Takwim
Hijriah Menurut Kitab
Nur al-Anwar
:Sistem Penanggalan Islam Berdasarkan Hisab Hakiki
bi at-Tahqiqi
Abstrak Konsep kitab
Nur al-Anwar
tentang penanggalan Islam, dapat kita telusuri melaluirumusannya tentang penentuan permulaan hari, umur bulan Kamariah setiap bulannya, hilal, serta penetapan awal bulan. Permulaan hari di mulai dariterbenamnya Matahari. Sebagai kitab yang berdasarkan perhitungan Hakiki
bi at-Tahqiqi
; jumlah hari setiap bulannya tidak bersifat tetap atau konstan tetapitergantung posisi hilal yang sebenarnya pada akhir suatu bulan itu. Dalam penentuanawal bulan, kitab
Nur al-Anwar
hanya sebagai alat atau metode perhitungan. Ia tidak menetapkan telah masuk atau belumnya
new month
. Setelah dilakukan perhitunganoleh
hasib
, selanjutnya
hasib
lah yang menentukan tentu saja berdasarkan kriteria yangdiyakininya.Key word:
Takwim
, Penanggalan Islam, KH Noor Ahmad SS, Nur al-Anwar A.PendahuluanSelama ini sering mengemuka permasalahan seputar penetapan awal dan akhir Ramadan dan awal Zulhijah. Tetapi sesungguhnya bukan hanya persoalan yang terkaitdengan penetapan bulan-bulan itu saja yang ada di tengah-tengah masyarakat muslim.Tapi juga misalnya perhitungan
haul
yang terkait dengan kewajiban berzakat bagimereka yang berada serta ibadah puasa-puasa
sunnah
yang dilaksanakan padatanggal-tanggal tertentu. “Kejelasan” tentang penentuan waktu-waktu tersebut sangat penting artinya dalam kemantapan; keyakinan serta menghapuskan keragu-raguan apalagi dalam hal pelaksanaan ibadah
mahdhah
.Makalah ini akan membahas lebih lanjut tentang penetapan kalender Islamatau Hijriah menurut kitab
Nur al-Anwar
magnum opus
nya KH Noor Ahmad SS, kitab
Nur al-Anwar
tidak membahas secara mendetail dan sistematis persoalan kalender Islam ini.
1
Jayusman; lektor Fakultas Ushuluddin, IAIN Raden Intan Lampung. E mail: jay_falak@yahoo.co.id
2
Pemakalah dalam hal ini menggunakan istilah kalender Islam atau Hijriah secara bersamaanatau salah satunya secara bergantian. Ini untuk membedakan sistim kalender ini dengan kalender yang juga menggunakan dasar peredaran bulan tetapi perhitungannya secara ‘urfi. Adapun kalender Islamatau Hijriah perhitungannya secara hakiki. Pembahasan lebih lanjut diulas di dalam makalah ini.