Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
DESAIN PENELITIAN

DESAIN PENELITIAN

Ratings: (0)|Views: 1,377 |Likes:
Published by Nina Widya Ningrum

More info:

Published by: Nina Widya Ningrum on May 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/18/2013

pdf

text

original

 
DESAIN PENELITIAN
DESAIN PENELITIANBAB IPENDAHULUANLatar BelakangDalam melakukan penelitian salah satu hal yang penting ialah membuat desain penelitian. Desain penelitian bagaikan sebuah peta jalan bagi peneliti yang menuntun serta menentukan arah berlangsungnya proses penelitian secara benar dan tepat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.Tanpa desain yang benar seorang peneliti tidak akan dapat melakukan penelitian dengan baik karena yang bersangkutan tidak mempunyai pedoman arah yang jelas.Agar tercapai pembuatan desain yang benar, maka peneliti perlu menghindari sumber potensialkesalahan dalam proses penelitian secara keseluruhan. Kesalahan-kesalahan tersebut ialah:a. Kesalahan Dalam PerencanaanKesalahan dalam perencanaan dapat terjadi saat peneliti membuat kesalahan dalam menyusundesain yang akan digunakan untuk mengumpulkan informasi. Kesalahan ini dapat terjadi pula bila peneliti salah dalam merumuskan masalah. Kesalahan dalam merumuskan masalah akanmenghasilkan infromasi yang tidak dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang sedangditeliti. Cara mengatasi kesalahan ini ialah mengembangkan proposal yang baik dan benar yangsecara jelas menspesifikasikan metode dan nilai tambah penelitian yang akan dijalankan. b. Kesalahan Dalam Pengumpulan DataKesalahan dalam pengumpulan data terjadi pada saat peneliti melakukan kesalahan dalam proses pengumpulan data di lapangan. Kesalahan ini dapat memperbesar tingkat kesalahan yang sudahterjadi dikarenakan perencanaan yang tidak matang. Untuk menghindari hal tersebut data yangdikoleksi harus merupakan represntasi dari populasi yang sedang diteliti dan metode pengumpulandatanya harus dapat menghasilkan data yang akurat. Cara mengatasi kesalahan ini ialah kehati-hatian dan ketepatan dalam menjalankan desain penelitian yang sudah dirancang dalam proposal.c. Kesalahan Dalam Melakukan AnalisaKesalahan dalam melakukan analisa dapat terjadi pada saat peneliti salah dalam memilih caramenganalisa data. Selanjutnya, kesalahan ini disebabkan pula adanya kesalahan dalam memilihteknik analisa yang sesuai dengan masalah dan data yang tersedia. Cara mengatasi masalah ini ialah buatlah justifikasi prosedur analisa yang digunakan untuk menyimpulkan dan memanipulasi data.d. Kesalahan Dalam PelaporanKesalahan dalam pelaporan terjadi jika peneliti membuat kesalahan dalam menginterprestasikanhasil-hasil penelitian. Kesalahan seperti ini terjadi pada saat memberikan makna hubungan-hubungan dan angka-angka yang diidentifikasi dari tahap analisa data. Cara mengatasi kesalahan iniialah hasil analisa data diperiksa oleh orang-orang yang benar-benar ahli dan menguasai masalahhasil penelitian tersebut.BAB IIDESAIN PENELITIANA. Pengertian Desain PenelitianDesain artinya rencana, tetapi apabila dikaji lebih lanjut kata itu dapat berarti pula pola, potongan, bentuk, model, tujuan dna maksud (Echols dan Hassan Shadily, 1976:177), Desain Penelitianmenurut William M.K. Trochim (2006) “Research design can be thought of as the structure of research -- it is the "glue" that holds all of the elements in a research project together.” SedangkanLincoln dan Guba (1985:226) mendefinisikan rancangan penelitian sebagi usaha merencanakankemungkinan-kemungkinan tertentu secara luas tanpa menunjukkan secara pasti apa yang akandikerjakan dalam hubungan dengan unsur masing-masing.Desain penelitian menurut Mc Millan dalam Ibnu Hadjar (1999:102) adalah rencana dan struktur  penyelidikan yang digunakan untuk memperoleh bukti-bukti empiris dalam menjawab pertanyaan penelitian.Dalam penelitian eksperimental, desain penelitian disebut desain eksperimental. Desain eksperimendirancang sedemikian rupa guna meningkatkan validitas internal maupun eksternal.Suharsimi Arikunto (1998:85-88) mengkategorikan desain eksperimen murni menjadi 8 yaitu
 
control group pre-test post test, random terhadap subjek, pasangan terhadap subjek, random pre test post test , random terhadap subjek dengan pre test kelompok kontrol post test kelompok eksperimen, tiga kelompok eksperimen dan kontrol, empat kelompok dengan 3 kelompok kontrol,dan desain waktu.Sutrisno Hadi (1982:441) mengkategorikan desain eksperimen menjadi enam yaitu simplerandomaized, treatment by levels desaigns, treatments by subjects desaigns, random replicationsdesaigns, factorial designs, dan groups within treatment designs. Sedangkan Ibnu Hadjar (1999:327) membedakan desain penelitian eksperimen murni menjadi dua yaitu pre test post testkelompok kontrol dan post tes kelompok kontrol.B. Macam-Macam Desain PenelitianDalam penelitian eksperimen murni, desain penelitian yang populer digunakan adalah sebagai berikut:a. Control Group Post test only design atau post tes kelompok kontrolDesain ini subjek ditempatkan secara random kedalam kelompok-kelompok dan diekspose sebagaivariabel independen diberi post test. Nilai-nilai post test kemudian dibandingkan untuk menentukankeefektifan tretment.Desain ini cocok untuk digunakan bila pre test tidak mungkin dilaksanakan atau pre tes mempunyaikemungkinan untuk berpengaruh pada perlakuan eksperimen. Desain ini akan lebih cocok dalameksperimen yang berkaitan dengan pembentukan sikap karena dalam eksperimen demikian akan berpengaruh pada perlakuan. b. Pre test post test control group design atau pre tes post tes kelompok kontrolDesain ini melibatkan dua kelompok subjek, satu diberi perlakuan eksperimental (kelompok eksperimen) dan yang lain tidak diberi apa-apa (kelompok kontrol).Berdasarkan desain penelitian yang disusun, penelitian kualitatif dapat dibedakan menjadi duamacam yaitu :a. Desain penelitian kualitatif non standar Desain penelitian dalam paradigma positivistik kuantitatif bersifat terstandar, artinya ada aturanyang sama yang harus dipenuhi oleh peneliti untuk mengadakan penelitian dalam bidang apapun juga. Pelaksanaan penelitian dimulai dari adanya masalah, membatasi obyek penelitian, mencariteori dan hasil penelitian yang relevan, mendesain metode penelitian, mengumpulkan data,menganalisis data, membuat kesimpulan, ada yang menambah dengan implikasi, saran dan ataurekomendasi. Sebelum data diolah, perlu diuji terlebih dulu validitas dan reliabilitasnya, baik darisegi konstrak teori, isi maupun empiriknya. Sistematika penulisan sudah terstandar, yaitu: Bab I.Pendahuluan (latar belakang masalah, identifikasi masalah, rumusan/batasan masalah, dst.). Bab II.Kajian teori atau kajian pustaka (kajian teori yang sesuai dengan masalah yang diteliti, hasil penelitian yang relevan, kerangka pikir, hipotesis/pertanyaan penelitian). Bab III. Metode penelitian(Desain, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel, variabel penelitian, instrumen danteknik analisis data). Bab IV. Hasil penelitian. Bab V. Kesimpulan (ada yang menambah, implikasi,keterbatasan penelitian dan saran).Desain penelitian kualitatif non standar sebetulnya menggunakanstandar seperti kuantitatif tetapi bersifat flesibel (tidak kaku). Dengan kata lain model inimerupakan modifikasi dari model penelitian paradigma positivistik kuantitatif denganmenyederhanakan sistematika ataupun menyatukan bebarapa bagian dalam bab yang sama,misalnya memasukkan metode penelitian dalam bab I . Desain penelitian kualitatif non standar inidigunakan untuk penelitian kualitatif dalam paradigma positivistik dan penelitian kualitatif dalam paradigma bahasa b. Desain penelitian kualitatif tentatif Model ini sama sekali berbeda dari model-model di atas. Desain penelitian terstandar dan nonstandar disusun sebelum peneliti terjun ke lapangan dan dijadikan sebagai acuan dalammengadakan penelitian, sedangkan desain penelitian tentatif disusun sebelum ke lapangan jugatetapi setelah peneliti memasuki lapangan penelitian, desain penelitian dapat berubah-ubah untuk menyesuaikan dengan kondisi realitas lapangan yang dihadapi. Acuan pelaksanaan penelitian tidak sepenuhnya tergantung pada desain yang telah disusun sebelumnya, tetapi lebih memperhatikankondisi realitas yang dihadapi.Dalam desain penelitian terstandar maupun non standar dapat dibakukan dengan istilah-istilah:masalah, kerangka teori, metode penelitian, analisis dan kesimpulan dan lainnya. Model tentatif menggunakan dasar sistematika yang berbeda. Sistematika model ini unit-unitnya atau bab-babnyadisesuaikan dengan sistematika substantif obyeknya.C. Tipe-Tipe Desain PenelitianSecara garis besar ada dua macam tipe desain, yaitu: Desain Ex Post Facto dan DesainEskperimental. Faktor-faktor yang membedakan kedua desain ini ialah pada desain pertama tidak 
 
terjadi manipulasi varaibel bebas sedang pada desain yang kedua terdapat adanya manipulasivariable bebas. Tujuan utama penggunaan desain yang pertama ialah bersifat eksplorasi dandeskriptif; sedang desain kedua bersifat eksplanatori (sebab akibat). Jika dilihat dari sisi tingkat pemahaman permasalahan yang diteliti, maka desain ex post facto menghasilkan tingkat pemahaman persoalan yang dikaji pada tataran permukaan sedang desain eksperimental dapatmenghasilkan tingkat pemahaman yang lebih mendalam. Kedua desain utama tersebut mempunyaisub-sub desain yang lebih khusus. Yang termasuk dalam kategori pertama ialah studi lapangan dansurvei. Sedang yang termasuk dalam kategori kedua ialah percobaan di lapangan (field experiment)dan percobaan di laboratorium (laboratory experiment)1. Sub Desain Ex post Factoa. Studi Lapangan:Studi lapangan merupakan desain penelitian yang mengkombinasikan antara pencarian literature(Literature Study), survei berdasarkan pengalaman dan / atau studi kasus dimana peneliti berusahamengidentifikasi variable-variabel penting dan hubungan antar variable tersebut dalam suatu situasi permasalahan tertentu. Studi lapangan umumnya digunakan sebagai sarana penelitian lebih lanjutdan mendalam. b. SurveiDesain survei tergantung pada penggunaan jenis kuesioner. Survei memerlukan populasi yang besar  jika peneliti menginginkan hasilnya mencerminkan kondisi nyata. Semakin samplenya besar, surveisemakin memberikan hasil yang lebih akurat. Dengan survei seorang peneliti dapat mengukapmasalah yang banyak, meski hanya sebatas dipermukaan. Sekalipun demikian, survei bermanfaat jika peneliti menginginkan informasi yang banyak dan beraneka ragam. Metode survei sangat popular karena banyak digunakan dalam penelitian bisnis. Keunggulan survei yang lain ialahmudah melaksanakan dan dapat dilakukan secara cepat.2. Sub Desain Desain Eksperimentala. Eksperimen LapanganDesain eksperimen lapangan merupakan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan latar yangrealistic dimana peneliti melakukan campur tangan dan melakukan manipulasi terhadap variabel bebas. b. Eksperimen LaboratoriumDesain eksperimen laboratorium menggunakan latar tiruan dalam melakukan penelitiannya.Dengan menggunakan desain ini, peneliti melakukan campur tangan dan manipulasi variable-variabel bebas serta memungkinkan penliti melakukan kontrol terhadap aspek-aspek kesalahanutama.3. Desain Spesifik Ex Post Facto dan EksperimentalSebelum membicarakan desain spesifik Ex Post facto dan eksperimental, system notasi yangdigunakan perlu diketahui terlebih dahulu. Sistem notasi tersebut adalah sebagai berikut:X: Digunakan untuk mewakili pemaparan (exposure) suatu kelompok yang diuji terhadap suatu perlakuan eksperimental pada variable bebas yang kemudian efek pada variable tergantungnya akandiukur.O: menunjukkan adanya suatu pengukuran atau observasi terhadap variable tergantung yang sedangditeliti pada individu, kelompok atau obyek tertentu.R: menunjukkan bahwa individu atau kelompok telah dipilih dan ditentukan secara random untuk tujuan-tujuan studi.a. Ex Post FactoSebagaimana disebut sebelumnya bahwa dalam desain Ex Post Facto tidak ada manipulasi perlakukan terhadap variable bebasya maka system notasinya baik studi lapangan atau survei hanyaditulis dengan O atau O lebih dari satu.Contoh 1: Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua populasi, yaitu Perusahaan A danPerusahaan B, maka notasinya:O1O2Dimana O1 merupakan kegiatan observasi yang dilakukan di perusahaan A dan O2 merupakankegiatan observasi yang dilakukan di perusahaan B.Contoh 2: Secara random kita meneliti 200 perusahaan dari populasi 1000 perusahaan mengenaisystem penggajiannya. Survei dilakukan dengan cara mengirim kuesioner pada 200 manajer, makakonfigurasi desainnya akan seperti di bawah ini:

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
Mah Sun liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Nur Masruroh liked this
Norhapni Said liked this
Felyna Muchiil liked this
Siti Huuriyah liked this
Siti Huuriyah liked this
You Adex liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->