehinggaJemaah Haji dapat menunaikan ibadahnya sesuai denganketentuan ajaran agama Islam, untuk pelayanan kesehatan perludisusun pedoman penyelenggaraan kesehatan haji;b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana huruf a dan untukmeningkatkan mutu pelayanan kesehatan haji, maka perluditetapkan Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Haji Indonesiadengan Keputusan Menteri Kesehatan;Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1962 tentang Karantina Laut(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1962 Nomor 2,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2373);2. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1962 tentang Karantina Udara(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1962 Nomor 3,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2374);3. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah PenyakitMenular (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1984 Nomor20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3273); 4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 100,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3495);5. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang PenyelenggaraanIbadah Haji (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4845);6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang PemerintahanDaerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, TambahanLembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana diubah terakhirdengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentangPerubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4844);1
 
 7. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1991 tentang PedomanPenanggulangan Wabah Penyakit Menular (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 1991 Nomor 49, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 3447);8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang PembagianUrusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan DaerahProvinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);9. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Tugas, Fungsi,Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara RepublikIndonesia sebagaimana diubah terakhir dengan PeraturanPresiden Nomor 94 Tahun 2006;10. Keputusan Presiden Nomor 62 Tahun 1995 tentangPenyelenggaraan Urusan Haji sebagaimana telah diubah denganKeputusan Presiden Nomor 119 Tahun 1998;11. Keputusan Menteri Agama Nomor 224 Tahun 1999 tentangPenyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah;12. Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dengan MenteriKesehatan dan Kesejahteraan Sosial Nomor 458 Tahun 2000 danNomor 1652.A/Menkes-Kesos/SKB/XI/2000 tentang Calon HajiWanita Hamil Untuk Melaksanakan Ibadah Haji;13. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/Per/XI/ 2005tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatansebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri KesehatanNomor 1295/Menkes/Per/XII/2007;14. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1159/Menkes/SK/X/2007tentang Penetapan Rumah Sakit Rujukan Haji;
MEMUTUSKAN :
Menetapkan :Kesatu :
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PEDOMANPENYELENGGARAN KESEHATAN HAJI INDONESIA
Kedua : Pedoman penyelenggaraan kesehatan haji Indonesia sebagaimanadimaksud pada Diktum Kesatu tercantum dalam Lampiran Keputusanini.2
 
 Ketiga : Pedoman sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kedua merupakanacuan bagi para pejabat di lintas sektor, lintas program, tenagakesehatan atau tim kesehatan haji dan masyarakat jemaah haji baik diPusat, Propinsi maupun di Kabupaten/Kota di dalam menyelenggarakankesehatan haji.Keempat : Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan kesehatan hajidilaksanakan oleh Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi,dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, dengan mengikutsertakanorganisasi profesi terkait sesuai tugas dan fungsi masing-masing.Kelima : Pada saat ditetapkannya Keputusan ini, Keputusan Menteri KesehatanNomor 1394/Menkes/SK/XI/2002 tentang Pedoman PenyelenggaraanKesehatan Haji Indonesia dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.Keenam : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.Ditetapkan di Jakartapada tanggal 18 Juni 2009
MENTERI KESEHATAN,ttdDr. dr. SITI FADILAH SUPARI, Sp. JP(K).
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->