Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
birrul walidain

birrul walidain

Ratings: (0)|Views: 617|Likes:
Published by Faruq Ardianto
makalah
makalah

More info:

Published by: Faruq Ardianto on Apr 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See More
See less

11/13/2012

original

 
BAB IIP E M B A H A S A NA. Pengertian Birrul WalidainSurat Luqman 12-15

 

 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

Dan Sesungguhnya Telah kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya iabersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu.Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidakada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, Kemudian Hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yangTelah kamu kerjakan.B.Mufrodat Q.S. Luqman 12-15Memberi pelajaran:

keadaan lemah yang bertambah- tambah:

 

 

memaksamu:

C.Munasabah Surat Luqman 12-15Ayat 12 -15 terdapat kesesuaian yang dapat memberikan pemahaman yang utuh dalammemaknai perintah untuk birrul walidain. Atur perintah yang terdapat pada ayat 12, 13 dan ayat sesudanya yaitu ayat ke 15 mengandung maksud yang sama yaitu keharusan mengungkankan dan berperilaku syukur terhadap allah. Dalam hal ini allah memberi i’tibar tentang keharusan birrul walidain sebagai bukti ungkapan dan perilaku sykur terhadap allah.D.Kandungan hukum surat luqman 12-15Masa meneteki yang menyebabkan mahramBerdasarkan ayat diatas, para ahli fiqih berpendapat, bahwa masa meneteki yang menyebabkan menjadi mahram, yaitu dua tahun (yakni si anak yang diteteki itu belum lebih dari dua tahun), karena tegas ayat tersebut mengatakan : “dan menyapihnyaitu dalam dua tahun”. Jadi dua tahun ini adalah sempurnanya masa meneteki.Mereka berdalil juga dengan firman allah :

 

 

 

 

 
 

 

 


Artinya : dan ibu-ibu hendaknya meneteki anak-anaknya dua tahun penuh, bagi orang yang berkehendak untuk menggenapkan / menyempurnakan penyusuan.(QS. Al-baqarah233)Dua ayat tersebut menunjukkan, bahwa maksimal waktu meneteki hanyalah dua tahun.Demikian pendapat jumhur (malik, syafi’I, dan ahmad)Sedang abu hnaifah berpendapat, bahwa masa meneteki yang menyebabkan menjadi mahram ialah dua tahun setengah. Dalilnya, firman allah :

 

 

 

 
 

 

 

 

 Artinya : ibunya mengandung dengan susah payah dan melahirkan pun dengan susah payah pula, sedangkan waktu mengandung dan menyapihnya itu tiga puluh bulan. (QS.Al-ahqaf 15).Dalam beristidlal (mengambil dalil) dari ayat ini, abu hanifah melihat dari dua
 
sisi :Pertama : bahwa yang dimaksud mengandung disini, bukan mengandung janin dalam rahim, tetapi yang dimaksud ialah menggendong karena hendak diteteki. Jadi seolah-olah Allah mengatakan : si ibu menggendong anaknya sesudah anak itu lahir untukditeteki selama tiga puluh bulan. Jadi masa yang tersebut dalam ayat itu, adalahsatu keperluan yaitu meneteki.Kedua : bahwa allah swt. Dalam ayat tersebut menyebutkan dua perkara : mengandung dan menyapih, yang kemudian diiringi dengna menerangkan masa. Jadi “masa” untuk kedua hal tersebut, masing-masing berdiri sendiri. Jadi maksud dari penafsiran iniadalah sebagai berikut : mengandungnya itu selama tiga puluh bulan dan menyapihnya pun tiga puluh bulan. Jadi masing-masing dua setengah tahun. Dengan demikianjelas sekali, bahwa masa meneteki itu adalah dua setengah tahun. Ini sama dengan perkataan orang yang berpiutang : “saya mempunyai tanggungan hutang seratus kepada si anu, selama setahun”. Maka “setahun” itu adalah limit waktu untuk masing-masinghutang. Demikian pula kata ‘tiga puluh tahun’ disini, adalah waktu untuk masing-masing mengandung dan menyusui.Pendapat abu hanifah ini tidak disetujui oleh muridnya abu yusuf dan imam Muhammad, bahkan mereka ini berpendapat seperti jumhur, bahwa menyusui yang bisa menjadikan mahram itu hanya du tahun.E.Tafsir Surat Luqman 12-15Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam QS. Luqman : 14

 

 

 

 

 

 

 

 

 "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu Bapaknya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang IbuBapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu."Berkata Ibnu Abbas mudah-mudahan Allah meridhoi mereka berdua "Tiga ayat dalam Al Qur’an yang saling berkaitan dimana tidak diterima salah satu tanpa yang lainnya, kemudian Allah menyebutkan diantaranya firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya) : "Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang Ibu Bapakmu", Berkata beliau. "Maka, barangsiapa yang bersyukur kepada Allah akan tetapi dia tidak bersyukur pada kedua Ibu Bapaknya, tidak akan diterima (rasa syukurnya) dengan sebab itu." (Al Kabaair milik Imam Adz Dzahabi hal 40).1.Dalam perintah-Nya untuk berbuat baik kepada orang tua, Allah menyebutkan dengan kata “Walidain, tetapi kemudian disusul dengan menyebut Ibu secara khusus. Ini dalam istilah bahasa disebut “dzikrul khash ba’dal ‘am” (menyebutkan yang khusus sesudah yang umum), gunanya untuk menambah perhatian dan memandangnya sebagai halyang penting, disamping untuk menerangkan, bahwa hak ibu atas anak adalah lebihbesar daripada hak ayah.Sebab kalimat “ibunya mengandung dalam kedaan lemah bertambah lemah” itu, adalah merupakan Jumlah Mutaridhah.Zamahsyari berkata : jika engkau bertanya :kalimat”ibunya mengandungnya dalam keadaan lemah bertambah lemah: itu bagaimana mungkin bisa dikatakan mu’taridhah antarayang ditafsiri dan yang menafsiri? Maka saya jawab : Allah memerintahkan anak berbuat baik kepada kedua orang tua, lalu dilanjutkan dengan meyebutkan kesusahandan kepayahan demi kepayahan yang dialami oleh ibu, baik di waktu mengandung ataupun di waktu sudah lahir sampai menyapihkannya yang memakan waktu cukup lama itu, gunanya untuk menkonkrit perintah-Nya itu, khususnya kepada ibu dan untuk mengingatkan betapa besarnya hak ibu ini.Dalam hal ini rasuullah saw. Juga pernah ditanya:Artinya : siapakah yang lebih patut kuperlakukan dengan baik? Rasulullah saw. Menjawab: ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu. Setelah itu rasulullah saw. Barumenyambung : kemudian ayahmu.Diriwayatkan dari sebagian orang-orang arab, bahwa ia pernah menggendong ibunyapergi haji, sambil bersenadung:Kugendong ibukuPadahal dia penggendongDia meneteki aku dengan air yang banyak sekali di pagi hari,di siang hari dan di sore hari.
 
Sedang ayahTidak dibalas pekerjaan-pekerjaanya nan susah payah2.Ketika Allah menyuruh berterima kasih kepada kedua orang tua, ia dahuludengan perintah syukur kepada-nya, yaitu “hendaklah engkau bersyukur kepada-ku dankepada kedua orang tuamu”, adalah memberi isyarat bahwa hak allah adalah lebih besar dari pada hak kedua orang tua dan bersyukur kepada-nya lebih wajib dan lebih pasti, sebab dialah pemberi naikamt yang sebenarnya dan pemberi anugerah kepada hamba-hamba-nya. Sedang berterima kasih kepada kedua orang tua adalah salah satu bagian dari bersyukur kepada pemberi nikmat itu. Allah adalah penyebab pertama adanya makhluk ini. Sedang kedua orang tua sekedar perantara. Oleh karena itupenyebab pertamalah yang harus didahulukan daripada perantara.3.Mendahulukan sesuatu yang mestinya diakhirkan adalah menunjukkan arti terbatas (lilhashr) sebagaiamana firman allah

 

(kepada-ku tempat kembali), yakni hada-ku kembali.

 

 

(kemudian kepada-ku tempat kembalimu), yakni: hanya kepadkembalimu.Di dini jar majrur (

) didahulukan daripada

,

yang semula seharusnya ‘malukan daripada ‘ila’.4.disebutkan kata “fid dun-ya” dalam ayat tersebut adalah memberi isyarat rendahnya bergelimang dalam urusan dunia dan sebentarnya waktu serta masa habisnya sudah diambang pintu. Oleh karena itu manusia tidak boleh terlalu bersusah payahdalam mengarungi dunia ini.Kiranya tepat apa yang dikatakan seorang penyair:Getaran jantung seseorang itu seola-ola memberitahukan kepasanya bahwa hidup ituhanya beberapa menit dan beberapa detik belaka.5.perkataan “dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-ku” dalam ayat tersebut, menunjukkan, bahwa kita diserukan untuk mengikuti jalan orang-orang yang shaleh, dulu maupun sekarang. Sementara ada yang menafsirkan, bahwa orang-orang yang kembali kepada-ku itu aialah abu baker ash-shiddiq, sebab masuk islamnya sa’aditu adalah karena abu baker.Tetapi yang betul ialah seperti yang dikatakan al-alusi, bahwa ayat ini umum, meliputi semua orang yang disifati oleh ayat di atas.F.Kesimpulan Surat Luqman 12-151.Hikmah adalah pemberian Allah yang tidak dapat diperoleh keuali dengan jalan taqwa dan amal shaleh2.Syukur nikmat adalah wajib atas setiap orang, dan barang siapa yang tidak berterima kasih kepada seseorang, berarti tidak bersyukur kepada allah.3.Syirik adalah dosa yang teramat besar dan kejahatan yang dapat menggugurkan amal.4.Taat kepada kedua orang tua berartitaat kepada allah (dalam arti melaksanakan perintah allah) dan berbuat baik kepada kedua orang tua ada hubungna dengan ibadah kepada allah.5.Hak ibu lebih besar daripada hak bapak, sebab kepayahan ibu justru lebihbanyak.6.Tidak boleh taat dalam hal kedurhakaan kepada allah, taat itu hanya dalam hal kebajikan, seperti yang diterangkan oleh rasulullah saw.G.Hikmah tasyri’ birrul walidain dalam Surat Luqman 12-15Allah swt. Memerintahkan kepada anak untuk berbuat baik kepada kedua orang tua dengan mengutamakan ibu, sehingga hak ibu ditetapkan lebih besar daripada hak bapak, kerana jerih payah ibu ditetapkan lebih besar daripada hak bapak, karena jerih payah ibu lebih besar, sejak mengandung, melahirkan sampai mengasuhnya. Ibu telah memberikan air susunya, kasih sayangnya dan seluruh jiwanya demi kebahagiaan anak. Dia sendiri merasakan letih, demi ketenangan anak. Diterimanya seluruh beban dan penderitaan, dengan harapan ia ingin melihat anaknya bagaikan bunga yang indah, yang tumbuh dan hidup diantara bunga-bunga di musim semi. Dimalam hariia bangun untuk ketenangan anaknya, dijaganya anaknya dari setiap gangguan yangmengancamnya. Bahkan berjam-jam ia bersandar di dinding rumahnya sambil menggendong anaknya, batapapun payahnya dan letihnya. Kalau begitu, patutkah seseorang akan mendurhakainya atau cenderung untuk menyakitinya.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->