Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
eKs STAD

eKs STAD

Ratings: (0)|Views: 1,078|Likes:
Published by uvidanti

More info:

Published by: uvidanti on May 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/16/2013

pdf

text

original

 
PROPOSAL PENELITIANA.Judul Skripsi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STADDENGAN STRATEGI
 PROBLEM POSING
UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAHMATEMATIKA SISWA KELAS X 5 SMA NEGERI 4 SINGARAJA
B.Identitas Peneliti
 Nama: Ni Wayan Sukarni N I M: 0413011017Jurusan : Pendidikan MatematikaFakultas: MIPA
C.Latar Belakang
Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Oleh karena pentingnya membangun kemampuan berpikir matematis, makamatematika diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolahdasar. Tujuan umum diberikannya matematika pada jenjang Pendidikandasar dan menengah meliputi; (1). Mempersiapkan siswa agar sanggupmenghadapi perubahan keadaan dalam kehidupan dan di dunia yang selalu berkembang, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis,rasional, kritis, cermat, jujur, efektif dan efiesien. (2) Mempersiapkansiswa agar dapat menggunakan matematika dan pola pikir matematikadalam kehidupan sehari-hari dan dalam mempelajari berbagai ilmu.Matematika sekolah memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupanyaitu para pelajar memerlukan matematika untuk memenuhi kebutuhan praktis dan mencegah masalah dalam kehidupan sehari-hari, misalnyadapat berhitung, dapat menghitung isi dan berat. Menurut petunjuk  pelaksanaan belajar mengajar di sekolah bahwa penerapan strategi yangdipilih dalam pembelajaran matematika haruslah bertumpu pada dua halyaitu optimalisasi interaksi semua unsur pembelajaran, serta optimalisasiketerlibatan seluruh indra siswa.1
 
Banyak faktor yang harus diperhatiaan dalam pengelolaan pembelajaran matematika agar pembelajaran tersebut dapat memberikanhasil yang diharapkan. Selama ini, guru masih senang mengajar dengan pola pembelajaran konvensional dan sedikit sekali melihat peluang- peluang untuk melakukan kegiatan yang lebih inovatif. Pembelajarandilakukan kurang memperhatikan aspek kemampuan siswa dan sejauhmana pembelajaran dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pemahaman dan penalaran berpikir siswa.Peningkatan kualitas pembelajaran matematika diharapkanmengacu pada standar proses yang dikemukakan dalam peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 yang mengemukakan bahwa Standar Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secarainteraktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.Berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 27 februari 2008dengan seorang guru matematika kelas X 5 di SMA Negeri 4 Singarajamengungkapkan bahwa hasil belajar matematika siswa belum mencapaihasil yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata ulanganumum matematika siswa pada dua tahun terakhir yang dapat dilihat padatabel 3.1Tabel 3.1 Skor rata-rata ulangan umum matematika siswa kelas X 5TahunSemesterRata-rata2004/2005Ganjil41,5Genap40,12006/2007Ganjil58,8Genap522007/2008Ganjil42(arsip SMA N 4 Singaraja)Rendahnya skor ulangan umum siswa di kelas X 5 SMA Negeri 4Singaraja ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu:
 pertama
, kurangnya rasa percaya diri siswa dalam kegiatan pembelajaran matematika. Hal ini dapat2
 
diamati dari sikap siswa yang masih tampak takut atau ragu-ragu saatmenjawab pertanyaan guru, kurang tegas dalam mengemukakan pendapat,dan kurang mampu untuk mengendalikan perasaannya. Siswa yang yakinatau percaya dapat berhasil mencapai sesuatu akan mempengaruhi mereka bertingkah laku untuk mencapai keberhasilan tersebut. Siswa yangmemiliki sikap percaya diri memiliki penilaian positif tentang dirinyacenderung menampilkan prestasi yang baik. Guru telah berupayamenanamkan rasa percaya diri siswa dengan memotivasi siswa misalnyadengan menawarkan nilai tambahan bagi siswa yang bersediamenyelesaikan soal ke depan. Usaha tersebut ternyata belum membuahkanhasil yang optimal.
 Kedua
, siswa menganggap pelajaran matematikasebagai pelajaran yang membosankan, banyak menghapal rumus sertakurang menyentuh kehidupan sehari-hari siswa. Mengaitkan pengalamananak dengan ide-ide matematika yang diajarkan di kelas, penting untuk membuat pelajaran menjadi bermakna, Soedjadi(dalam Suharta, 2003).Dalam pembelajran guru telah memberikan soal-soal yang berupa masalahkehidupan sehari-sehari.
 Ketiga
, keaktifan siswa terhadap pembelajaranmatematika yang diterapkan tergolong kurang (hanya beberapa orangsiswa saja yang aktif). Guru menyadari bahwa sesungguhnya siswa telahmembawa pemahaman sendiri sebagai pengetahuan awal yang telahmereka miliki sebelumnya. Namun, kurangnya keaktifan siswa dalam pembelajaran menyebabkan guru kesulitan mengetahui penguasaan siswaterhadap materi prasyarat, apakah konsep yang dimiliki siswa sudah benar atau masih menyimpang, serta seberapa dalam pengetahuan awal yangdimiliki siswa, padahal hal tersebut merupakan pijakan untumelaksanakan proses pembelajaran selanjutnya. Untuk mengatasi haltersebut guru telah berupaya dengan memberikan tugas tambahan bagisiswa yang memperoleh nilai kurang dan memberikan hukuman bagisiswa yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah. Upaya tersebut belummencapai hasil yang maksimal bahkan dapat menghambat proses pembelajaran selanjutnya.Keadaan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->