Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Evaluasi Pendidikan Islam

Evaluasi Pendidikan Islam

Ratings: (0)|Views: 488|Likes:
Published by asaponeru
evaluasi unsur penting dalam pendidikan Islam
evaluasi unsur penting dalam pendidikan Islam

More info:

Published by: asaponeru on May 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/28/2013

pdf

text

original

 
EVALUASI PENDIDIKAN ISLAMOleh : Rosnita
1
Pengertian Evaluasi Pendidikan
Evaluasi berasal dari dari bahasa Inggris:
evaluation
; yangdalam bahasa Arab diistilahkan dengan
taqyīm
atau
taqwīm
yangberasal dari kata
al-Qīmah
yang berarti nilai (
value
).
2
Jadi, secaraharfiah evaluasi pendidikan yang disebut
taqwīm al-tarbiyah,
dapatditerjemahkan sebagai penilaian dalam bidang kependidikan, ataupenilaian terhadap kegiatan belajar mengajar.Dalam praktek sehari-hari evaluasi pendidikan selalu di-hubung-hubungkan dengan ujian. Sekalipun ada kaitannya, akantetapi tidak mencakup keseluruhan maknanya. Ujian padaumumnya (
imtihān
) atau ujian akhir (
khataman
) sekalipun, belumdapat menggambarkan esensi evaluasi pendidikan, terutamadalam konteks pendidikan Islam. Sebab, evaluasi pendidikan padadasarnya bukan hanya menilai hasil belajar, tetapi juga proses-proses yang dilalui pendidik dan peserta didik dalam keseluruhanproses pembelajaran.Memang dalam setiap proses pembelajaran mengandungevaluasi atau penilaian. Pada jantung penilaian itulah, kata DimyatiMahmud, terletak denyut nadi setiap keputusan yang didasarkanatas nilai-nilai.
3
Dalam setiap proses penilaian pula terdapat suatuupaya membandingkan informasi-informasi yang tersedia dengan
1
Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara Medan. email: rosnita.ma@gmail.com
2
Muhammad Alī Al-Khūlī,
Dictionary of Education
(Bairut-Libanon: Dar al-‘Ilmli al-Malayīn, 1981), h. 165.
3
Dalam mengurai evaluasi pendidikan di dalam buku ini, baik disebutkansebagai catatan kaki ataupun tidak, banyak menukil pemikiran M. DimyatiMahmud,
Psikologi Pendidikan
(Jakarta: Proyek Pengembangan LembagaPendidikan Tenaga Kependidikan, Dirjend Dikti Depdikbud, 1989), h. 251-256.
1
 
kriteria-kriteria atau ukuran tertentu, setelah itu barulah diambilkeputusan.Dalam kawasan penilaian dijumpai dua macam istilah, yangpertama
muqāyas
atau pengukuran (
measurement 
) dan yangkedua adalah
taqyīm
atau penilaian (
evaluation
)
.
Pengukuranadalah penilaian yang sifatnya kuantitatif, untuk melukiskan suatuperistiwa atau karakteristik dengan angka-angka. Pengukuranmemberitahukan berapa banyak, berapa sering atau berapa baikmelalui skor, tingkat-tingkat atau pun ratingnya. Dalam bahasapengukuran seorang guru selalu berkata: “Zaiden hanya dapatmenjawab lima pertanyaan dengan benar dari dua puluh pertanya-an pada ulangan matapelajaran matematika”. Kalau guru tersebutberkata: “Zaiden tidak pandai dalam matapelajaran matematika”,maka pernyataan itu tidak lagi dapat disebut sebagai pengukurankuantitatif, melainkan sudah bersifat kualitatif.Dalam melakukan pengukuran seorang pendidik memung-kinkan untuk membandingkan prestasi belajar setiap peserta didikpada matapelajaran tertentu dengan suatu standar atau ukurantertentu
 
atau membandingkannya dengan prestasi belajar pesertadidik yang lain.
4
Perlu dicatat bahwa tidak semua keputusan penilaian yangditetapkan oleh guru mesti menggunakan pengukuran. Banyakfakta menunjukkan bahwa tidak sedikit keputusan yang didasarkanatas informasi yang sulit dinyatakan dalam angka, sepertimisalnya: hal-hal yang lebih disukai peserta didik; informasi yangdatang dari orang tua, pengalaman-pengalaman masa lalu danbahkan intuisi. Sekalipun demikian, pengukuran itu tetap memilikiperanan yang besar dalam menetapkan keputusan yangbersangkut paut dengan proses pembelajaran, terutama jika
4
Bandingkan dengan Noeng Muhadjir,
Teknik Penilaian dalam Pendidikan
(Yogyakarta: Rake Sarasin PO Box 83, 1987), h. 17.
2
 
dilaksanakan dengan semestinya. Pengukuran yang benar tentulahdapat menyediakan data yang cukup obyektif dan tidakberprasangka bagi penilaian. Telah disinggung di depan bahwa evaluasi itu mencakuppengukuran dan penilaian. Evaluasi itu bermanfaat bagi gurukarena dapat membantu menjawab masalah-masalah penting me-ngenai peserta didiknya dan prosedur pembelajaran yang dilaku-kannya. Tidak ada proses belajar-mengajar yang bebas darievaluasi; tidak ada guru ataupun peserta didik yang dapatmenghindar dari evaluasi. Sejak dari memulai profesi sebagaipendidik sampai kemudian pensiun karena udzur dan lain-lain,setiap pendidik akan terus menerus berkelindan dengan penilaiandan evaluasi; mulai dari jenjang pendidikan yang paling rendahsampai pendidikan tinggi.Peserta didik juga tidak pernah berhenti menjadi subyekevaluasi. Bahkan lebih dari itu, para penyelenggara atau lembagapendidikan dan orangtua pun tidak terlepas dari evaluasi, karenamereka pun tetap menimba manfaat daripadanya. Jadi, kehadiranevaluasi itu memang melekat dengan sistem pendidikan. Subyekyang dievaluasi adalah peserta didik; dan dievaluasi dengan saranatertentu, seperti: ujian (
imtihān
) dalam bentuk tes atau non tesseperti misalnya melalui pengamatan secara jeli danberkesinambungan terhadap perilaku dan aktifitas peserta didik,baik secara perorangan maupun kelompok.Oleh karena setiap lembaga pendidikan, sekolah ataupunmadrasah mempunyai tugas untuk mendidik peserta didik sebagaipribadi yang utuh, maka evaluasinya pun tidak hanya terbataspada status akademiknya saja, tetapi meliputi seluruhkompetensinya, kecerdasan, bakat, penyesuaian personal dansosial, sikap dan minatnya. Akan tetapi dalam prakteknya,kelihatannya para “pendidik” dewasa ini lebih banyak terlibat
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->