Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Salinitas

Salinitas

Ratings: (0)|Views: 950 |Likes:
Published by GoesCroops

More info:

Published by: GoesCroops on May 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2013

pdf

text

original

 
Distribusi Salinitas di Laut
Seperti yang kita ketahui air laut rasanya asin karena mengandung garam. Garam tersebutterdiri dari banyak zat-zat terlarut yang dibagi dalam 4 kelompok yaitu :Elemen mayor:Cl, Na, SO
4
dan MgGas terlarut:CO
2
, N
2
dan O
2
Elemen minor:Si, N dan PTrance elemen:I, Fe, Mn, Pb dan HgSelain zat-zat terlarut di atas, air laut juga mengandung butiran-butiran halus dalamsuspensi. Sebagian zat ini akan terlarut dan sebagian lagi akan mengendap ke dasar lautdan sisanya diuraikan oleh bakteri laut. Semua zat-zat terlarut inilah yang menyebabkanrasa asin pada air laut.Untuk mengukur tingkat keasinan air laut itulah maka digunakan istilah salinitas.Salinitas juga dapat digunakan di perairan manapun namun memang yang palingmencolok adalah di laut. Salinitas dapat didefinisikan sebagai jumlah total dalam gram bahan-bahan terlarut dalam satu kilogram air. Dalam keadaan stabil di laut kadasalinitasnya berkisar antara 34o/oo sampai 35 o/oo. Tiap daerah memiliki kadar salinitasyang berbeda beda seperti di daerah tropis salinitasnya berkisar antara 30-35 o/oo, tetapitidak terdapat pertambahan kadar garam. Kadar garam ini tetap dan tidak berubahsepanjang masa.Lalu mengapa kadar salinitas di setiap perairan berbeda, padahal kadar garamnya tetap?Hal ini disebakan karena adanya distribusi salinitas di laut. Distribusi ini terjadi secaravertical dan horizontal. Distribusi salinitas dipengaruhi oleh beberapa faktor utama,yaitu :
Pola sirkulasi air : membantu penyebaran salinitas
Penguapan (evaporasi) : semakin tinggi tingkat penguapan di daerah tersebut, makasalinitasnya pun bertambah atau sebaliknya karena garam-garam tersebuttertinggal di air contohnya di Laut Merah kadar salinitasnya mencapai 400/00.
Curan hujan (presipitasi) : semakin tinggi tingkat curah hujan di daerah tersebut,maka salinitasnya akan berkuran atau sebaliknya hal ini dikarenakan terjadinya pengenceran oleh air hujan.
 
Aliran sungai di sekitar (run off) : semakin banyak aliran sungai yang bermuara padalaut maka salinitasnya akan menurun dan sebaliknya.
Distribusi Salinitas Secara Horizontal
Distribusi salinitas secara horizontal yaitu semakin kearah lintang tinggi maka salinitas juga akan bertambah tinggi. Maka dari itulah salinitas di daerah laut tropis (daerah disekitar khatulistiwa) lebih rendah daripada salinitas di laut subtropis. Daerah yangmemiliki salinitas paling tinggi berada pada daerah lintang antara 30°LU dan 30°LSkemudian menurun ke arah lintang tinggi dan khatulistiwa. Di perairan Indonesia yangtermasuk iklim tropis, salinitas meningkat dari arah barat ke timur dengan kisaran antara30-35 o/oo. Air samudera yang memiliki salinitas lebih dari 34 o/oo ditemukan di LautBanda dan Laut Arafuru yang diduga berasal dari Samudera Pasifik (Wyrtki,1961).Sebaran salinitas secara horizontal tersebut terjadi karena faktor-faktor utama yang telahdisebutkan di atas, yaitu run off, presipitasi, evaporasi dan pola sirkulasi air namun selainitu ada beberapa faktor lainnya yang ternyata mempengaruhi distribusi secara horizontalyaitu angin dan topografi.Presipitasi di daerah tropis lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya maka terjadi pengenceran air laut yang menyebabkan rendahnya salinitas di daerah tropis. DiIndonesia system angin munson sangat berpengaruh terhadap sebaran salinitas baisecara vertical dan horizontal. Secara horizontal dikarenakan angin munsonmempengaruhi arus untuk bergerak dan arus akan membawa massa air. Angin munsonakan menyebabkan terjadinya musim hujan dan musim panas. Perubahan musim inilahyang menyebabkan variasi tahunan salinitas perairan seperti terjadinya perubahansirkulasi massa air yang bersalinitas tinggi dengan massa air bersalinitas rendah.Sedangkan topografi mempengaruhi salinitas suatu wilayah perairan karena terkaitdengan ada tidaknya limpasan air tawar yang berasal dari sungai menuju muara.Akibatnya adanya limpasan (run off) maka akan terjadi pengadukan yang berdampak  pada pengenceran.
Distribusi salinitas secara vertical
Disribusi secara vertical terjadi dengan semakin bertambahnya kedalaman. Pola distribusivertikal menurut Ross (1970) dalam Rosmawati (2004), sebaran menegak salinitas dibagimenjadi 3 lapisan yaitu lapisan tercampur dengan ketebalan antara 50-100 m dimanasalinitas hampir homogen , lapisan haloklin yaitu lapisan dengan perubahan sangat besar dengan bertambahnya kedalaman 600-1000 m dimana lapisan tersebut dengan tegas

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Allend Reiwy II liked this
Naufal Faruq liked this
Reza Iclima AS liked this
Siti Saodah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->