Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ILMU FALAK/ HISAB RUKYAH: Taqwim Penanggalan Islam Menurut Kitab Nur Al-Anwar

ILMU FALAK/ HISAB RUKYAH: Taqwim Penanggalan Islam Menurut Kitab Nur Al-Anwar

Ratings: (0)|Views: 863 |Likes:
Published by Jayusman Djusar
Konsep kitab Nur al-Anwar tentang penanggalan Islam, dapat kita telusuri melalui rumusannya tentang penentuan permulaan hari, umur bulan Kamariah setiap bulannya, hilal, serta penetapan awal bulan. Permulaan hari di mulai dari terbenamnya Matahari. Sebagai kitab yang berdasarkan perhitungan Hakiki bi at-Tahqiqi; jumlah hari setiap bulannya tidak bersifat tetap atau konstan tetapi tergantung posisi hilal yang sebenarnya pada akhir suatu bulan itu. Dalam penentuan awal bulan, kitab Nur al-Anwar hanya sebagai alat atau metode perhitungan. Ia tidak menetapkan telah masuk atau belumnya new month. Setelah dilakukan perhitungan oleh hasib, selanjutnya hasiblah yang menentukan tentu saja berdasarkan kriteria yang diyakininya.
Konsep kitab Nur al-Anwar tentang penanggalan Islam, dapat kita telusuri melalui rumusannya tentang penentuan permulaan hari, umur bulan Kamariah setiap bulannya, hilal, serta penetapan awal bulan. Permulaan hari di mulai dari terbenamnya Matahari. Sebagai kitab yang berdasarkan perhitungan Hakiki bi at-Tahqiqi; jumlah hari setiap bulannya tidak bersifat tetap atau konstan tetapi tergantung posisi hilal yang sebenarnya pada akhir suatu bulan itu. Dalam penentuan awal bulan, kitab Nur al-Anwar hanya sebagai alat atau metode perhitungan. Ia tidak menetapkan telah masuk atau belumnya new month. Setelah dilakukan perhitungan oleh hasib, selanjutnya hasiblah yang menentukan tentu saja berdasarkan kriteria yang diyakininya.

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Jayusman Djusar on May 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

 
Takwim
Hijriah Menurut Kitab
 Nur al-Anwar 
:Sistem Penanggalan Islam Berdasarkan Hisab Hakiki
bi at-Tahqiqi
1
Abstrak Konsep kitab
 Nur al-Anwar 
tentang penanggalan Islam, dapat kita telusuri melaluirumusannya tentang penentuan permulaan hari, umur bulan Kamariah setiap bulannya, hilal, serta penetapan awal bulan. Permulaan hari di mulai dariterbenamnya Matahari. Sebagai kitab yang berdasarkan perhitungan Hakiki
bi at-Tahqiqi
; jumlah hari setiap bulannya tidak bersifat tetap atau konstan tetapitergantung posisi hilal yang sebenarnya pada akhir suatu bulan itu. Dalam penentuanawal bulan, kitab
 Nur al-Anwar 
hanya sebagai alat atau metode perhitungan. Ia tidak menetapkan telah masuk atau belumnya
new month
. Setelah dilakukan perhitunganoleh
hasib
, selanjutnya
hasib
lah yang menentukan tentu saja berdasarkan kriteria yangdiyakininya.Key word:
Takwim
, Penanggalan Islam, KH Noor Ahmad SS, Nur al-Anwar A.PendahuluanSelama ini sering mengemuka permasalahan seputar penetapan awal dan akhir Ramadan dan awal Zulhijah. Tetapi sesungguhnya bukan hanya persoalan yang terkaitdengan penetapan bulan-bulan itu saja yang ada di tengah-tengah masyarakat muslim.Tapi juga misalnya perhitungan
haul 
yang terkait dengan kewajiban berzakat bagimereka yang berada serta ibadah puasa-puasa
 sunnah
yang dilaksanakan padatanggal-tanggal tertentu. “Kejelasan” tentang penentuan waktu-waktu tersebut sangat penting artinya dalam kemantapan; keyakinan serta menghapuskan keragu-raguan apalagi dalam hal pelaksanaan ibadah
mahdhah
.Makalah ini akan membahas lebih lanjut tentang penetapan kalender Islamatau Hijriah menurut kitab
 Nur al-Anwar 
2
.Sebagai
magnum opus
nya KH Noor Ahmad SS, kitab
 Nur al-Anwar 
tidak membahas secara mendetail dan sistematis persoalan kalender Islam ini.
1
Jayusman; lektor Fakultas Ushuluddin, IAIN Raden Intan Lampung. E mail: jay_falak@yahoo.co.id
2
Pemakalah dalam hal ini menggunakan istilah kalender Islam atau Hijriah secara bersamaanatau salah satunya secara bergantian. Ini untuk membedakan sistim kalender ini dengan kalender yang juga menggunakan dasar peredaran bulan tetapi perhitungannya secara ‘urfi. Adapun kalender Islamatau Hijriah perhitungannya secara hakiki. Pembahasan lebih lanjut diulas di dalam makalah ini.
 
Selain menelaah kitab
 Nur al-Anwar,
penulis mencoba menelusuri pemikiranKH Noor Ahmad SS tentang kalender Islam lebih lanjut pada lembaran kertas kerja perhitungan awal bulan yang dilakukannya dan juga dari makalah-makalah yangditulisnya. Dalam penelusuran ini akan dilihat lebih lanjut tentang rumusannyatentang penentuan permulaan hari, umur bulan Kamariah setiap bulannya, hilal, serta penetapan awal bulan.B.Penanggalan HijriahSistem penanggalan dan ukuran waktu dibutuhkan dalam kehidupan kita untuk mendata, mencatat; proses dokumentasi dan merencanakan peristiwa dan kegiatan penting dalam kehidupan secara pribadi maupun sosial dalam arti yang lebih luas.Dalam pengertian yang praktis dan sederhana kita membutuhkan kalender untuk  penentuan hari dan tanggal.
3
Adapun pada awalnya kalender merupakan sebuah tabelastronomi yang menggambarkan pergerakan matahari dan bulan untuk kepentinganibadah dan bercocok tanam saja. Sehingga satuan tahun bukanlah hal yang penting.Tahun seringkali/diawali dengan peristiwa bersejarah ataupun pergantian kekuasaan.
4
 Sistem kalender Islam; kalender hijriah yang dapat dijadikan acuan dalam halibadah adalah kalender yang berdasarkan perhitungan atau hisab hakiki. Hisab hakikiadalah sistem hisab yang didasarkan pada peredaran bulan dan bumi yang sebenarnya.Menurut sistem ini umur bulan tidaklah konstan (tetap) dan tidak pula tidak beraturan,tapi bergantung posisi hilal setiap awal bulan. Boleh jadi umur bulan itu berselangseling antara dua puluh sembilan dan tiga puluh hari. Atau bisa jadi umur bulan itu berturut-turut dua puluh sembilan atau berturut-turut tiga puluh hari. Semua ini bergantung pada peredaran bulan dan bumi yang sebenarnya; posisi hilal pada awal bulan tersebut. 
5
 
3
Kalender adalah sistem pengorganisasian satuan-satuan waktu dengan tujuan untuk  penandaan serta perhitungan waktu dalam jangka panjang. Susiknan Azhari,
 Ensiklopedi Hidab Rukyat 
,(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008) Cet.ke-2, hlm. 115
4
Hendro Setyanto,
Membaca Langit 
, (Jakarta: al-Ghuraba, 2008), Cet.ke-1, hlm. 40
5
Susiknan Azhari,
 Hisab Hakiki Model Muhammad Wardan: Penelusuran Awal 
dalam DepagRI, 2004,
 Hisab Rukyat dan Perbedaannya
, (Jakarta: Depag RI, 2004), hlm. 30-31
2
 
Kalender hijriah dikategorikan sebagai sistem penanggalan
astronomical calendar 
, karena didasarkan pada realitas fenomena astronomi yang terjadi. Hal ini berbeda dengan kalender masehi yang hanya didasarkan pada aturan numerik (rata-rata perhitungan fenomena astronominya), sehingga disebut juga dengan
aritmathical calendar.
6
 Dalam kalender hijriah, sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnyamatahari setiap harinya. Penentuan awal bulan; bulan baru ditandai denganmunculnya hilal di ufuk Barat waktu Magrib setelah terjadinya konjungsi atau ijtimak.Ini berdasarkan firman Allah: 

 

 

 
 

 

 

 

……
 

Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalahtanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji
… QS al-Baqarah/ 2 ayat 189Penanggalan hijriah yang berdasarkan atas
astronomical fenomena
ini tidak mengenaltahun kabisat. Inilah penanggalan atau kalender hijriah yang didasarkan pada perhitungan/ hisab hakiki, yang dapat dijadikan panduan dalam menjalankan ibadahdalam Islam. Dan ini dibedakan dengan kalender yang didasarkan pada perhitungan/hisab urfi.Biasanya untuk memudahkan dan kepentingan praktis perhitungan dalam pembuatan kalender Kamariah secara urfi (bukan secara hakiki) yang didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi dalam orbitnya dengan masa 29 hari, 12 jam, 44menit, 2,8 detik setiap satu bulannya. Kalender ini terdiri 12 bulan, dengan masa satutahun 354 hari, 8 jam, 48 menit, 35 detik. Itu berarti lebih pendek 10 hari, 21 jam(sekitar 11 hari) dibanding dengan kalender Masehi dalam setiap tahunnya. Masa satutahun sama dengan 354 hari, 8 jam, 48 menit, 35 detik yang kalau kita sederhanakandapat dikatakan bahwa satu tahun itu sama dengan 354 11/30 hari. Dalam siklus 30tahun, akan terjadi 11 tahun
 Kabisah
yang berumur 355 hari dan sebagai tambahansatu hari ditempatkan pada bulan Zulhijah (bulan Zulhijahnya berumur 30 hari).Sedangkan 19 tahun sisanya merupakan tahun
 Basithah
yang berumur 354 hari.
6
Hendro,
Membaca Langit 
, hlm. 46
3

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Lukito Abu Fatwa liked this
Vhivi Djusmank liked this
Neng AyuRati liked this
andiselian liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->