Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
82Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB I-BAB V

BAB I-BAB V

Ratings: (0)|Views: 30,502|Likes:
Published by Ismail Andi Baso

More info:

Published by: Ismail Andi Baso on Apr 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang
Dasawarsa terakhir ini isu kesejahteraan anak terus mendapatperhatian masyarakat dunia. Salah satu isu kesejahteraan anak yangterus berkembang dan mendapat perhatian dunia adalah masalah anak jalanan. Laporan dunia tentang situasi anak, menyebutkan bahwaterdapat 30 juta anak tinggal dan menjaga diri mereka sendiri dijalan.Sedangkan di Asia terdapat 20 juta anak jalanan.(Tauran, 2000)Fenomena sosial Anak jalanan terutama terlihat nyata dikota-kotabesar setelah dipicu krisis ekonomi di Indonesia. Hasil kajian DepartemenSosial tahun 1998 di 12 kota besar, melaporkan jumlah Anak jalanansebanyak 39.861 anak dan sekitar 48% adalah anak-anak yang baruturun ke jalan sejak tahun 1998. Secara nasional diperkirakan sebanyak60.000-75.000 Anak jalanan dan data dari Departemen Sosial mencatatbahwa 60% putus sekolah dan 80% masih ada hubungan dengankeluarganya. (Yashinta, 2001)Kajian dari dampak pelayanan program jaringan perlindungansosial di empat kota besar (Yashinta, 2001) terungkap bahwa alasananak bekerja di jalan karena membantu pekerjaan orang tua (71%),dipaksa membantu orang tua (6%), menambah biaya sekolah (15%)
1
 
2
sedangkan alasan jajan, ingin hidup bebas, dapat teman dll (11%).Karena lebih sering menjalani hidup dijalanan dari pada bersamakeluarga, Anak jalanan berada dalam situasi yang buruk untukkelangsungan hidup dan tumbuh kembangnya, Lingkungan kehidupanAnak jalanan sangat keras, buruk dan sering kali berimbas pada perilakunegatif. Anak jalanan menjadi lebih dewasa dari umurnya karena seringmelakukan hal-hal yang belum pernah mereka lakukan sebelumnyasebagai anak-anak, mereka sangat rentan terhadap prilaku menyimpangseperti penggunaan narkoba, alkohol serta kebiasaan merokok.Penelitian yang dilakukan oleh
Jurnal Tobacco Control 
sejak tahun1970-2002, melibatkan 43.000 pria dan wanita yang mempunyaikebiasaan merokok sejak remaja menunjukkan bahwa mereka yangmerokok maksimal 5 batang perhari memiliki resiko tiga kali lipatmeninggal akibat penyakit jantung koroner. Pria yang menjadi perokokringan memiliki kemungkinan 3 kali lipat untuk meninggal akibat kanker paru dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok, resiko lebihbesar dialami oleh wanita, mereka memiliki resiko 5 kali lipat menderitapenyakit kanker paru. (Sriwidjaya Post, 2008)Hasil survei yang dilakukan Unit Penelitian dan PengabdianMasyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (UPPM-STIS, 2004) di Jakartadengan jumlah Anak jalanan sebanyak 31.304 anak, menyebutkankebiasaan merokok merupakan hal yang wajar dilakukan Anak jalanan.Kebiasaan merokok menduduki peringkat tertinggi sebesar 69,15 %,
 
3
kebiasaan minum minuman beralkohol sebesar 13,48 %, kebiasaan lainsebesar 12,02%, dan memakai narkoba sebesar 5,35%. (Artharini, 2008)Riset yang dilakukan FKM UI tahun 2008 yang melibatkan 395responden di 25 titik sepanjang jalur kereta api Jakarta-Bogor. Batas usiaremaja yang mereka gunakan adalah 10-18 tahun. Hasil penelitianmenunjukkan anak jalanan yang merokok mencapai 41,3%, merekabiasa menghabiskan 6 batang rokok perharinya. Angka ini jauh lebihtinggi dari jumlah perokok aktif pada kelompok remaja laki-laki nasionalsebanyak 24,5%, sesuai dengan
Global Youth Tobacco Survey 
2006versi WHO. Dari riset yang sama diketahui bahwa Anak jalanan bisamenghabiskan 20% pendapatan hariannya atau sebesar Rp. 4500 untukbelanja rokok. (Artharini, 2008)Menurut Mu’tadin (2002) cara Anak jalanan mendapatkaninformasi mengenai rokok ini tidak berbeda dengan remaja lainnya. Iklanmerupakan sarana provokatif yang mempengaruhi kebiasaan merokokmereka, Iklan yang menampilkan gambaran bahwa perokok adalahlambang kejantanan atau
gentle
, dan sebagainya membuat merekaseringkali terpicu untuk mengikuti prilaku seperti yang ada dalam iklantersebut.Hal ini diperkuat dengan terungkapnya kutipan data internalperusahaan rokok kelas dunia, Philip Morris, yang dirilis pada 1981 olehWHO. Perusahaan ini menyatakan, remaja adalah pelanggan reguler masa depan dan mayoritas perokok dewasa mulai merokok sejak remaja.

Activity (82)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Euis Hardina liked this
niputu_jeny liked this
AnNa Nna Nnaa liked this
ahdirusyadi liked this
Anggiaprilia liked this
ahdirusyadi liked this
ahdirusyadi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->