Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teori Kinerja

Teori Kinerja

Ratings: (0)|Views: 250 |Likes:
Published by IRWANDI HUTBAH

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: IRWANDI HUTBAH on May 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/21/2014

pdf

text

original

 
TEORI KINERJA
A. DEFINISI KINERJABernardin dan Russel (dalam Ruky, 2002:15) memberikan pengertian atau kinerja sebagai berikut : ³performance is defined as the record of outcomes produced on a specified job functionor activity during time period. Prestasi atau kinerja adalah catatan tentang hasil-hasil yangdiperoleh dari fungsi-fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan selama kurun waktu tertentu.Menurut Gibson, dkk (2003: 355),
 job performance
adalah hasil dari pekerjaan yang terkaitdengan tujuan organisasi, efisiensi dan kinerja kefektifan kinerja lainnya. Sementara menurutIlyas (1999: 99), kinerja adalah penampilan hasil kerja personil maupun dalam suatu organisasi.Penampilan hasil karya tidak terbatas kepada personil yang memangku jabatan fungsionalmaupun struktural tetapi juga kepada keseluruhan jajaran personil di dalam organisasi.Pengertian kinerja lainnya dikemukakan oleh Payaman Simanjuntak (2005:1) yangmengemukakan kinerja adalah tingkat pencapaian hasil atas pelaksanaan tugas tertentu. Kinerja perusahaan adalah tingkat pencapaian hasil dalam rangka mewujudkan tujuan perusahaan.Manajemen kinerja adalah keseluruhan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan atau organisasi, termasuk kinerja masing-masing individu dan kelompok kerja di perusahaan tersebut.Menurut Irawan (2002:11), bahwa kinerja (
 performance
) adalah hasil kerja yang bersifatkonkret, dapat diamati, dan dapat diukur. Jika kita mengenal tiga macam tujuan, yaitu tujuanorganisasi, tujuan unit, dan tujuan pegawai, maka kita juga mengenal tiga macam kinerja, yaitukinerja organisasi, kinerja unit, dan kinerja pegawai. Dessler (2000:87) berpendapat : Kinerja(prestasi kerja) karyawan adalah prestasi aktual karyawan dibandingkan dengan prestasi yangdiharapkan dari karyawan. Prestasi kerja yang diharapkan adalah prestasi standar yang disusunsebagai acuan sehingga dapat melihat kinerja karyawan sesuai dengan posisinya dibandingkandengan standar yang dibuat. Selain itu dapat juga dilihat kinerja dari karyawan tersebut terhadapkaryawan lainnya.Berdasarkan beberapa pendapat tentang kinerja dan prestasi kerja dapat disimpulkan bahwa pengertian kinerja maupun prestasi kerja mengandung substansi pencapaian hasil kerja olehseseorang. Dengan demikian bahwa kinerja maupun prestasi kerja merupakan cerminan hasilyang dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang. Kinerja perorangan (
individual  performance
) dengan kinerja lembaga (
institutional performance
) atau kinrja perusahaan(
corporate performance
) terdapat hubungan yang erat. Dengan perkataan lain bila kinerjakaryawan (
individual performance
) baik maka kemungkinan besar kinerja perusahaan (
corporate performance
) juga baik.B. SYARAT PENILAIAN KINERJA
 
Terdapat kurang lebih dua syarat utama yang diperlukan guna melakukan penilaian kinerja yangefektif, yaitu (1) adanya kriteria kinerja yang dapat diukur secara objektif; dan (2) adanyaobjektivitas dalam proses evaluasi (Gomes, 2003:136).Sedangkan dari sudut pandang kegunaan kinerja itu sendiri, Sondang Siagian (2008-223-224)menjelaskan bahwa bagi individu penilaian kinerja berperan sebagai umpan balik tentang berbagai hal seperti kemampuan, keletihan, kekurangan dan potensinya yang pada gilirannya bermanfaat untuk menentukan tujuan, jalur, rencana dan pengembangan karirnya. Sedangkan bagi organisasi, hasil penilaian kinerja sangat penting dalam kaitannya dengan pengambilankeputusan tentang berbagai hal seperti identifikasi kebutuhan program pendidikan dan pelatihan,rekrutmen, seleksi, program pengenalan, penempatan, promosi, sistem balas jasa, serta berbagaiaspek lain dalam proses manajemen sumber daya manusia. Berdasarkan kegunaan tersebut, maka penilaian yang baik harus dilakukan secara formal berdasarkan serangkaian kriteria yangditetapkan secara rasional serta diterapkan secara objektif serta didokumentasikan secarasistematik.Dengan demikian, dalam melalukan penilaian atas prestasi kerja para pegawai harus terdapatinteraksi positif dan kontinu antara para pejabat pimpinan dan bagian kepegawaianC. METODE PENILAIAN KINERJATerdapat beberapa metode dalam mengukur prestasi kerja, sebagaimana diungkapkan olehGomes (2003:137-145), yaitu :1.
 
Metode Tradisional. Metode ini merupakan metode tertua dan paling sederhana untuk menilai prestasi kerja dan diterapkan secara tidak sistematis maupun sistematis. Yangtermasuk kedalam metode tradisional adalah :
rating scale
,
employee comparation
,
check list 
,
 free form essay
, dan
critical incident 
.
(a) Rating scale.
Metode ini merupakanmetode penilaian yang paling tua dan banyak digunakan, dimana penilaian yangdilakukan oleh atasan atau supervisor untuk mengukur karakteristik, misalnya mengenaiinisitaif, ketergantungan, kematangan, dan kontribusinya terhadap tujuan kerjanya. (b)
 Employee comparation.
Metode ini merupakan metode penilaian yang dilakukan dengancara membandingkan antara seorang pegawai dengan pegawai lainnya. Metode ini terdiridari : (1)
 Alternation ranking 
: yaitu metode penilaian dengan cara mengurutkan peringkat (
ranking 
) pegawai dimulai dari yang terendah sampai yang tertinggi berdasarkan kemampuan yang dimilikinya. (2)
 Paired comparation
: yaitu metode penilaian dengan cara seorang pegawai dibandingkan dengan seluruh pegawai lainnya,sehingga terdapat berbagai alternatif keputusan yang akan diambil. Metode ini dapatdigunakan untuk jumlah pegawai yang relatif sedikit. (3)
 Porced comparation (grading)
:metode ini sama dengan
 paired comparation
, tetapi digunakan untuk jumlah pegawaiyang relative banyak. (c)
Check list.
Metode ini hanya memberikan masukan/informasi bagi penilaian yang dilakukan oleh bagian personalia. (d
 ) Freeform essay.
Denganmetode ini seorang penilai diharuskan membuat karangan yang berkenaan denganorang/karyawan/pegawai yang sedang dinilainya. (e)
Critical incident 
Dengan metode ini penilai harus mencatat semua kejadian mengenai tingkah laku bawahannya sehari-hariyang kemudian dimasukan kedalam buku catatan khusus yang terdiri dari berbagai

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Yayat Hidayat liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->