Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
Kepres 80 thn 2003 Hal. 1 dari 204
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 80 TAHUN 2003TENTANGPEDOMAN PELAKSANAANPENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAHPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
 
Kepres 80 thn 2003 Hal. 2 dari 204
Menimbang:
a.
 
bahwa agar pengadaan barang/jasa pemerintah yangdibiayai dengan Anggaran Pendapatan dan BelanjaNegara/Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah(APBN/APBD) dapat dilaksanakan dengan efektif danefisien dengan prinsip persaingan sehat, transparan,terbuka,dan perlakuan yang adil bagi semua pihak,sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan baik darisegi fisik, keuangan maupun manfaatnya bagi kelancarantugas Pemerintah dan pelayanan masyarakat, dipandangperlu menyempurnakan Keputusan Presiden Nomor 18Tahun 2000 tentang Pedoman Pelaksanaan PengadaanBarang/Jasa Instansi Pemerintah; b.
 
bahwa untuk maksud tersebut di atas, perlu ditetapkanKeputusan Presiden tentang Pedoman PelaksanaanPengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
Mengingat:
1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 sebagaimanatelah diubah dengan Perubahan Keempat Undang-UndangDasar 1945;2. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 tentangPenyelenggaraan Jasa Konstruksi (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2000 Nomor 64, TambahanLembaran Negara Nomor 3956);3. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentangPedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan BelanjaNegara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4212);
MEMUTUSKAN:Menetapkan:KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG PEDOMANPELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASAPEMERINTAH.
 
Kepres 80 thn 2003 Hal. 3 dari 204
BAB IKETENTUAN UMUMBagian PertamaPengertian IstilahPasal 1
Dalam Keputusan Presiden ini, yang dimaksud dengan :1.
 
Pengadaan barang/jasa pemerintah adalah kegiatan pengadaanbarang/jasa yang dibiayai dengan APBN/APBD, baik yang dilaksanakansecara swakelola maupun oleh penyedia barang/jasa;2.
 
Pengguna barang/jasa adalah kepala kantor/satuan kerja/pemimpinproyek/pemimpin bagian proyek/pengguna anggaran Daerah/pejabatyang disamakan sebagai pemilik pekerjaan yang bertanggung jawabatas pelaksanaan pengadaan barang/jasa dalam lingkungan unitkerja/proyek tertentu;3.
 
Penyedia barang/jasa adalah badan usaha atau orang perseoranganyang kegiatan usahanya menyediakan barang/layanan jasa;4.
 
Kepala kantor/satuan kerja adalah pejabat struktural departemen/lembaga yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaanbarang/jasa yang dibiayai dari dana anggaran belanja rutin APBN;5.
 
Pemimpin proyek/pemimpin bagian proyek adalah pejabat yangdiangkat oleh Menteri/Pemimpin Lembaga/Gubernur/Bupati/Walikota/pejabat yang diberi kuasa, yang bertanggung jawabatas pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang dibiayai dari anggaranbelanja pembangunan APBN;6.
 
Pengguna Anggaran Daerah adalah pejabat di lingkungan pemerintahpropinsi/ kabupaten/kota yang bertanggung jawab atas pelaksanaanpengadaan barang/jasa yang dibiayai dari dana anggaran belanja APBD;7.
 
Pejabat yang disamakan adalah pejabat yang diangkat oleh pejabatyang berwenang di lingkungan Tentara Nasional Indonesia(TNI)/Kepolisian Republik Indonesia (Polri)/ pemerintah daerah/BankIndonesia (BI)/Badan Hukum Milik Negara (BHMN)/Badan Usaha MilikNegara (BUMN)/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang dibiayai dariAPBN/APBD;8.
 
Panitia pengadaan adalah tim yang diangkat oleh pengguna barang/jasauntuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa;9.
 
Pejabat pengadaan adalah personil yang diangkat oleh penggunabarang/jasa untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasadengan nilai sampai dengan Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah);10.
 
Pemilihan penyedia barang/jasa adalah kegiatan untuk menetapkanpenyedia barang/jasa yang akan ditunjuk untuk melaksanakanpekerjaan;
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more