Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Akuntansi Forensik

Akuntansi Forensik

Ratings: (0)|Views: 315 |Likes:
Published by me_anang_dien

More info:

Published by: me_anang_dien on May 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/19/2014

pdf

text

original

 
AKUNTANSI FORENSIK DALAM UPAYA PEMBERANTASANTINDAK PIDANA KORUPSII DEWA NYOMAN WIRATMAJA
 Jurusan AkuntansiFakultas Ekonomi, Universitas Udayana
ABSTRAK 
Korupsi telah menjadi isu fenomenal dan selalu menarik untuk dibahas di Indonesia.Korupsi telah dianggap sebagai penyebab akar masalah nasional, seperti ekonomi biayatinggi, pertumbuhan ekonomi, dan penghalang investasi.Artikel ini berfokus pada kesempatan menerapkan konsep Forensik akuntansi dalammemberikan bukti untuk mendukung keputusan pengadilan. Diskusi ini bertujuan untuk meninjau kembali peran akuntansi Forensik melalui preventif, detektif, dan pendekatankorektif untuk mencegah dan menangani korupsi di Indonesia. Model Cressey tentangsegitiga penipuan digunakan untuk peran akuntansi peta Forensik dalam mencegahkorupsi.
 ABSTRACT 
Corruption has become a phenomenal issue and alwaysinteresting to discuss in Indonesia. Corruption has been considered asthe root cause of national problems, such as high cost economy,economic growth, and investment barrier.This article focuses on the chance of implementing forensik accounting concept in providing evidence to support court decision.The discussion aims to review the role of forensik accounting through preventive, detective, and corrective approaches to prevent and handle corruption in Indonesia. Cressey’s model of fraud triangle isused to map forensik accounting roles in preventing corruption.Keywords: fraud triangle, corruption, evidence, court.
 
PENDAHULUAN
Menjamurnya praktik-praktik korupsi hampir di setiap linikehidupan di Indonesia sangat ironis dengan banyaknya strategi yangtelah dirumuskan oleh berbagai lembaga pemerintahan seperti BPK,BPKP, Inspektorat, KPK maupun oleh kalangan LSM seperti MTI dan
 
ICW. Seluruh strategi yang merupakan jurus-jurus ampuh dalampemberantasan korupsi sepertinya belum mampu menuntaskanpermasalahan korupsi yang sudah menggejala.Sulitnya memberantas korupsi di Indonesia mengingatkan padasuatu konsep yang disebut
Capture Theor
dari Amle O Krueger.
Capture Theory 
menyatakan bahwa segala sesuatunya di atas kertassecara yuridis formal adalah sah dan legal. Sayangnya pada tataranrealitasnya teori ini banyak disalahgunakan untuk memuluskankepentingan beberapa pihak. Pendekatan akuntansi forensik akansangat membantu dalam menganalisis berbagai kasus korupsi diIndonesia khususnya yang berkaitan dengan korupsi sistemik yangdilakukan melalui konspirasi yang telah dipersiapkan dengandukungan dokumen legal oleh para pelakunya.Berbagai kasus memperlihatkan bahwa yang diutamakan dalammempertanggungjawabkan suatu pekerjaan adalah dalam rangkamemenuhi persyaratan-persyaratan formal yang akan diminta olehpemeriksa. Misalnya keharusan adanya kuitansi pengeluaran, daftarhadir rapat untuk pembayaran honor atau tiket pesawat terbang dan
bording pass
dalam kasus-kasus pertanggungjawaban belanja.Dokumen-dokumen formal yang disiapkan atau khusus disiapkanuntuk mengesankan bahwa secara yuridis formal sebuah belanjaadalah legal padahal didalamnya ada upaya rekayasa dengandokumen fiktif, konspirasi pelaksanaan tender atau
mark up.
 
Dihadapkan pada korupsi yang melibatkan praktik-praktiksistemik dan melembaga seperti yang dijelaskan oleh
capture theory 
membuat upaya dan strategi pemberantasan korupsi menjadi semakinrumit. Strategi dalam pemberantasan korupsi setidaknya harusmemuat dua persyaratan yaitu adanya komitmen politik nasionaluntuk memberantas korupsi dan adanya sejumlah aktivitas yang dapatdilihat oleh masyarakat luas sebagai
entry-point 
atau pintu masukpemberantasan korupsi.Berbagai peraturan perundang-undangan sesungguhnya telahmemuat komitmen politik secara resmi. Demikian pula komitmenpolitik rakyat secara konkrit telah dibuktikan dalam banyak kegiatanunjuk rasa, demonstrasi, diskusi, pernyataan pendapat, analisis dansaran-saran yang dilakukan oleh berbagai unsur masyarakat yangmenyatakan agar segera dihapuskannya praktik-praktik KKN (korupsi,kolusi dan nepotisme).Berkaitan dengan
entry-point 
diperlukan adanya strategipemberantasan korupsi nasional yang disosialisasikan kepadamasyarakat luas serta adanya upaya nyata untuk memperkuatlembaga-lembaga yang berkewenangan untuk pemberantasan korupsi.Berikutnya adalah tersedianya profesional dengan kompetensimemadai untuk melacak dan membuktikan suatu kejadian korupsi.Kompetensi profesional yang dilindungi oleh lembaga profesikhususnya profesi akuntan forensik belum ada dan belum digunakan

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
hariez_yusuf liked this
narzalina liked this
Rolieq Prabuani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->