Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ILMU FALAK/ HISAB RUKYAH: CATATAN HARI RAYA PENENTUAN IDUL ADHA 1430 H

ILMU FALAK/ HISAB RUKYAH: CATATAN HARI RAYA PENENTUAN IDUL ADHA 1430 H

Ratings: (0)|Views: 1,150|Likes:
Published by Jayusman Djusar
Merupakan kebahagiaan kita bersama karena dapat merayakan hari Raya Idul Adha 1430 H secara serentak. Hal ini karena pada hari Raya Idul Adha ini ketinggian hilal melebihi kriteria imkanur rukyah di samping itu garis tanggal 1 Zulhijah 1430 H kondisinya relatif sama antara Indonesia dan Arab Saudi. Sehingga tidak terdapat perbedaan antara perayaan hari Raya pada kedua negara tersebut. Kondisi saat ini “tertolong” karena posisi hilal semata tapi masih menyimpan potensi perbedaan di masa- masa mendatang.
Merupakan kebahagiaan kita bersama karena dapat merayakan hari Raya Idul Adha 1430 H secara serentak. Hal ini karena pada hari Raya Idul Adha ini ketinggian hilal melebihi kriteria imkanur rukyah di samping itu garis tanggal 1 Zulhijah 1430 H kondisinya relatif sama antara Indonesia dan Arab Saudi. Sehingga tidak terdapat perbedaan antara perayaan hari Raya pada kedua negara tersebut. Kondisi saat ini “tertolong” karena posisi hilal semata tapi masih menyimpan potensi perbedaan di masa- masa mendatang.

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Jayusman Djusar on May 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/23/2013

pdf

text

original

 
Serentak Merayakan Hari Raya Idul Adha 1430 H
1
Abstrak Merupakan kebahagiaan kita bersama karena dapat merayakan hari Raya Idul Adha 1430H secara serentak. Hal ini karena pada hari Raya Idul Adha ini ketinggian hilal melebihikriteria imkanur rukyah di samping itu garis tanggal 1 Zulhijah 1430 H kondisinya relatif sama antara Indonesia dan Arab Saudi. Sehingga tidak terdapat perbedaan antara perayaan hari Raya pada kedua negara tersebut. Kondisi saat ini “tertolong” karena posisihilal semata tapi masih menyimpan potensi perbedaan di masa- masa mendatang.Kata Kunci: Hari Raya Idul Adha 1430 H, kriteria imkanur rukyah
Pendahuluan
Hari raya Idul Adha 1430 H tahun ini adalah hari raya yang penuh berkah bagiumat Islam di Indonesia. Pada hari raya tersebut, umat Islam dapat merayakannya secaraserentak. Tidak terdapat penetapan pemerintah melalui sidang isbat yang dilaksanakanoleh Depaertemen Agama Republik Indonesia dengan keputusan ormas-ormas Islamseperti Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, Persis, Hizbut Tahrir Indonesia, maupun yanglainnya. Kondisinya relatif hampir sama dengan hari raya Idul Fitri lalu.Hal ini telah jauh-jauh hari diprediksi, dari Hasil Temu Kerja Evalusai BadanHisab Rukyah Depag RI Tahun 2009 tanggal 1 –3 Maret 2009 di Grand Hotel Lembang-Bandung tentang penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1430 H. DalamPerhitungannya menggunakan kitab-kitab dan soft ware yang berkembang di Indonesiadisepakati bahwa di Indonesia, pada hari Selasa, 17 Novermber 2009, hilal sudah di atasufuk, antara +5° dan +6°. Oleh karena itu, 1 Zulhijjah jatuh pada hari Rabu, 18 November 2009. Idul Adha, 10 Zulhijjah, jatuh pada hari Jumat, 27 November 2009. Diantara kitab-kitab dan soft ware yang dijadikan rujukan adalah sebagai berikut: Sullamun
1
Jayusman, Lektor fakultas Ushuluddin IAIN Raden Intan Lampung.http://jayusmanfalak.bolgspot.com dan E mail jay_falak@yahoo.co.id.1
 
 Nayyirain, Fath Al-Rauf Al-Mannaan, Qawaid Falakiyah, Manahijul Hamidiyah, JeanMeeus, Al-Falakiyah, Ittifaqu Dzatil Bain, Matlaus Saìd, Ephemeris, New Comb, NurulAnwar, Khulashatul Wafiah, Almanak Nautika, Ahilla, RHI, Irsyadul Murid, Lunar Phase Pro V1.77, dan Ascript (Nurwendaya, 2009).Keadaan di Saudi Arabia relatif sama dengan di Indonesia. Mekkah, Senin 16 November 2009 ( Hari Ijtimak) Pada saat ghurub tinggi hilal Mar’i= -5,400. Jarak busur Bulan–Matahari = 6,080. Beda Azimuth hilal-Matahari = -2,330, Umur hilal = -4 jam 34menit 13 detik. Hilal terbenam 28 menit 47 detik sebelum Matahari (Nurwendaya, 2009) .Mekkah, Selasa 17 November 2009 M/ 29 Zulkaidah 1430 H. Pada saat ghurubtinggi hilal Mar’i= 3,680. Jarak busur Bulan–Matahari = 9,520. Beda Azimuth hilal-Matahari= 8,680, Umur hilal = 19 jam 25 menit 34 detik. Hilal terbenam 18 menit 19detik setelah Matahari. IIluminasi 0,80 % Umur: 19 jam 25 menit 34 detik. , 17 November 2009 M (Nurwendaya, 2009).
Data-data astronomis hilal pada akhir Zulkaidah 1430 H
Berikut kita lihat data-data astronomis hilal pada akhir Zulkaidah 1430 H untuk observasi; rukyatul hilal di Bukit Gelumpai, Kalianda Lampung Selatan :Ijtima' akhir bulan Zulkaidah 1430 H: hari Selasa tanggal 29 Zulkaidah 1430H/17 November 2009 M, Pukul 02:14:30 WIBSituasi hari Selasa tanggal 29 Zulkaidah 1430 H/17 November 2009 M diBukit Gelumpai Kalianda ( ג105˚34΄ dan φ 05 ˚ 47΄) sebagai berikut:
1.
Ghurub Matahari pukul:17:55:26.9 WIB.
2.
Tinggi hilal hakiki: 5° 57´ 5.60´´
3.
Tinggi hilal mar'i: 5° 42´ 59.6´´
4.
Lama hilal di atas ufuk : 00:22:51.9 jam
5.
Azimut matahari: 250° 50´ 48.0´´ Selatan titik Barat
6.
Azimuth hilal : 246° 56´ 56.3´´ Selatan titik Barat
7.
Posisi hilal Miring ke SelatanTim dari Badan Hisab Rukyah (BHR) Propinsi Lampung melaksanakan rukyatulhilal awal bulan Zulhijah ini di Bukit Gelumpai, Kalianda Lampung Selatan hari Selasa2
 
tanggal 29 Zulkaidah 1430 H/17 November 2009 M itu. Setelah menunggu sampaisaat-saat terakhir hilal menurut hasil perhitungan berada di atas ufuk, namun dilaporkantim tidak berhasil melihat hilal karena langit di sebelah Barat ditutupi awan tebal. Laludilaporkanlah oleh pihak BHR Lampung ke BHR Pusat bahwa di tempat observasi BukitGelumpai Kalianda tentang hasil rukyatul hilal tersebut.Tak berapa lama kemudian terdengar kabar gembira karena ada laporan daritempat observasi di Gresik yang berhasil melihat hilal. Tepatnya dari tempat observasi diBukit Condrodipo Gresik, Jawa Timur pada pukul 17.35 WIB. HM Inwanudin dan MSyamsul Fuad menyatakan berhasil melihat hilal (Ghazali, 2009). Berdasarkan kesaksiantersebut lalu keduanya disumpah oleh hakim dari Peradilan Agama setempat.Berdasarkan kesaksian dari Gresik tersebut dapat dinyatakan bahwa keesokan harinyatanggal 18 November 2009 kita telah memasuki tanggal 1 Zulhijah 1430 H.Saat-saat rukyatul hilal kali ini dipenuhi perasaan was-was para ahli Falak dan timdari BHR. Di satu sisi menurut perhitungan astronomis posisi hilal sudah tinggi. Dengan pengertian kondisi hilal telah memenuhi konferensi Istambul 1978 dan juga kriterianyaMABIMS. Tapi ada kekhawatiran akan terjadi kegagalan dalam pelaksanaan rukyatulhilal karena sekarang kita sedang menghadapi musim penghujan. Hujan dan awal tebaladalah faktor yang sering menyebabkan tingkat keberhasilan rukyah di Indonesia rendah.
Kriteria Imkanur Rukyah
Pada tahun 1978, dalam Persidangan yang membahas tentang Hilal negara-negaraIslam sedunia di Istambul, Turki dirumuskan kriteria visibitas hilal (Imkanur Rukyah),sebagai berikut:1.Tinggi hilal tidak kurang dari 5° dari ufuk barat .2.Jarak lengkung hilal (elongasi) ke matahari tidak kurang dari 8°.3.Umur hilal tidak kurang dari 8 jam selepas ijtimak berlaku.Kriteria di atas biasa disebut dengan kriteria Konferensi Istambul. Selanjutnya pada tahun 1992, untuk mewujudkan keseragaman tarikh dan penanggalan negara-negaradi kawasan negara-negara Asia Tenggara dilakukan pertemuan tidak resmi Menteri-3

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Abi Affansyah liked this
Dede Tatang liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->