Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
StrategiPembelajaranMatematikayangPAKEM

StrategiPembelajaranMatematikayangPAKEM

Ratings: (0)|Views: 73 |Likes:
Published by v2_vivi3965
drs.Nur Kholiq
drs.Nur Kholiq

More info:

Published by: v2_vivi3965 on May 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2011

pdf

text

original

 
 
STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA YANG AKTIF, KREATIF,EFEKTIF DAN MENYENANGKAN (PAKEM)
 
Disampaikan pada Diklat Instruktur/Pengembang Matematika SMAJenjang Dasar Tanggal 6 s.d. 19 Agustus 2004di PPPG MatematikaOleh:
Drs. Setiawan, M. Pd.
Widyaiswara PPPG Matematika Yogyakarta
=================================================================DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONALDIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHPUSAT PENGEMBANGAN PENATARAN GURU (PPPG) MATEMATIKA YOGYAKARTA
2004
 
 
 Paket Pembinaan Pelatihan Tahun 2004
4
STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA YANG AKTIF, KREATIF,EFEKTIF DAN MENYENANGKAN (PAKEM)
A. PendahuluanPembelajaran matematika yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan(PAKEM) adalah suatu strategi pembelajaran terpadu, yang menggunakanstrategi, metoda, pendekatan dan teknik pengajaran terpadu sedemikian rupabaik prosedur maupun tujuan pembelajarannya dapat terlaksana dan tercapaidengan baik.
 
Strategi PAKEM di atas dikembangkan, di dasarkan atas trend pembelajaran matematikadewasa ini sebagai berikut :
Beralihnya pendidikan matematika dari bentuk formal (teori dan latihan) kereinvention, proses (activities), penerapan dan pemecahan masalah nyata
Perubahan paradigma dari guru mengajar ke siswa belajar 
Peralihan dari belajar perorangan ke belajar bersama (cooperative learning)
Peralihan dari dasar positivist (behaviorist) ke konstruktivisme, atau dari darisubject centred ke clearer centred (terbentuk/terkonstruksinya pengetahuan),suatu teori baru yang menyatakan bahwa pengetahuan terbentuk di dalam pikiran sendiri oleh siswa sendiri berdasar pada pengetahuan yang sudahdipunyainya.
Peralihan dari teori pemindahan pengetahuan (knowledge transmitted) ke bentuk interaktif, investigative, eksploratif, kegiatan terbuka, ketrampilan prosesdan pemecahan masalah.
Peralihan dari belajarar menghafal (rote learning) ke belajar pemahaman(learning of understanding)
Beralihnya bentuk evaluasi kebentuk authentic assessment seperti misalnya portefolio, journal, proyek, laporan siswa, penampilan atau yang lain (Fadjar Shadiq, 1999)
Di bawah ini di utarakan secara sekilas strategi PAKEM ini yangdikembangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika, sehinggadicapainya baik setandar kompoetensi maupun kompetensi-kompetensi dasar yang dijabarkannya.
 
 
 Paket Pembinaan Pelatihan Tahun 2004
5
B. Pembelajaran Aktif dalam Matematika.
Pembelajaran Aktif atau yang akrab kita kenal dengan istilah Cara Belajar SiswaAktif (CBSA) atau Student Active Learning (SAL), sebenarnya dalam dunia pendidikan bukanlah barang baru, tetapi di Indonesia sekitar tahun sembilan puluhan saatdipopulerkan secara nasional barangkali disebut baru. Pengertian CBSA sendiri tidak mudah didefinisikan secara tegas, sebab bukankah belajar itu sendiri wujud dari keaktifansiswa, walaupun derajat keaktifan bisa saja tidak sama, di samping ada banyak sekalikeaktifan yang tidak dapat diukur atau diamati, misalnya menggunakan khasanah pengetahuannya untuk memecahkan masalah, memilih teorema–teorema, konsep-konsepuntuk membuktikan suatu proposisi, melakukan asimilasi dan akomodasi dalam rangkamemahami pelajaran dan sebagainya. Keaktifan dalam pembelajaran aktif adalah lebih banyak berupa
keaktifan mental 
meskipun dalam beberapa hal ada juga yang diujudkandengam
keaktifan fisik 
.Sejalan dengan faham konstruktivisme, diyakini bahwa mengajar matematika tidak dapat disamakan dengan menuangkan air kedalam botol, atau menuliskan suatu informasi pada selembar kertas. Konstruktivisme berlandaskan pada dua hipotesis yaitu :1. Pengetahuan dibangun (dikonstruksi) secara aktif oleh dan dalam diri subyek belajar, bukan secara pasif diterima dari lingkungan belajar.2. Peranjakan dalam memahami pengetahuan sesuatu merupakan proses adaptif, yangmengorganisasikan pengalaman pebelajar dalam interaksi dengan lingkungannya.
Dalam faham konstruktivisme diyakini bahwa pengetahuan (knowledge) tentangsesuatu merupakan konstruksi (bentukan) oleh subyek yang (akan, sedang)dalam proses memahami sesuatu itu. Pengetahuan bukanlah gambaran daridunia kenyataan yang ada, pengetahuan selalu merupakan akibat dari suatukonstruksi kognitif kenyataan melalui kegiatan seseorang. (Paul Suparno, 1997).Pengetahuan bukanlah tentang dunia yang lepas dari dari pengalaman tetapimerupakan ciptaan manusia yang dikonstruksikan dari pengalaman atau duniasejauh dialaminya. Proses pembuktian ini berjalan terus menerus setiap kalimengadakan reorganisasi karena adanya suatu pemahaman yang baru (Peaget,1991). Pengetahuan selalu merupakan konstruksi dari seseorang yangmengetahui, maka tidak dapat ditransfer kepada penerima yang pasif. Penerimasendiri harus mengkonstruksikan sendiri pengetahuan itu. Semua yang lainentah obyek maupun lingkungan, hanyalah sarana untuk terjadinya konstruksitersebut (Paul Suparno,1997).
Berangkat dari pandangan ini maka seorang siswa akan dapat memahami matematikahanya apabila siswa secara aktif mengkonstruksikan pengetahuan yang ada padadirinya lewat pengalamannya dengan lingkungan. Dalam pembelajaran aktif, siswa

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->