BAB 1PENDAHULUAN1.1Latar BelakangCedera kepala pada dasarnya dikenal dua macam mekanisme trauma yang mengenai kepalayakni benturan dan goncangan (Gennereli and Meany, 1996).Berdasarkan GCS maka cidera kepala dapat dibagi menjadi 3 gradasi yaitu cidera kepaladerajat ringan, bila GCS : 13 – 15, Cidera kepala derajat sedang, bila GCS : 9 – 12, Cidera kepala berat, bila GCS kuang atau sama dengan 8. Pada penderita yang tidak dapat dilakukan pemeriksaanmisal oleh karena aphasia, maka reaksi verbal diberi tanda “X”, atau oleh karena kedua mata edema berat sehingga tidak dapat di nilai reaksi membuka matanya maka reaksi membuka mata diberi nilai“X”, sedangkan jika penderita dilakukan tracheostomy ataupun dilakukan intubasi maka reaksiverbal diberi nilai “T”.Prinsip - Prinsip pada Trauma Kepala:1.Tulang tengkorak sebagai pelindung jaringan otak, mempunyai daya elastisitas untuk mengatasiadanya pukulan.2.Bila daya/toleransi elastisitas terlampau akan terjadi fraktur.3.Berat/ringannya cedera tergantung pada :a.Lokasi yang terpengaruh :1)Cedera kulit.2)Cedera jaringan tulang.3)Cedera jaringan otak. b.Keadaan kepala saat terjadi benturan.4.Masalah utama adalah terjadinya peningkatan tekanan intrakranial (PTIK)5.TIK dipertahankan oleh 3 komponen :1)Volume darah /Pembuluh darah (
±
75 - 150 ml).2)Volume Jaringan Otak (
±
. 1200 - 1400 ml).3)Volume LCS (
±
75 - 150 ml).